JEPARA | GISTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat langkah antisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian. Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari pembenahan irigasi, pembangunan embung dan bendung, hingga pengeboran sumur dalam di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Mudhofir mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama saat memasuki musim tanam dengan curah hujan terbatas.
Hal itu disampaikannya saat meninjau Embung Belik Gesing di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Jumat (25/9/2026).
Menurut Mudhofir, kekurangan pasokan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko puso atau gagal panen. Karena itu, petani didorong menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing.
BACA JUGA: Ulil Albab Ajak Pramuka Melek Perda dan Berani Ambil Peran
“Pemkab Jepara berupaya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani agar penggunaan air bisa lebih efisien,” kata Mudhofir.
Pendampingan PPL menjadi bagian dari strategi tersebut. Petani diberikan penyuluhan mengenai pola dan teknik pertanaman yang disesuaikan dengan kondisi sumber daya air.
Dari sekitar 21 ribu hektare Lahan Baku Sawah (LBS) di Jepara, sekitar 30 persen masih ditanami padi pada musim tanam ketiga. Kondisi ini membuat pengelolaan air menjadi semakin penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian.
BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa
Pemkab juga mendorong pembangunan embung di wilayah yang memiliki sumber air. Embung Belik Gesing menjadi salah satu contohnya. Embung berkapasitas sekitar 500 meter kubik tersebut mampu mendukung pengairan lahan pertanian sekitar 11 hektare.
“Kalau ada sumber air di dekat lahan pertanian, kami minta diinformasikan agar bisa kami fasilitasi,” ujar Mudhofir.
Namun, embung bukan satu-satunya solusi. Saat kemarau berlangsung panjang dan sumber air terbatas, embung tetap berpotensi mengalami kekeringan.
Karena itu, DKPP Jepara juga membangun 30 titik sumur dalam pada tahun ini. Tiga di antaranya dilengkapi tenaga surya untuk mendukung operasional pompa, khususnya di lokasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi pertanian.
BACA JUGA: PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026
Bagi Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1, Embung Belik Gesing mulai memberikan manfaat nyata. Embung yang dibangun melalui bantuan Kementerian Pertanian itu kini telah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air petani dan akan dilanjutkan tahap finishing pada tahun depan.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1, Zainal Sholikin, mengatakan embung tersebut membantu menjaga pasokan air bagi sekitar 20 petani yang menanam padi, jagung, dan kacang.
“Adanya embung membuat debit air lebih terjamin,” ujarnya.
Penguatan infrastruktur air dan pendampingan petani tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jepara menjaga lahan pertanian tetap produktif sekaligus menekan risiko gagal panen ketika musim kemarau datang.(KA)