Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Wednesday, November 4, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Harlah ke-69 YAPI Nahdlatul Fata, Meneguhkan Kembali Peran Orang Tua dalam Pendidikan

by Redaksi 19/09/2026
Redaksi 19/09/2026 118 views
H. Nur Khandir Pembina Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan
118

JEPARA | GISTARA. COM – ” Sekompeten apapun gurunya, semanajerial apapun Kepala Madrasah/ Sekolah, dan sebagus apapun madrasah/ sekolah, serta sebagus apapun sistem pendidikannya, akan tetap kalah jika pendidikan pertama dari rumah tidak didapatkan oleh murid-murid kita dengan baik, karena ” Al Ummu Madrasatul Ula”, orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, ” demikian tegas H. Nur Khandir mengawali refleksi 69 tahun Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan mengabdi.

Memasuki usia ke-69 tahun, Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Nahdlatul Fata Petekeyan menggelar acara Peringatan dan refleksi kolektif. Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi mendalam terkait arah pengelolaan pendidikan, peran tenaga pendidik, hingga kesiapan alumni dalam menghadapi tantangan zaman.

Yayasan Pendidikan Islam Nahdlatul Fata Petekeyan yang telah memasuki tahun ke- 69 ini telah mengelola berbagai lembaga pendidikan dan badan usaha, yaitu KB- RA Unggulan Nahdlatul Fata, MI Nahdlatul Fata, MTS-MA NU Nahdlatul Fata, TPQ 1 Nahdlatul Fata, TPQ 2 Nahdlatul Fata, TPQ 3 Nahdlatul Fata. Pada Jenjang Madrasah Diniyyah mengelola Madin Awwaliyah Nahdlatul Fata dan Madin Wustho Nahdlatul Fata. Yapi Nahdlatul Fata juga mengelola Pondok Pesantren dan memiliki Badan Usaha, KSU Nafa Takaful.

Dalam narasinya, H. Nur Khandir Pembina Yapi Nahdlatul Fata refleksi menggarisbawahi bahwa kemajuan sebuah madrasah tidak bisa hanya bertumpu pada pihak sekolah. Peran orang tua di rumah merupakan fondasi paling strategis. Tanpa pengawasan dan pendidikan dasar yang kuat dari keluarga, kerja keras guru dan kepala madrasah di sekolah tidak akan memberikan hasil yang optimal.

BACA JUGA: PERSIMANU 2 Digelar, Pelajar Ma’arif NU Jepara Didorong Ukir Prestasi

Di sisi lain, H. Nur Khandir yang juga anggota Dewan Pendidikan Jepara mengatakan bahwa sosok pendidik dituntut untuk menjadi teladan nyata. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus tegas dalam membangun kedisiplinan—yakni menegakkan aturan secara tenang, logis, dan penuh rasa hormat. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa, menjaga kesehatan mental mereka, dan membuat setiap murid merasa dihargai.

Refleksi Harlah ke-69 yang dihadiri organ Yapi Nahdlatul Fata, Kepala Lembaga beserta jajarannya, Komite Madrasah, stakeholders Yapi Nahdlatul Fata, dan sejumlah undangan juga membawa pesan kuat bagi para alumni YAPI Nahdlatul Fata. Para lulusan diimbau untuk berani merancang masa depan sesuai minat (passion) serta memilih lingkungan kerja atau sosial yang mampu menghargai potensi mereka.

Pemberian beasiswa kepada guru di lingkungan Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan

Para alumni diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat—seperti halnya padi yang berisi atau benda langit yang menerangi—dan bukan menjadi sosok pembawa masalah bagai ilalang. Untuk mencapai hal tersebut, menjaga adab, memelihara akhlak mulia, serta terus meng-upgrade kapasitas diri menjadi syarat utama agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Tokoh pendidikan H. Nur Khandir memberikan pandangan kritis terkait dinamika pengelolaan madrasah. Ia memaparkan beberapa faktor utama yang kerap membuat lembaga pendidikan stagnan, di antaranya:
Pertama, Kepemimpinan dan SDM. Kepemimpinan yang minim visi serta figur guru yang enggan belajar.
Kedua, Lingkungan dan Kultur Budaya sekolah yang toxic dan tertutup dari evaluasi berkala.
Ketiga, Pola Didik, orientasi yang melulu pada aspek akademik hingga mengesampingkan.
Keempat, Pembentukan karakter, kreativitas, dan kesehatan mental anak.
Kelima, Partisipasi, Rendahnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.

BACA JUGA: PKB Jepara Konsolidasikan 16 DPAC, Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sebagai pembanding, H. Nur Khandir merumuskan indikator utama madrasah berprestasi dan modern, yang meliputi:

– Kedisiplinan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan (*stakeholders*).
– Pembelajaran inovatif yang berpusat pada murid (student-centered).
–  Kepemimpinan yang visioner, amanah, dan responsif.
– Sarana dan prasarana yang representatif serta kesejahteraan guru yang terjamin.
– Peningkatan prestasi akademik/non-akademik yang berimbas pada naiknya kepercayaan publik.
– Lingkungan belajar yang religius, bersih, aman, dan berkarakter.

Pada momen tersebut H. Nur Khandir me- Launching buku ke- 7 karyanya berjudul, ” Ma’arif NU Jepara, Kugapai dalam Kenangan.” dan penyerahan beasiswa S2 dari Yapi Nahdlatul Fata untuk guru- guru MI Nahdlatul Fata dan guru KB- RA Unggulan Nahdlatul Fata yang melanjutkan jenjang S2.

KH. Muharror Afif yang didaulat sebagai pembicara memberi dorongan moral kepada guru-guru Yayasan agar terus berkhidmah memberi manfaat kepada murid dan masyarakat karena amalnya akan abadi meskipun mereka telah wafat. ( KA/Sub)

HarlahPendidikanTapi Nahdlatul Fata Petekeyan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
PERSIMANU 2 Digelar, Pelajar Ma’arif NU Jepara Didorong Ukir Prestasi
next post
Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, 17 Madrasah di Jepara Digelontor Revitalisasi Banpres

You may also like

Perluas Kerjasama Internasional, Pemkab Jepara Gelar The Diplomatic Forum

04/11/2026

Festival Rebana Haul ke-19 KH M. Abdul Jamil Syarwi, Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda pada...

04/11/2026

100 Hari Kerja Ranting NU Tahunan: Sertifikasi Wakaf Masjid hingga Pembentukan Modin Perempuan Jadi...

04/11/2026

Pilpet Desa Kecapi: Sukambali Unggul Telak, Warga Berharap Pembangunan Berkelanjutan

03/11/2026

Desa Tegalsambi Wakili Jateng di Lomba Desa Tingkat Nasional, Kemendagri Lakukan Klarifikasi Lapangan

03/11/2026

Octofest 2026, Pelaku Industri Mebel Jepara Didorong Pahami Prosedur Ekspor

02/11/2026

Terkini

  • Perluas Kerjasama Internasional, Pemkab Jepara Gelar The Diplomatic Forum

    04/11/2026
  • FKUB Jepara Ikuti Rakor se-Jawa Tengah, Dorong Transformasi Kerukunan Menuju Solidaritas Aktif

    04/11/2026
  • Festival Rebana Haul ke-19 KH M. Abdul Jamil Syarwi, Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda pada Tradisi Islam 

    04/11/2026
  • 100 Hari Kerja Ranting NU Tahunan: Sertifikasi Wakaf Masjid hingga Pembentukan Modin Perempuan Jadi Prioritas

    04/11/2026
  • 590 Murid MI Adu Kompetensi di KOSMA 2026, Cetak Generasi Unggul dan Bertakwa

    04/11/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here