JEPARA | GISTARA. COM – Sebanyak 100 penerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Masyarakat yang digelar Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Bidang Penanganan Fakir Miskin Tahun 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Mental Wirausaha dan Kiat Membangun Usaha sampai Berhasil” tersebut berlangsung di Aula Sultan Hadirin, Gedung OPD Bersama Kabupaten Jepara, Kamis (14/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan motivasi sekaligus pembekalan kepada masyarakat penerima bantuan agar mampu mengembangkan bantuan yang diterima menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan motivasi dan bimbingan kepada para penerima program bantuan pengembangan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Jepara Lakukan Rotasi, 27 Pejabat Tempati Posisi Baru
Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar penerima bantuan tidak hanya mendapatkan dukungan modal, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
“Bimtek dilakukan sebagai upaya untuk memberikan motivasi serta bimbingan kepada penerima program bantuan pengembangan ekonomi masyarakat, agar pengelolaan usahanya dapat berjalan lancar,” ujar Imam Maskur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi kewirausahaan dari Achmad Sochib, owner Azola Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam membangun usaha tidak semata-mata ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh pola pikir dan ketahanan mental seorang pelaku usaha.
Achmad Sochib menyampaikan bahwa sekitar 80 persen kunci keberhasilan bisnis ditentukan oleh pola pikir dan ketahanan mental pemiliknya.
Semangat, peserta mengikuti pelatihan sampai selesai
“Ketika seseorang ingin membangun usaha, yang pertama harus dibangun adalah mental dan pola pikirnya. Modal memang penting, tetapi kemampuan untuk bertahan, belajar, dan mencari solusi ketika menghadapi masalah jauh lebih menentukan keberlangsungan sebuah usaha,” jelasnya.
Ia kemudian memaparkan tiga pilar utama mental wirausaha yang perlu dimiliki oleh setiap pelaku usaha.
Pertama, pola pikir bertumbuh (growth mindset), yakni kemauan untuk terus belajar, melakukan evaluasi, dan melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar
Kedua, ketangguhan mental. Menurutnya, dunia usaha tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Karena itu, pelaku usaha harus memiliki mental yang kuat agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan maupun berbagai kendala.
Ketiga, fokus pada solusi. Seorang pengusaha dituntut tidak berhenti pada persoalan yang dihadapi, tetapi mampu mencari jalan keluar dan mengambil langkah yang tepat.
Selain membangun mental wirausaha, Achmad juga mengingatkan peserta agar mampu “mengenali medan perang” sebelum memulai maupun mengembangkan bisnis.
Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami kondisi pasar dan tidak sekadar mengikuti bisnis yang sedang menjadi tren. Pengusaha harus mampu melihat kebutuhan konsumen, memahami market, serta menemukan keunikan atau keunggulan yang membedakan produknya dari kompetitor.
“Jangan hanya ikut-ikutan bisnis yang sedang tren. Kenali pasarnya, pahami kebutuhan konsumen, dan temukan keunikan usaha kita. Dari situlah peluang untuk memenangkan persaingan bisa dibangun,” ungkap Sochib.
Melalui Bimtek tersebut, para penerima bantuan KUBE dan UEP diharapkan tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan yang kuat, tangguh menghadapi tantangan, serta mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.(KA)