SEMARANG | GISTARA.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tak hanya menjadi ajang adu kemampuan membaca Al-Qur’an. Gelaran ini juga membuka panggung bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk unggulannya.
Beragam produk khas Nusantara dipamerkan di Plaza Simpang Lima, Kota Semarang, pada 12–20 September 2026. Mulai mutiara Ternate, batik bermotif burung kasuari Papua Barat, kain tenun endek Bali, hingga aneka kuliner dan produk halal.
Sebanyak 150 stan ambil bagian dalam pameran tersebut. Selain UMKM dari 38 provinsi, terdapat stan OPD Pemprov Jateng, kriya kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 70 stan kuliner, serta 20 stan kuliner halal.
BACA JUGA: Gus Kikin: Dari Dunia Pelayaran menjadi Nahkoda PBNU
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, kehadiran UMKM berbagai daerah menjadi bagian dari upaya agar manfaat MTQ Nasional dirasakan lebih luas.
“Dengan pameran MTQ ini, kita libatkan 38 provinsi untuk menghadirkan UMKM-nya, kriya-nya datang ke Jawa Tengah. Jadi kami tidak ingin maju Jawa Tengah sendiri,” ujarnya.
Salah satu yang menarik perhatian adalah mutiara Ternate dari Maluku Utara. Selain mutiara, stan tersebut menghadirkan kerajinan kulit, wastra, rempah-rempah, minuman herbal, dan kopi.
Dari Papua Barat, pengunjung disuguhi batik dan kain bermotif burung kasuari serta rumah kaki seribu, yang dijual sekitar Rp250 ribu–Rp300 ribu. Ada pula aksesori mutiara serta produk herbal seperti buah merah dan sarang semut.
BACA JUGA: Kafilah Jepara Resmi Dilepas ke MTQ Nasional, Pemkab Siapkan Reward bagi Peraih Juara
Sementara Bali membawa kain tenun endek, mukena, sarung pantai, pakaian, hingga kuliner. Sejumlah produk bahkan mulai diburu pengunjung sejak hari kedua pameran.
Menurut Taj Yasin, MTQ Nasional diperkirakan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun, berdasarkan penghitungan BPS terhadap aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Ia berharap pertemuan UMKM dari berbagai daerah tidak berhenti pada transaksi jual beli, tetapi berkembang menjadi jejaring dan kerja sama ekonomi antardaerah.
“Ini persaudaraan kita, Negara Republik Indonesia, yang harus kita jaga potensinya. Kita sengkuyung bareng-bareng,” tegasnya.(KA)