JEPARA | GISTARA. COM – Suasana sore yang sejuk dan teduh mengiringi kegiatan pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dengan tema “Keterampilan Kolaborasi dan Team Work” yang diselenggarakan di Ruang Seminar Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Unisnu Jepara, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika dunia akademik maupun dunia kerja abad ke-21.
Mentor BCB Unisnu Jepara sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain, Khoirul Muslimin,
menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan telah mengubah pola kerja masyarakat.
BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional
Menurutnya, dunia kerja kini tidak lagi mengandalkan individu yang mampu bekerja sendiri, melainkan membutuhkan orang-orang yang mampu berkolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi yang inovatif.
“Abad ke-21 adalah era kolaborasi. Organisasi dan perusahaan tidak lagi mencari orang yang hanya pintar secara akademik, tetapi mereka membutuhkan individu yang mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi secara efektif, berpikir kreatif, dan menyelesaikan persoalan bersama,” ujar Khoirul Muslimin.
Ia menerangkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kolaborasi dan team work. Kolaborasi merupakan proses menyatukan ide, keahlian, dan sumber daya berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi dan solusi baru.
Sementara itu, team work merupakan kemampuan anggota tim menjalankan peran masing-masing secara terkoordinasi demi mencapai tujuan bersama. Menurutnya, kedua konsep tersebut saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan dalam organisasi modern.
BACA JUGA: Multaqo LMY Kecamatan Jepara 2026 Ditutup, Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Guru TPQ
Dalam pemaparannya, Khoirul menjelaskan enam manfaat utama kolaborasi, yaitu meningkatkan produktivitas melalui pembagian tugas yang efektif, melahirkan kreativitas dan inovasi dari beragam perspektif, memperkuat komunikasi yang proaktif, menumbuhkan rasa tanggung jawab setiap anggota, mempercepat penyelesaian masalah melalui pemikiran kolektif, serta membangun kepercayaan sebagai fondasi utama kerja sama yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa tim yang efektif memiliki sejumlah karakteristik penting, antara lain tujuan yang jelas dan dipahami seluruh anggota, pembagian tugas sesuai kompetensi, komunikasi yang terbuka, evaluasi yang dilakukan secara berkala, kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif, serta tumbuhnya rasa saling percaya di antara anggota tim.
“Kepercayaan adalah modal terbesar sebuah tim. Ketika komunikasi berjalan terbuka, setiap anggota memahami perannya, dan semua memiliki tujuan yang sama, maka kolaborasi akan menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan bekerja sendiri,” jelasnya.

Khoirul Muslimin, Mentor BCB Unisnu Jepara sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh lima strategi praktis membangun kolaborasi yang efektif. Strategi pertama adalah menetapkan sasaran menggunakan pendekatan SMART Goals, yaitu tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas.
Menurut Khoirul, tujuan yang dirancang dengan baik akan memudahkan tim menyusun langkah kerja sekaligus mengukur keberhasilannya.
Strategi kedua adalah pembagian peran berdasarkan kompetensi setiap anggota. Ia mencontohkan bahwa dalam sebuah proyek jurnalistik terdapat berbagai posisi seperti reporter, penulis naskah, editor, kameramen, fotografer, presenter, hingga media sosial. Setiap anggota memiliki tanggung jawab yang berbeda, namun seluruhnya saling mendukung untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Selanjutnya, strategi ketiga adalah membangun budaya evaluasi melalui rapat berkala. Evaluasi tidak hanya berfungsi mengidentifikasi hambatan, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki proses kerja, memberikan umpan balik, dan meningkatkan kualitas hasil kerja tim secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Pada strategi keempat, Khoirul memperkenalkan berbagai teknologi kolaborasi digital yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, seperti aplikasi penyimpanan dokumen bersama, pengelolaan proyek, komunikasi tim, hingga platform rapat daring.
Menurutnya, penguasaan teknologi kolaborasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki generasi muda karena hampir seluruh organisasi modern telah menerapkan sistem kerja berbasis digital.
Sementara itu, strategi kelima adalah memberikan apresiasi terhadap setiap kontribusi anggota tim. Ia menjelaskan bahwa penghargaan, baik berupa ucapan terima kasih, pengakuan atas prestasi, maupun kesempatan mengembangkan diri, akan meningkatkan motivasi, rasa memiliki, serta komitmen anggota terhadap organisasi.
BACA JUGA: Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus
Selain membahas strategi, Khoirul juga menyampaikan simulasi penerapan kolaborasi dalam proyek jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah produksi berita tidak hanya ditentukan oleh reporter, tetapi juga melibatkan koordinasi seluruh anggota tim mulai dari tahap perencanaan liputan, pengumpulan data, produksi konten, proses penyuntingan, hingga publikasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu harus memahami fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing agar seluruh proses berjalan efektif.
Di akhir pembinaan, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh etika. Menurutnya, setiap anggota tim harus menjunjung tinggi integritas akademik, menghargai perbedaan pendapat, memiliki orientasi pada kepentingan bersama, mengedepankan komunikasi yang santun, serta bersikap inklusif terhadap setiap anggota tanpa membedakan latar belakang.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun kolaborasi, menghargai perbedaan, menjaga integritas, dan menjadi solusi bagi lingkungan. Karakter seperti inilah yang akan membawa kalian menjadi pemimpin di masa depan,” pesan Khoirul. (KA)