Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Budidaya Kambing Jawa Randu Jepara, Hidupkan Ekonomi Warga

by Redaksi 31/01/2026
Redaksi 31/01/2026 384 views
384

JEPARA | GISTARA. COM – Di Desa Plajan dan Suwawal Timur, Kabupaten Jepara, usaha peternakan kambing terus bergerak menghidupkan ekonomi warga. Dari balik kandang-kandang kayu yang sederhana, tersimpan cerita tentang kegigihan dan kebersamaan para peternak yang menggantungkan hidup pada kambing Jawa Randu—jenis kambing yang terkenal tangguh, cepat tumbuh, dan menghasilkan daging melimpah. Bagi para peternak di dua desa ini, Jawa Randu bukan hanya komoditas. Ia adalah sumber harapan, rezeki, dan pengikat kebersamaan.

Ketangguhan dari Kandang-Kandang Desa
Sejak 2007, Hadi Purnomo memimpin Kontak Tani Ternak (KTT) Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji yang beranggotakan 22 orang. Tantangan datang setiap musim hujan: pakan terbatas, kesehatan ternak menurun, dan harga jual kadang tak bersahabat. Namun pendampingan dari DKPP, PPL, hingga BPKH Jawa Tengah membuat kelompok ini tetap bertahan.

Sistem pemerataan kesejahteraan pun diterapkan. Setiap anggota memelihara dua indukan dan hasil anakan disisihkan untuk kas kelompok. Meski harga saat ini melemah—anak jantan empat bulan hanya sekitar Rp1,5 juta, betina tak sampai Rp500 ribu—perawatan tetap dilakukan dengan disiplin: penggembalaan, pemberian pakan rutin, pembersihan kandang, hingga penanganan kesehatan dengan dokter hewan Jepara bila diperlukan.

BACA JUGA: Dongkrak Seni Ukir Jepara, Pemkab Siapkan Pameran Ukir Bertaraf Nasional dan Internasional

“Jawa Randu itu dagingnya banyak, harga lebih terjangkau dibanding PE (Peranakan Etawa) yang harganya mahal namun daging lebih sedikit.,” ujar Hadi. (29/1/26).

Di Suwawal Timur, KTT Ayo Maju 2 di bawah komando Komari menghadapi kendala serupa: penyakit gatal, pilek, batuk, dan gangguan mata. Namun dengan pelatihan silase, teknik perawatan, hingga penyuntikan, kelompok ini mampu merawat 332 ekor Jawa Randu dan menjaga kas hingga Rp6 juta. Saat harga anjlok, mereka memanfaatkan pemasaran online dan pengepul tetap.

Pengecekan kesehatan hewan

“Kalau anjlok, harga juga ikut anjlok jadi kita jual lewat online karena sudah ada pengepul,” tutur Komari selaku Ketua KTT Ayo Maju 2.

Limbah yang Menjadi Manfaat
Bukan hanya ternaknya yang menggerakkan ekonomi, tetapi juga limbahnya. Di Plajan, setiap anggota wajib menyetor satu sak limbah per bulan untuk diolah menjadi pupuk organik. Di Suwawal Timur, limbah difermentasi menggunakan disinfektan dan tetes tebu selama 21 hari sebelum menjadi pupuk siap pakai di sawah anggota.
Siklusnya sederhana: dari ternak, kembali ke tanah, lalu memberi manfaat bagi pertanian desa.

BACA JUGA: Gandeng Tim Gegana Brimob Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, menegaskan bahwa pembinaan dilakukan dari kelembagaan hingga pasca panen. Monitoring rutin selalu dijalankan karena tantangan peternakan muncul setiap saat.

“DKPP juga bersinergi dengan pemerintah pusat dan legislatif agar program benar-benar menyentuh kebutuhan peternak,” kata Mudhofir.

Di lapangan, standar teknis diterapkan: kandang ditinggikan 80 cm, ukuran ideal 2 × 2 meter per ekor, pakan rumput gajah atau fermentasi daun singkong, serta perawatan rutin seperti obat cacing, vitamin, dan vaksin enam bulanan.

Meski harga pasar naik turun, kambing-kambing itu tetap dirawat dengan sepenuh hati. Dari Plajan hingga Suwawal Timur di Kabupaten Jepara, kisah ini menunjukkan bahwa ekonomi desa bisa tumbuh dari kandang yang tak besar, tetapi dikelola dengan ketekunan dan semangat bersama. (KA)

Kambing Jawa RanduKelompok TaniPembuatan pupuk
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Rumah Bersama Ekspor Jateng Diluncurkan, Dorong UMKM Go Global
next post
Peringatan Harlah NU ke-100, KH Nasarudin Umar Tegaskan NU dan Pesantren Satu Kesatuan

You may also like

Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

18/09/2026

3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

18/09/2026

Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

17/09/2026

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2,  Yaptinu Serahkan Enam Mobil Baru

17/09/2026

PKB Jepara Konsolidasikan 16 DPAC, Bidik Kursi Pimpinan DPRD

15/09/2026

21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL...

14/09/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here