Jejak Pengabdian Eko Heri Purwanto

Eko Heri Purwanto bersama istri

JEPARA | GISTARA. COM – Eko Heri Purwanto lahir di Jepara pada 11 November 1975 sebagai anak tunggal dari pasangan Yusman dan Purwati. Dengan postur tubuh yang tinggi, besar, dan berwibawa, ia dikenal sebagai pribadi yang tegas, ramah, serta mudah bergaul. Kerendahan hati dan kepeduliannya terhadap masyarakat membuatnya dihormati oleh warga Desa Kawak.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 1 Kawak, kemudian melanjutkan ke MTsN 1 Jepara dan MAN 2 Kudus. Setelah lulus, Eko Heri Purwanto diterima di Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, gejolak politik dan demonstrasi besar pada tahun 1997–1998 membuat keluarganya memutuskan untuk membawanya pulang ke Jepara sehingga cita-citanya menyelesaikan pendidikan tinggi harus terhenti.

Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Eko Heri Purwanto memilih bangkit dengan bekerja di berbagai bidang. Pada tahun 2000–2007, Eko Heri Purwanto mengembangkan usaha mebel ekspor bekerja sama dengan mitra dari Australia. Selain itu, Eko Heri Purwanto juga pernah menjadi sopir ekspedisi, sopir pariwisata, dan mengelola bengkel mobil.

Beragam pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, pekerja keras, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus

Pada tahun 1999, Eko Heri Purwanto menikah dengan Nanis Susianing. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak dan kini telah memiliki seorang cucu yang melengkapi kebahagiaan keluarga.

Pengalaman hidup dan dunia kerja menjadi bekal ketika Eko Heri Purwanto dipercaya menjabat sebagai Petinggi Desa Kawak. Sebagai kepala desa, Eko Heri Purwanto bertanggung jawab memimpin pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban.

Baginya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari terjalinnya kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Dalam menjalankan amanah, Eko Heri Purwanto merasakan suka dan duka. Kebahagiaan terbesar baginya adalah melihat Desa Kawak terus berkembang dan masyarakat hidup rukun.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Di sisi lain, Eko Heri Purwanto juga harus menghadapi kritik, berbagai persoalan masyarakat, serta mengorbankan waktu bersama keluarga demi menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Salah satu bentuk kepeduliannya terhadap generasi muda terlihat dari dukungannya terhadap kegiatan olahraga. Eko Heri Purwanto selalu mendorong dan memberikan motivasi kepada para pemuda Desa Kawak yang mengikuti perlombaan olahraga sebagai perwakilan desa, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Menurutnya, olahraga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat kebersamaan sekaligus menjadi sarana mengharumkan nama desa.

BACA JUGA: Multaqo LMY Kecamatan Jepara 2026 Ditutup, Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Guru TPQ

Di tengah kesibukannya sebagai kepala desa, Eko Heri Purwanto tetap aktif bekerja di bidang swasta dan gemar bermain bola voli. Baginya, olahraga bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi cara mempererat hubungan dengan masyarakat.

Prinsip hidup yang selalu dipegangnya adalah, “Jangan menilai harga kalau ingin dihargai. Bekerjalah lebih semangat, nanti seseorang yang akan menghargai.” ujar Eko pada penulis (3/7/26).

Prinsip tersebut menjadi pegangan Eko Heri Purwanto dalam mengabdi dan bekerja dengan penuh keikhlasan.

Perjalanan hidup Eko Heri Purwanto membuktikan bahwa kesuksesan lahir dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Dari cita-cita yang sempat tertunda hingga dipercaya memimpin Desa Kawak, Eko Heri Purwanto terus mengabdikan diri untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Andini Imroatul Fahmi, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNISNU Jepara

Related posts

Niswatur Rohmah Cahaya di Balik Pondok Pesantren Al Ikhlas

PKW Cetak Wirausaha Muda Penggerak Ekonomi Kreatif

Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional