Duet KH. Masduki Ridlwan dan K. Muhammad Afif Nahkodai MWC NU Kedung 2026-2031, Ajak Mikul Bareng untuk Kemanfaatan Umat

KH. Masduki Ridlwan dan K. Muhammad Afif diapit KH. Hayatun (Mbah Yatun) dan KH. Charis Rohman beserta jajaran PCNU Jepara

JEPARA | GISTARA. COM – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kedung menetapkan KH. Masduki Ridlwan, S.Pd.I sebagai Rois Syuriah dan K. Muhammad Afif, M.Pd.I sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kedung masa khidmah 2026–2031.

Penetapan berlangsung melalui musyawarah mufakat dalam suasana penuh kekeluargaan di Gedung MWCNU Kedung, Senin (6/7). Keduanya telah menjabat pada masa khidmat periode 2021–2026.

Sebanyak 17 ranting menyatakan mufakat untuk kembali memberikan amanah kepada K. Muhammad Afif sebagai Ketua Tanfidziyah. Keputusan tersebut disambut haru olehnya dan peserta konferensi sebagai wujud kekompakan warga Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA: Sekolah Nasional Terintegrasi Hadir di Jepara, Pendaftaran Mulai Juli 2026

Usai ditetapkan, Gus Afif panggilan akrabnya, mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun organisasi. Menurutnya NU Kedung tidak bisa dibangun oleh satu atau dua orang saja. Ia mengajak agar amanah tersebut adalah amanah bersama.

“Mikul bareng, Mari kita bergandengan tangan, saling menguatkan, dan bersama-sama menghadirkan kemanfaatan bagi umat,” ujar Gus Afif.

Sementara itu, Rois Syuriah terpilih, KH. Masduki Ridlwan, S.Pd.I, mengingatkan bahwa kepengurusan Nahdlatul Ulama harus berlandaskan keikhlasan. Ia menuturkan agar khidmah sebagai orientasi utama.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua agar mampu menjalankan amanah dengan ikhlas, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” tutur KH. Masduki Ridlwan.

BACA JUGA: Praktisi Media Berbagi Pengalaman Jurnalistik kepada Mahasiswa KPI Unisnu Jepara

Konferensi MWCNU Kedung mengusung tema “Menjaga Marwah, Menerapkan Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”. Forum tersebut menjadi agenda permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, serta memilih kepengurusan masa khidmah 2026–2031.

Pembukaan konferensi dilakukan oleh KH. Hayatun Abdullah Hadziq, anggota Syuriah PCNU Jepara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama harus diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada masyarakat. Pengurus NU harus mampu menjemput bola, hadir di tengah masyarakat, mengetahui persoalan yang dihadapi warga,

“Memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Konferensi itu dihadiri unsur Forkopimcam Kedung, jajaran pengurus NU, para ulama, tokoh masyarakat dan pengurus badan otonom (Banom) NU. Acara juga dihadiri delegasi dari seluruh ranting NU se-Kecamatan Kedung.

Dengan kepemimpinan KH. Masduki Ridlwan sebagai Rois Syuriah dan K. Muhammad Afif sebagai Ketua Tanfidziyah, MWCNU Kedung diharapkan semakin solid dalam menjaga marwah organisasi. Selain itu terpilihnya kembali diharapkan semakin memperkuat ukhuwah, khidmah kepada umat dan kemaslahatan.(KA)

Related posts

Sekolah Nasional Terintegrasi Hadir di Jepara, Pendaftaran Mulai Juli 2026

PAC Fatayat NU Batealit Perkuat Sinergi dengan KUA, Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Peduli Sesama, BMT Kopikanu Salurkan Kursi Roda untuk Penderita Diabetes