Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, October 24, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
CerpenKolom

Pertemuan

by GISTARA.com 13/08/2022
GISTARA.com 13/08/2022 672 views
Pertemuan
Sketsa Jakarta (Vio)
672
Pertemuan

ILUSTRASI – Pertemuan – Sketsa Pasaraya Blok M Jakarta

Oleh : Vio

 

SEORANG gadis baru saja turun dari bus. Itu pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di Jakarta. Gadis itu datang untuk memberikan kejutan ulang tahun sahabatnya.

“Panas sekali kota ini, padahal kata bunda kemarin habis turun hujan,” keluh gadis itu, sambil mengusap keringat di pelipisnya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menenteng tas berukuran sedang. Ia berjalan ke arah halte mencari taxi.

“Assalamualaikum Mas,” salam seorang pria setelah panggilan itu terhubung. Ia menggunakan earphone karena sedang menyetir mobil BMW hitam kesayangannya.

“Wa’alaikum salam Bang , gimana Abang udah sampai di Indonesia?” tanya pria itu yang tak lain adalah adiknya.

“Iya, ini Abang lagi nyetir,” jawab Aryaan singkat. Matanya memperhatikan jalanan ibukota yang lenggang. Tak seperti biasanya ramai dan macet.

“Ya Allah, kenapa gak naik taxi aja sih Bang? Atau suruh salah satu staf Abang untuk jemput kan bisa? Emang Abang gak capek?, perjalanan dari Belanda ke Indonesia itu jauh loh Bang. Ini dari bandara malah Abang nyetir sendiri.”

Mendengar rentetan pertanyaan dari adik pertamanya, membuat Aryaan terkekeh pelan. “Lebay kamu ,Yo.”

“Ihhh,kok malah di bilang lebay sih Bang? Satrio itu khawatir sama Abang.” ia sebenarnya kesal dengan kakaknya ini, karena gak bisa jaga kesehatannya sendiri, harus selalu di ingetin.

“Abang tau, kamu khawatir. Tapi Abang baik baik saja. Ya, memang Abang capek. Karna habis wisuda langsung terbang ke Indonesia.  Sudah selesai belum?” tanya Aryaan mencoba mengalihkan perhatian adiknya itu

“Abang kebiasaan banget deh,ngalihin pembicaraan. Alhamdulillah, udah selesai semua, tinggal menunggu Abang pulang,” nada kesal dari sang kakak. Yang selalu bisa mengalihkan pembicaraan, tapi ia tetap menjawab pertanyaan Aryaan..

“Oh iya Yo,Panji ikut Bunda dan Ayah kan?, kalau gak ikut, bisa bisa rencana kita gagal nanti.” tanya Aryaan khawatir karena ia tau adik bungsunya itu tidak bisa menjaga rahasia.

“Iya Bang,beres pokoknya.Abang langsung pulang kan?”

“Abang harus ke kantor dulu, udah lama Abang gak mengontrol kantor yang ada di Jakarta.”

“Hmm…, ya udah Abang hati hati,awas aja nanti nabrak .”

“Amit amit, jangan sampai. ya sudah Abang tutup dulu. Assalamualaikum.”

“Wa’alaikum salam”

Setelah mendengar jawaban salam dari sang adik, Aryaan melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan ia merasa mengantuk”kok tiba-tiba ngantuk gini ya?” Gumamnya setelah ia menguap. Aryaan menutup matanya untuk beberapa detik, namun saat ia membuka mata,ia melihat seorang perempuan sedang menyeberang beberapa meter dari mobilnya, dengan segera Aryaan menginjak rem.

Ciiittt…….

BACA JUGA: Pertemuan 2 (Dia Lagi)

Terdengar suara decitan yang di timbulkan dari gesekan ban dan aspal. Ia menghela nafas lega, saat melihat perempuan itu baik baik saja. Walaupun terlihat sekali bahwa perempuan itu terkejut dengan menjatuhkan salah satu tas yang di pegangnnya dan satu tangannya memegang dadanya dengan mulut komat Kamit seperti mengucapkan sesuatu.

“Astaghfirullah ya Allah, Alhamdulillah Engkau masih menyelamatkan hamba”Aryaan mengucap syukur sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.ia turun dari mobil untuk menghampiri perempuan berhijab biru itu, Aryaan mendengar jelas perempuan itu terus merafalkan istighfar sambil menunduk dan memegang dadanya.

“Sorry, are you fine?” tanya Aryaan khawatir.

“It’s okay,no problem,i’am fine,” jawab perempuan itu sambil menunduk.

“Kamu beneran baik baik saja kan?, kalau ada yang terluka. Mari saya antar ke rumah sakit!”

“Saya baik baik saja, sungguh .” Ia mendongak ,untuk beberapa detik pandangan mereka bertemu.

“Masyaallah .”seru Aryaan ketika melihat wajah gadis itu. Buru buru ia mengalihkan tatapannya dan membantu gadis itu untuk mengambil tasnya yang jatuh. Sambil membaca istighfar dalam hati.

“Ini tasnya.” Aryaan dengan ragu memberikan tas itu. Karena ia takut bersentuhan dengan seseorang yang bukan mahramnya.

Yanti yang melihat itupun mengerti dan segera mengambil tasnya dari tangan laki laki itu seraya mengucapkan terima kasih.

“Sekali lagi saya minta maaf atas kecerobohan saya dalam mengendara,” ucap Aryaan tulus.

“Iya,gak papa. Kalau gitu saya permisi dulu ya. Assalamualaikum,” pamitnya seraya tersenyum simpul.

“Wa’alaikum salam.” Jawab Aryaan sambil menatap punggung gadis tersebut yang perlahan hilang dari pandangannya.

” Astaghfirullah, apa yang kamu lakukan itu dosa. Aryaan. Serunya setelah sadar atas apa yang ia lakukan. Kemudian Aryaan berjalan menuju mobil guna melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.

Bersambung…

CerpenDia LagiPertemuanVio
0 FacebookTwitterPinterestEmail
GISTARA.com

previous post
Jadwal Macthday Persijap Jepara Bulan September 2022
next post
Cetak Sejarah, Timnas Indonesia Juara AFF U-16 2022

You may also like

Surat di Bawah Pohon Kenari

08/09/2026

Senja di Beranda Tua

19/08/2026

Sepotong Sore

28/03/2026

Cinta Mata Cinta Jendela Dunia

02/11/2025

Untuk Siapa?

25/10/2025

Ahmad Mi’an: Mengukir Jalan Menuju Generasi Qur’ani

31/07/2025

Terkini

  • IPARI dan MAN 2 Jepara Raih Juara 1 Karnaval Hari Santri 2026

    23/10/2026
  • Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

    23/10/2026
  • Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

    23/10/2026
  • Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

    22/10/2026
  • HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

    22/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here