Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

Khoirul Muslimin, mentor BCB sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara

JEPARA | GISTARA. COM  – Suasana sore di Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Unisnu Jepara tampak berbeda. Sejumlah mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Unisnu Jepara Angkatan ke-3 mengikuti pembinaan rutin bulanan dengan penuh semangat.

Pembinaan yang berlangsung di Ruang Seminar FKD Unisnu Jepara Lantai IV dengan mengangkat tema Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan, Rabu (16/9/2026).

Khoirul Muslimin, selaku mentor BCB Unisnu Jepara sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain, menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan perintah. Seorang pemimpin juga perlu mampu berkomunikasi, memberikan bimbingan, membangun semangat, menjaga disiplin, serta melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan.

BACA JUGA: PKB Jepara Konsolidasikan 16 DPAC, Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Dalam materi tersebut, mahasiswa dikenalkan dengan beberapa tipe kepemimpinan, antara lain otokratik, karismatik, paternalistik, demokratik, dan laissez-faire. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda dalam mengendalikan tim, membangun hubungan, serta memberikan ruang kepada anggota untuk berpartisipasi.

Selain itu, kepemimpinan juga dikaitkan dengan kredibilitas. Seorang pemimpin membutuhkan kredibilitas personal melalui integritas, kredibilitas sosial melalui kemampuan menghargai dan bekerja sama dengan orang lain, serta kredibilitas profesional melalui kompetensi dan keterampilan yang dimiliki.

“Jadilah pemimpin yang mengayomi, bukan yang menguasai.” Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam materi pembinaan yang mengutip pemikiran Ir. Soekarno tentang kepemimpinan.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Mahasiswa diajak memahami bahwa keputusan yang baik perlu diawali dengan kemampuan membaca akar persoalan. Pemimpin tidak dianjurkan bertindak terburu-buru, tetapi perlu membedakan antara masalah inti, gejala, dan penyebab masalah.

Mahasiswa BCB Unisnu Jepara

“Pengambilan keputusan juga tidak selalu harus dilakukan seorang diri. Pelibatan anggota tim dapat disesuaikan dengan informasi, keahlian, dan peran masing-masing pihak. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak berhenti pada pilihan, tetapi juga diikuti tanggung jawab terhadap komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasinya.” ungkap Khoirul Muslimin dengan penuh semangat

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa diberikan studi kasus mengenai kepanitiaan Festival Kreativitas Mahasiswa. Dalam kasus tersebut terdapat persoalan berupa menurunnya partisipasi anggota, konflik internal antar divisi, keterbatasan anggaran, dan perbedaan pandangan mengenai keberlanjutan kegiatan.

Melalui studi kasus itu, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar mencari jawaban, tetapi belajar menyusun langkah penyelesaian masalah secara sistematis. Mereka ditantang untuk menentukan keputusan dengan mempertimbangkan kondisi, informasi, sumber daya, serta pihak-pihak yang terlibat.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar

Khoirul Muslimin juga menyampaikan penguatan tentang Formula 5P, yaitu Passion (minat), Persistence (kegigihan), Patience (kesabaran), Privilege (keistimewaan atau kesempatan), dan Prayer (doa).

“Pencapaian target membutuhkan minat, kegigihan, kesabaran, kemampuan memanfaatkan kesempatan, serta ikhtiar yang disertai kepasrahan kepada Allah swt,” tandas Khoirul Muslimin

Bagi mahasiswa penerima BCB, pembinaan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin bulanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengasah karakter dan kesiapan menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui tema kepemimpinan dan pengambilan keputusan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menjadi anggota tim yang baik, tetapi juga siap mengambil peran ketika dipercaya menjadi pemimpin. Sebab, kepemimpinan pada akhirnya bukan sekadar tentang posisi, melainkan tentang kemampuan mengarahkan, mengayomi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihan yang telah dibuat.  (KA)

Related posts

80 Guru Inti KKMTs 02 Jepara Digembleng Menyusun Soal Asesmen Berkualitas

Dari Serbuk Kayu Jadi Cerita Laut, 150 Anak Jepara Unjuk Kreativitas

Bukan Sekadar Berkemah, 501 Pramuka Karimunjawa Belajar Jaga Alam dan Peduli Sesama