Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

Trans Jateng

JEPARA | GISTARA.COM – Warga Jepara, Kudus, dan Pati diproyeksikan segera memiliki layanan transportasi umum terintegrasi. Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan, saat ini pemerintah masih menyusun rencana induk layanan tersebut. Penyusunannya ditargetkan rampung pada 2027 sebelum masuk tahap operasional.

“Penyusunan rencana induk sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada 2027, dengan proyeksi operasional pada 2028,” kata Gus Wabup Hajar.
Hal itu disampaikan saat mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di halaman Kantor Unit Pelabuhan Kelas II Jobokuto, Jepara, Kamis (17/9/2026).

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung layanan tersebut. Mulai data, penentuan rute, halte, integrasi antarlayanan transportasi hingga dukungan kebijakan.

454 Titik Penerangan Jalan Ditangani
Di sektor infrastruktur perhubungan, sepanjang 2026 pemerintah menangani penerangan jalan di 454 titik yang tersebar pada 28 lokasi atau ruas jalan. Penanganan itu juga mencakup meterisasi terhadap 133 sambungan.

Dukungan datang dari sejumlah pihak. Bhumi Jati Power memasang 55 lampu di ruas Kaliaman-Bondo. Sementara 60 lampu di ruas jalan nasional Margoyoso-Krasak dan Lebuawu-Rengging ditangani melalui APBN.

Pemprov Jawa Tengah juga membangun Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Nalumsari untuk mendukung keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.

BACA JUGA: PKB Jepara Konsolidasikan 16 DPAC, Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Wabup Hajar menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan atas berbagai capaian sepanjang 2026.

Namun, pembangunan infrastruktur menurutnya harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan budaya keselamatan. Infrastruktur yang memadai tidak akan optimal tanpa disiplin petugas dan kepatuhan masyarakat.

“Infrastruktur yang baik perlu disertai disiplin, pengawasan, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat,” pungkasnya. (KA)

Related posts

Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2,  Yaptinu Serahkan Enam Mobil Baru