JEPARA | GISTARA.COM – Pemilihan Petinggi (Pilpet) Jepara menjadi ruang penting untuk menguji kualitas demokrasi di tingkat desa. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Selapanan Rabu Malam Kamis Wage yang digelar kader dan alumni PMII Jepara di Wisma Pergerakan Karangkebagusan, Rabu malam (23/9/2026).
Diskusi mengangkat tema “Menguji Kualitas Demokrasi dalam Pemilihan Petinggi Jepara” dengan menghadirkan Anggota KPU Jepara, Siti Nur Wakhidatun, S.Sos, sebagai narasumber.
Menurut Siti, Pilpet hanya berlaku bagi desa yang sistem pemerintahannya dipimpin oleh petinggi. Pada pelaksanaannya, Pilpet Jepara akan berlangsung dalam dua gelombang, yakni 24 desa pada gelombang pertama di tahun 2026 dan 160 desa pada gelombang kedua di tahun 2027. Pemungutan suara Pilpet tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
BACA JUGA : Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus
Ia menjelaskan, kualitas demokrasi dalam Pilpet dapat diuji melalui tiga pendekatan teori.
Pertama, teori deliberatif, yang melihat demokrasi dari tersedianya ruang publik bagi masyarakat untuk mendiskusikan kebijakan dan visi-misi calon. Ruang tersebut idealnya tidak hanya berupa penyampaian visi-misi, tetapi juga memungkinkan adanya debat antar calon secara substantif.
Kedua, teori keadilan pemilu. Demokrasi harus menjamin perlindungan hak pilih, penegakan hukum terhadap pelanggaran, bebas dari intimidasi serta adanya kesetaraan antarkandidat. Dalam konteks Jepara, Perda Nomor 2 Tahun 2022 juga mengatur penghapusan uang jaminan bagi calon petinggi.
Ketiga, teori partisipasi, yakni sejauh mana keterlibatan masyarakat dapat berkontribusi terhadap kebijakan pemerintah maupun hasil pemilihan.
Dalam forum tersebut, Siti juga mendorong kader PMII mengambil peran aktif dalam mengawal Pilpet. Kader PMII diharapkan menjadi pelopor literasi kepemiluan, terutama membantu masyarakat memilah informasi dan membedakan informasi yang benar dari informasi yang menyesatkan.
Selain itu, kader didorong menjadi pengawas independen dengan berani melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak yang berwenang.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan terkait pentingnya menjaga Pilpet agar berlangsung demokratis.
Salah seorang peserta, Alpeng, mengajak seluruh pihak menjauhkan pelaksanaan Pilpet dari praktik politik uang.
BACA JUGA: Ulil Albab Ajak Pramuka Melek Perda dan Berani Ambil Peran
Ketua PC PMII Jepara, M. Nur Fazari, juga mengajak kader yang desanya menyelenggarakan Pilpet untuk terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi di tingkat desa.
“Jika menemukan pelanggaran, kader harus berani melaporkannya kepada pihak yang berwenang,” pesannya.
Kegiatan selapanan diawali pembacaan Maulid oleh Tim Hadrah Ashabussafaah PC PMII Jepara, dilanjutkan tahlil yang dipimpin Mustolahudin. Acara juga dimeriahkan penampilan tari tradisional dari Teater Eling PC PMII Jepara.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua PC IKA PMII Jepara Kusdiyanto, M.Pd, Sekretaris PC IKA PMII Jepara Ngateman, sesepuh PMII Jepara Sobirin, Harun Salim, serta para alumni lainnya. (KA)