Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

Dr Haryanto, dosen Pascasarjana Unisnu Jepara memberikan kultum di Masjid Kampus

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana sejuk dan khidmat terasa di Masjid Ar-Robbaniyyin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara selepas salat Zuhur. Para jamaah menyimak kultum yang disampaikan Dr Haryanto, dosen Pascasarjana Unisnu Jepara, mengenai korelasi Surat Al-Alaq ayat 1–5 dengan manajemen pembelajaran, Senin (12/10/2026).

Dalam kultumnya, Dr Haryanto menjelaskan bahwa lima ayat pertama Surat Al-Alaq mengandung nilai-nilai penting yang dapat dijadikan landasan dalam mengelola proses pendidikan. Menurutnya, ayat-ayat tersebut tidak hanya menekankan pentingnya membaca dan menuntut ilmu, tetapi juga mengajarkan prinsip perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.

“Surat Al-Alaq ayat 1–5 memiliki hubungan yang erat dengan manajemen pembelajaran karena mengandung prinsip-prinsip dasar tentang tujuan pendidikan, proses memperoleh ilmu, peran pendidik, penggunaan metode pembelajaran, dan pengembangan potensi manusia,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa perintah iqra’ atau membaca pada ayat pertama menjadi pengingat bagi pendidik agar merancang pembelajaran secara terarah dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan. Guru perlu menetapkan tujuan, memilih materi, serta menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

Lebih lanjut, Doktor Haryanto mengungkapkan bahwa ayat kedua, yang menjelaskan penciptaan manusia dari ‘alaq, mengandung pelajaran tentang pentingnya memahami karakteristik dan perkembangan peserta didik. Ia menilai bahwa setiap siswa memiliki kemampuan awal dan kebutuhan belajar yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan.

“Pembelajaran tidak seharusnya disamaratakan. Guru perlu memahami kemampuan awal, kebutuhan, dan tahap perkembangan peserta didik agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif,” tuturnya.

Sementara itu, perintah membaca kembali pada ayat ketiga, menurutnya, menunjukkan pentingnya pengulangan dan pendalaman materi. Proses pembelajaran hendaknya tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk membaca, mengamati, bertanya, berdiskusi, dan berlatih agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Dalam menjelaskan ayat keempat tentang Allah mengajar manusia dengan perantaraan pena, Doktor Haryanto menekankan pentingnya penggunaan media dan sumber belajar. Ia menyebut buku, catatan, perpustakaan, serta teknologi digital sebagai sarana yang dapat mendukung pembelajaran apabila digunakan sesuai dengan tujuan pendidikan.

“Media pembelajaran bukan sekadar pelengkap. Penggunaannya harus membantu peserta didik memahami materi dan mengembangkan pengetahuan secara optimal,” ungkapnya.

Adapun ayat kelima, yang menegaskan bahwa Allah mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya, menjadi dasar refleksi tentang pentingnya pengembangan ilmu secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa guru perlu mengevaluasi hasil belajar, memberikan umpan balik, serta mengidentifikasi kesulitan peserta didik untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

BACA JUGA: Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Akses Wisata Kemujan

Menurut Dr Haryanto, nilai-nilai dalam Surat Al-Alaq juga relevan dengan upaya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan menggunakan sumber informasi yang kredibel perlu dibiasakan sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus disertai sikap bijak, etika, dan tanggung jawab. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan nilai-nilai moral.

Melalui kultum tersebut, Dr Haryanto mengajak jamaah untuk memahami bahwa menuntut ilmu tidak berhenti pada aktivitas membaca dan memperoleh informasi. Proses pendidikan juga mencakup upaya memahami, mengembangkan, dan mengamalkan ilmu secara bertanggung jawab.

Kajian tersebut sekaligus menegaskan bahwa Surat Al-Alaq ayat 1–5 dapat menjadi inspirasi nilai dalam pengelolaan pembelajaran yang terencana, memperhatikan kebutuhan peserta didik, memanfaatkan media secara tepat, serta mengevaluasi hasil belajar secara berkelanjutan. (KA)

Related posts

LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

Menjaga Diri dengan Wira’i dan Iffah