Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Sunday, October 11, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Nasional

Jadikan Jepara sebagai Pusat Peradaban, Menteri Kebudayaan Luncurkan Buku TATAH 

by Redaksi 11/07/2026
Redaksi 11/07/2026 179 views
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima buku dari panitia
179

​JAKARTA | GISTARA. COM – Upaya menempatkan seni ukir Jepara sebagai pusat peradaban budaya dunia mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Dalam momentum pameran seni ukir TATAH yang telah menyedot lebih dari 53 ribu pengunjung di Museum Nasional Indonesia (MNI), sebuah buku monumental berjudul TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara – Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir resmi diluncurkan pada Jumat, (10/7/2026).

​Peluncuran sekaligus bedah buku yang digelar di Ruang Teater MNI Jakarta ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, serta sejumlah perwakilan kementerian terkait menandai babak baru dalam menempatkan Jepara bukan sekadar sentra industri mebel, melainkan pusat peradaban dengan nilai sejarah yang tinggi.

​Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa seni ukir Jepara merupakan warisan luhur yang menyimpan nilai artistik tinggi sekaligus potensi ekonomi kreatif yang besar.

BACA JUGA: Hitung Mundur Pilkades 2026: Warga Bersiap Menentukan Pemimpin Desa

Karya-karya hebat dari para pengukir Bumi Kartini menurutnya telah lama melanglang buana hingga mancanegara dan menjadi bagian dari industri kreatif global.

“Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia,” ujar Fadli Zon.

​Fadli menilai kehadiran buku ini memiliki nilai strategis yang kuat untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus menawarkan perspektif baru tentang masa depan Jepara sebagai pusat seni ukir dunia. Di tengah kekhawatiran menyusutnya generasi muda yang menekuni seni ukir, Kementerian Kebudayaan berkomitmen meluncurkan langkah konkret lewat pelatihan bersama maestro ukir hingga pengembangan sekolah lokakarya.

BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

​Lebih dari itu, Pemerintah Pusat juga memastikan akan terus mengawal penguatan mekanisme perlindungan tradisi ini di kancah internasional.

“Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya,” kata Fadli, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan pengakuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

​Merespons dukungan besar dari pusat, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyambut baik peluncuran buku ini sebagai instrumen penting bagi pemerintah daerah. Bagi Pemkab Jepara, buku ini menjadi bagian krusial dari strategi memperkenalkan sejarah seni ukir kepada generasi muda agar identitas budaya daerah tidak tergerus arus modernisasi.

​Melihat tingginya antusiasme masyarakat di mana pameran TATAH telah menembus angka 53 ribu pengunjung sejak April 2026, Mas Wiwit, sapaan akrabnya, optimistis seni ukir Jepara punya daya tarik yang luar biasa jika dikelola dengan tepat.

BACA JUGA: Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus

​Bupati menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi Jepara saat ini bukan lagi sekadar menjaga tradisi secara pasif, melainkan bagaimana mengemas seni ukir tersebut agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menarik minat generasi muda.

“Kami berharap melalui buku ini anak-anak muda semakin memahami sejarah seni ukir Jepara sehingga tradisi ini terus hidup dan berkembang,” tegas Mas Wiwit.

​Buku TATAH sendiri menawarkan cara pandang baru dalam membaca sejarah Jepara. Dr. Arif Akhyat, M.A, salah satu penulis buku, menjelaskan bahwa seni ukir direkonstruksi ulang melalui penelusuran artefak dan arsip yang belum banyak dikaji dalam historiografi nasional.

“Buku ini mengajak masyarakat melihat seni ukir sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan identitas Jepara yang terus berkembang,” terangnya.

​Direktur TATAH, Veronica Rompies, menambahkan bahwa peluncuran ini diharapkan memantik ruang diskusi dan riset yang lebih luas, terutama dalam memperhatikan nasib para pengukir sebagai penjaga pengetahuan dan tradisi yang menopang keberlangsungan warisan budaya ini. (KA)

Fadli ZonMebelSeni ukirTATAH
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Hitung Mundur Pilkades 2026: Warga Bersiap Menentukan Pemimpin Desa
next post
Jepara Darurat Narkoba, Polres Ringkus 23 Tersangka dan Sita Ribuan Obat Terlarang 

You may also like

El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

04/10/2026

PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026,  Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan...

02/10/2026

Hindun Anisah Dorong Ekraf Karimunjawa Naik Kelas, Gekrafs Diminta Perkuat Pendampingan

30/09/2026

Kusta Masih Mengintai Anak, Pemkab Jepara Gandeng Guru Percepat Eliminasi Kusta

28/09/2026

BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Mulai November

27/09/2026

Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, 17 Madrasah di Jepara Digelontor Revitalisasi Banpres

20/09/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Akses Wisata Kemujan

    10/10/2026
  • Kemah Bakti Masyarakat XII Resmi Dibuka, Pemkab Jepara Tekankan Pentingnya Kemandirian, Kepedulian, dan Akhlak Mulia

    10/10/2026
  • Desa Tempur Jadi Cermin Kerukunan Umat Beragama di Jepara

    10/10/2026
  • Panggung Utama Festival Literasi Jepara Semarak dengan Aksi Dongeng Edukatif TBM Capung

    09/10/2026
  • Kolaborasi Lintas TBM Semarakkan Festival Literasi Jepara 2026 lewat Dongeng, Seni Kriya hingga Melukis Kaos

    09/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here