Momen Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Ranting NU Sekuro I Dilantik

Pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Sekuro I masa khidmat 2026–2031.

JEPARA | GISTARA. COM — Masyarakat Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, berbondong-bondong memadati halaman TPQ Tahsinul Qori’in, RT 023/RW 05, untuk menghadiri puncak Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan tersebut berlangsung semarak dan semakin istimewa karena dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sekuro I masa khidmat 2026–2031.

Gebyar Maulid dikemas melalui beragam kegiatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keagamaan, sosial, seni, hingga pemberdayaan ekonomi. Keterlibatan warga, khususnya anak-anak dan para santri, turut menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat Desa Sekuro.

Ketua Panitia Gebyar Maulid, Wawan Wahyudi, mengatakan rangkaian kegiatan dirancang untuk melibatkan masyarakat secara luas. Kegiatan tersebut meliputi bazar UMKM warga lokal, pawai ta’aruf santri, panggung pentas seni, lomba mewarnai kaligrafi, lomba peragaan busana anak, hingga aksi sosial berupa khitan massal.

BACA JUGA: Menumbuhkan “Agripreneur” Cilik: Implementasi Urban Farming Berbasis STEM di SDN 7 Klumpit Kudus

“Gebyar Maulid ini memiliki banyak rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat dan santri. Selain sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan warga,” ujar Wawan Wahyudi, yang juga dipercaya sebagai Wakil Bendahara Pengurus Ranting NU Desa Sekuro I.

Menurut Wawan, peringatan hari besar Islam tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang partisipasi sosial, pembinaan seni, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Rangkaian Gebyar Maulid kemudian ditutup dengan pengajian umum yang dirangkaikan dengan prosesi pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Sekuro I masa khidmat 2026–2031. Prosesi pembacaan ikrar dan pelantikan pengurus dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Khayatun Abdullah Hadziq.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81

Kepengurusan Ranting NU Desa Sekuro I periode 2026–2031 terdiri atas jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Pada jajaran Syuriyah, K. Zaenal Arifin dipercaya sebagai Rais, didampingi tiga Wakil Rais, yakni K. Ahmad Rofiq, H. Abdul Malik, dan H. Musyahid. Posisi Katib dipercayakan kepada K. Rohmat dengan H. Jemadi sebagai Wakil Katib. Sementara itu, jajaran A’wan diisi Ust. Abdul Munif, Ust. Syukron Al Hafidz, Ust. Zainal Abidin Al Hafidz, dan Ust. Ahmad Hasan.

Pada jajaran Tanfidziyah, H. Mariyoto dipercaya sebagai Ketua, didampingi empat Wakil Ketua, yaitu H. Fatkhur Sugiatmoko, H. Badruddin, H. Fadkun Najar, dan Ust. Harmanto. Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Mohamad Jamil, dengan Ahmad Halimin dan Ari Syahrudin sebagai Wakil Sekretaris.

Adapun bidang keuangan dipercayakan kepada H. Jumaidi sebagai Bendahara dan Wawan Wahyudi sebagai Wakil Bendahara.

BACA JUGA: Jepara Rolling Sabet 7 Emas di Kejurnas Sepatu Roda Gunungkidul 2026

Sementara itu, kepengurusan lembaga diisi oleh Ust. Gunawan Amrillah sebagai Ketua Lembaga Takmir Masjid serta K. Nurul Taufiq sebagai Ketua Lembaga Dakwah. H. Ali Akhwan lembaga perekonomian umat. Modin Ahmad Afif Ketua Lazisnu. H. Mujoko membawahi bidang LKKNU, Ponco Edi S membidangi Wakaf serta H. Sururi dengan Lembaga seni hudaya Islam.

Puncak pengajian menghadirkan KH Nur Khafid dari Mantingan, Jepara, yang memberikan tausiyah dan siraman rohani kepada jemaah yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Khayatun Abdullah Hadziq, memberikan sejumlah nasihat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang memiliki kekuatan di berbagai bidang agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., Anggota DPR RI Fraksi PKB Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Tiga kekuatan yang ditekankan adalah al-qawiyyu iqtishādiyyan atau kuat secara ekonomi, alqawiyyu ‘ilmiyyan atau kuat secara keilmuan, dan al-qawiyyu ijtimā‘iyyan atau kuat secara sosial.

“Pengurus harus berupaya menjadi organisasi yang kuat secara ekonomi, kuat secara keilmuan, dan kuat secara sosial. Kekuatan tersebut menjadi modal penting agar organisasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan dengan gaya jenaka bahwa surat keputusan (SK) kepengurusan yang telah diterbitkan PCNU Jepara memang tidak dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh pinjaman dari bank maupun BMT. Namun, menurutnya, SK tersebut memiliki makna yang jauh lebih penting sebagai bagian dari sanad perjuangan dalam menjalankan khidmah ke-NU-an.

“SK ini memang tidak bisa dijadikan jaminan bank atau BMT. Namun, yakinlah bahwa SK ini menjadi yg sanad perjuangan yang menyambung kepada Rasulullah SAW. NU didirikan oleh para ulama, di antaranya KH Hasyim Asy’ari. Karena itu, perjuangan panjenengan semua adalah bagian dari ikhtiar untuk menegakkan agama Allah SWT,” pesannya. (KA)

Related posts

Sambut Muktamar ke-35, PCNU Jepara Satukan Doa dan Harapan

Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Kampung Kamboja Srobyong Pererat Keakraban

Jalannya Mulus, Warga Bulungan Gelar Syukuran