Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 16, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Catatan Redaksi

RA Kartini dan Dimensi Spiritualitas

by Redaksi 21/04/2025
Redaksi 21/04/2025 598 views
598

Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai simbol emansipasi perempuan Indonesia. Namun di balik semangat perjuangannya yang lekat dengan nilai-nilai modern dan pendidikan, tersimpan kisah spiritual yang mendalam.

Tak banyak yang tahu, semangat “Habis gelap terbitlah terang” yang terkenal itu sejatinya lahir dari pemahaman Kartini terhadap nilai-nilai Islam, khususnya dari ayat 257 Surat Al-Baqarah: “Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya.”

Kisah ini bermula dari rasa haus Kartini akan ilmu, termasuk dalam memahami kitab suci. Pada masa itu, Al-Qur’an hanya diajarkan dalam bahasa Arab tanpa terjemahan, membuat banyak orang Jawa, terutama perempuan, kesulitan memahami makna ayat-ayat suci.

BACA JUGA: Ratu Kalinyamat: Sang Penguasa Perempuan Abad XVI

Kartini merasa gelisah karena tidak bisa memahami langsung ajaran agamanya sendiri. Situasi ini berubah saat ia mengikuti sebuah pengajian di rumah pamannya di Demak.

Dalam pengajian itu, Kartini mendengarkan KH Sholeh Darat, ulama besar dari Semarang, yang menyampaikan tafsir Surat Al-Fatihah dalam bahasa Jawa. Penyampaian sang kiai begitu terang dan menyentuh hati Kartini. Ia akhirnya memberanikan diri untuk meminta KH Sholeh Darat menerjemahkan Al-Qur’an agar bisa dipahami masyarakat awam.

Permintaan itu tidak main-main. Pada masa itu, menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa lokal dianggap kontroversial. Namun Kartini meyakinkan KH Sholeh Darat bahwa ini demi kebaikan umat, khususnya kaum perempuan yang butuh pencerahan melalui pemahaman agama yang benar.

KH Sholeh Darat pun menyanggupi, dan mulai menyusun tafsir berbahasa Jawa dalam aksara Arab Pegon, yang diberi judul Faidhur Rahman. Kitab tafsir ini kemudian diberikan kepada Kartini sebagai hadiah pernikahan—sebuah kado istimewa yang tak ternilai harganya.

Setelah mempelajari tafsir itu, pandangan Kartini berubah. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon pada 27 Oktober 1902, Kartini menulis bahwa ia tidak lagi menganggap Eropa sebagai peradaban tertinggi. Ia bahkan menolak menjadikan murid-muridnya sebagai “orang Jawa kebarat-baratan.”

BACA JUGA: Dibangun Secara Gotong Royong, Gedung Wisma Pergerakan IKA PMII Cabang Jepara Diresmikan

Sebaliknya, ia mulai melihat Islam sebagai agama yang luhur, menjunjung tinggi akhlak, ilmu pengetahuan, dan derajat perempuan.

Kartini bukan hanya pejuang hak perempuan, tetapi juga pencari kebenaran yang tulus. Ia tidak serta merta mengadopsi ide-ide Barat, melainkan mencari jalan yang sesuai dengan akar budaya dan keyakinannya. Perjumpaannya dengan KH Sholeh Darat membuktikan bahwa kebangkitan perempuan bukan berarti meninggalkan agama, tetapi justru bisa tumbuh dari pemahaman agama yang benar.

Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa perjuangan Kartini memiliki dimensi spiritual yang kuat. Ia bukan hanya simbol modernitas, tapi juga sosok santri yang haus ilmu dan ingin agar umat Islam, terutama perempuan, dapat membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik. (KA)

KartiniNgajiSantriSpiritualitas
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Reuni Majelis Alumni IPNU-IPPNU Nalumsari: Komitmen Kaderisasi Berkelanjutan
next post
Momen Istimewa, RA Al Hidayah Langon Peringati Hari Kartini  Bersama Bupati Jepara, Kenalkan Sejarah dan Semangat Kartini Sejak Usia Dini

You may also like

Hari Lahir Pancasila, Menanti Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

01/06/2026

Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara: Kerja Tulus Mewujudkan Jepara Mulus 

10/04/2026

Idulfitri, Kembali Menjadi Diri Sendiri

21/03/2026

Jemput Tahun Baru 2026 dengan Semangat Baru

01/01/2026

Sumpah Pemuda dan Tantangan Zaman: Lawan Hoaks dan Bullying 

28/10/2025

Merdeka dan Hiruk Pikuk Problem Sosial

17/08/2025

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here