Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 22, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Semarangan

Widyaiswara Badiklat Hukum Jateng Dorong Peserta PKN II Kuasai Seni Marketing Kebijakan

by Alena Kiasata 10/09/2025
Alena Kiasata 10/09/2025 226 views
226

SEMARANG | GISTARA.COM — Rabu, 10 September 2025, widyaiswara Balai Diklat Hukum Jawa Tengah memberikan suntikan semangat kepada 60 pejabat eselon II dari berbagai penjuru negeri. Mereka tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda. Di depan para peserta, Dr. Muh Khamdan, berbicara tentang hal yang kerap dilupakan birokrasi, yaitu manajemen strategis kebijakan publik.

Khamdan membuka pembekalannya dengan menekankan pentingnya kesadaran mengidentifikasi isu strategis. Menurutnya, banyak pejabat publik terjebak rutinitas administratif, tak sempat membaca arah regulasi maupun kebutuhan stakeholder. “Kalau isu strategisnya salah baca, kebijakan yang lahir akan gagal menjawab tantangan,” ujarnya.

Suasana ruangan hening. Peserta mencatat serius melalui layar daring masing-masing. Agenda ini menjadi penentu, karena Jumat mendatang mereka akan mempresentasikan rancangan proyek perubahan di LAN Samarinda. Proyek itu bukan sekadar formalitas. Ia akan diuji, apakah benar-benar menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.

BACA JUGA: Bupati Jepara Tuntaskan Peninjauan 75 Anak Calon Siswa SR

Khamdan lalu memperkenalkan istilah yang kini makin akrab di birokrasi, mainstreaming GEDSI, yang mencakup gender equality, disability, and social inclusion. Menurutnya, kebijakan publik hanya akan bermakna bila mampu menjamin akses yang setara bagi semua warga. “GEDSI bukan jargon. Ia adalah keadilan sosial yang konkret dalam pelayanan,” tegasnya.

Pernyataan itu diamini Fonika Affandi, Kepala Lapas Kelas 1 Semarang yang juga ketua angkatan PKN II. “Pengarusutamaan GEDSI harus jadi standar. Tanpa itu, birokrasi hanya melayani sebagian orang,” katanya. Bagi Fonika, materi ini membuka kesadaran baru bahwa layanan publik mesti menjangkau semua kalangan.

Peserta PKN II datang dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Ada pejabat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, serta perwakilan provinsi dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, hingga Bangka Belitung. Latar belakang yang beragam membuat diskusi kian kaya.

Tak berhenti pada isu GEDSI, Khamdan menantang peserta melihat kebijakan dengan kacamata berbeda, yaitu marketing. Ia memperkenalkan marketing mix 7P, yang mencakup product, price, promotion, place, people, process, dan physical environment. Konsep yang lazim di dunia bisnis, ia terapkan untuk sektor publik.

Menurut Khamdan, produk birokrasi adalah layanan publik. Harga bukan rupiah, melainkan ongkos sosial dan administratif yang ditanggung masyarakat. Promosi adalah cara birokrasi menyosialisasikan layanan. Sementara people, process, dan physical environment adalah wajah birokrasi yang langsung dirasakan publik. “Kalau tidak dikelola, publik akan meninggalkan birokrasi,” ujarnya.

Herdianto, Kepala Lapas Bukittinggi, mengaku tercerahkan. “Kami sering bicara layanan publik, tapi jarang melihatnya sebagai produk yang perlu dipasarkan. Konsep 7P ini memberi arah untuk membangun kemitraan strategis dengan stakeholder,” katanya.

Nur Laila, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Utara, menyambung. Baginya, marketing kebijakan harus didukung model tata kelola baru: entrepreneurial governance. “Birokrasi tak boleh bekerja sendiri. Partisipasi stakeholder harus dibangun agar kebijakan punya rasa kepemilikan bersama,” ujarnya.

Pembekalan itu perlahan menggeser cara pandang peserta. Mereka tak lagi melihat birokrasi sekadar mesin administrasi. Birokrasi, kata Khamdan, mesti adaptif, kolaboratif, dan inovatif. “Kalau tidak, kita akan tertinggal. Bukan hanya dari sektor swasta, tapi juga dari tuntutan publik yang semakin kompleks,” ucapnya.

Menjelang akhir sesi, Khamdan menutup dengan kalimat singkat namun mengikat. “Proyek perubahan bukan sekadar laporan. Ia adalah janji birokrasi kepada rakyat. Dan janji itu hanya bisa ditepati bila kita berani berinovasi.” Ruangan hening sejenak, lalu tepuk tangan peserta pecah. Sebuah penanda, bahwa gagasan itu telah menancap di benak mereka. (AD)

Badiklat Hukum JatengBirokrasiPelatihan Kepemimpinan Nasional
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Alena Kiasata

previous post
Lepas Kontingen PORSEMA XIII ke Wonosobo, Bupati Jepara:  Utamakan Persaudaraan dan Sportivitas
next post
Porsema XIII Jawa Tengah Resmi Dibuka, Berikut Harapan Ketua PWNU 

You may also like

Kunjungi Pos Pengamanan, Kapolda Jateng Tekankan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

16/03/2026

ASN Muda Setneg Ciptakan Inovasi Digital untuk Protokol hingga Arsip Kepresidenan

13/03/2026

Dari Bapelkum Semarang, Coaching ASN Muda Bappenas Tajamkan Inovasi Kebijakan

05/03/2026

Kisah Inspiratif Polwan Hafizah Ditpolairud Polda Jateng, Dalami Qirā’ah Sab’ah di Bulan Ramadhan

03/03/2026

Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Al Hikmah Jepara Perkuat Pembangunan Daerah Berbasis...

23/02/2026

Kelas Virtual Latsar Setneg 2026, Dorong Smart Governonanve dan Kerja Adaptif

19/02/2026

Terkini

  • PMII Rayon RA Kartini Soroti Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

    21/10/2026
  • Semarak Hari Santri 2026, 685 Anak TK/RA Jepara Adu Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai

    21/10/2026
  • RMI NU Jepara Gelar Lomba Santri Berprestasi, Kobarkan Semangat Jihad dan Kreativitas

    21/10/2026
  • 25 Anak TK dan PAUD Jepara Adu Kreativitas, Tanamkan Kebiasaan Baik Lewat Dongeng

    21/10/2026
  • Kejar Swasti Saba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    21/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here