Jalan Keberkahan Sang Pendidik: Jejak Langkah dan Pengabdian Rohmatun Subagiyo

Rohmatun Subagiyo, Lc.

JEPARA | GISTARA. COM – Lahir di tengah keluarga yang berkecukupan di Desa Bugel, Jepara, tidak lantas membuat Rohmatun Subagiyo, Lc. enggan menempa kemandirian. Sosok berparas ayu, bertubuh mungil, dan berkulit bersih ini dikenal memiliki pribadi yang tegas, ramah, sekaligus dermawan.
Perjalanan hidupnya dibentuk dari kedisiplinan mondok di MAK Banat NU Kudus hingga keberanian menembus batas belajar di Universitas Al-Azhar, Mesir. Usai merampungkan studi sarjananya tepat waktu di Kairo pada tahun 2001, perempuan yang gemar jalan-jalan ini kini membagikan ilmunya sebagai tenaga kependidikan di SMA NU Kedung, sembari aktif mengelola usaha mebel dan tata rias (MUA) di tanah kelahirannya.
BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Langkah awal pendidikan Rohmatun Subagiyo ditempuh di tanah kelahirannya, Desa Bugel, melalui jenjang TK, MI, hingga MTs Matholi’ul Huda. Benih kemandirian dan keilmuan agamanya semakin terasah kuat ketika ia melanjutkan studi di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Banat NU Kudus.

Meski mulanya bercita-cita melanjutkan kuliah di Yogyakarta, Rohmatun memilih untuk taat pada arahan orang tuanya yang mendorongnya melangkah lebih jauh. Kepatuhan tersebut membawanya menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir hingga meraih gelar sarjana (Lc.).

Tak berhenti di situ, semangat pembelajar membawanya melengkapi kualifikasi profesional dengan mengambil program Kependidikan Akta IV di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Berbekal disiplin keilmuan dan latar belakang akademis yang kokoh dari Timur Tengah, Rohmatun memilih untuk mendedikasikan hidupnya di dunia kependidikan sebagai seorang guru.

BACA JUGA: Catat Tren Positif, Berikut Capaian BAZNAS Jepara Semester Pertama 2026

Pengalaman beradaptasi dengan bahasa, iklim, dan sistem akademik yang ketat di Mesir membentuk mentalitasnya sebagai pendidik yang tangguh dan bijaksana. Kiprahnya sebagai tenaga kependidikan bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian nyata untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berpengetahuan luas, sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini ia emban dari pesantren hingga perguruan tinggi.

Di luar aktivitas utamanya sebagai pendidik, Rohmatun juga menunjukkan geliatnya di dunia bisnis dan wiraswasta secara fleksibel. Keahliannya di bidang tata rias (Makeup Artist/MUA) mengalir secara alamiah tanpa pernah mengikuti kursus formal, melainkan warisan bakat dari orang tuanya.

Sementara itu, keterlibatannya dalam bisnis mebel bermula dari niat tulus membantu rekan suaminya yang menjadi korban penipuan di Jepara. Kepedulian untuk menyelesaikan masalah tersebut membuahkan kepercayaan besar; sejak tahun 2019, Rohmatun dan suami dipercaya mengelola bisnis mebel tersebut dan terus menjaga amanah itu hingga sekarang.

Dua lini kehidupan, baik akademik maupun wirausaha dapat berjalan selaras berkat hadirnya fondasi keluarga yang harmonis. Rohmatun membangun bahtera rumah tangga bersama suaminya, Afrizal Lubis, Lc., yang senantiasa menjadi mitra sejajar dalam bertukar pikiran dan mengelola berbagai usaha.

Kehangatan keluarga mereka semakin lengkap dengan hadirnya tiga buah hati, yaitu Lia Nafisah Hanan Lubis, Ahmed Zidan El Kamil Lubis, dan Inara Syaili Rahma Lubis, yang menjadi sumber inspirasi serta motivasi terbesar dalam setiap langkah dan perjuangan hidupnya.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional
Kunci keberhasilan Rohmatun dalam melewati berbagai hambatan hidup terletak pada kesederhanaan prinsipnya, yaitu patuh kepada orang tua, sabar, tabah, serta selalu berpikir positif bahwa setiap ujian menyimpan hikmah.

Nilai-nilai hidup ini turut ia pancarkan melalui kontribusi aktif di tengah masyarakat. Sebagai figur yang peduli pada syiar agama, ia mengemban amanah sebagai Ketua Kumpulan Yasinan di Pondok Nurul Falah sekaligus aktif sebagai pengurus di bidang Tahfidzul Qur’an. Lewat peran sosial ini, Rohmatun terus menebar manfaat dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, rekam jejak perjalanan hidup Rohmatun Subagiyo, Lc. memberikan teladan berharga tentang arti ketulusan, kepatuhan, dan ketangguhan.

Dari pengalamannya meniti pendidikan hingga berkiprah di tengah masyarakat, ia menitipkan pesan mendalam bagi generasi penerus untuk senantiasa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

Baginya, apa pun ilmu yang dipelajari di bangku sekolah maupun perkuliahan hendaknya diikuti dengan sungguh-sungguh. Selama diimbangi dengan rasa hormat dan patuh kepada orang tua, setiap prasangka baik dan ikhtiar yang dijalani akan senantiasa membukakan jalan menuju keberkahan hidup.(KA)

Penulis, Fairuz Amalia Chusna, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara

Related posts

Muhammad Ana, Saat Kepercayaan Jadi Amanah

Kesempatan Bertemu Kesiapan, Kisah Taufiq Jadi Bukti Kerja Keras Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Mengabdi Tanpa Jarak: Kisah Naim, Kepala Desa 3 Periode yang Hidup Apa Adanya