Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Nasional

Peringatan Harlah NU ke-100, KH Nasarudin Umar Tegaskan NU dan Pesantren Satu Kesatuan

by Redaksi 31/01/2026
Redaksi 31/01/2026 343 views
343

KH Nasarudin Umar  (foto: IST)

JAKARTA | GISTARA. COM– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sejatinya merupakan pesantren besar yang merawat tradisi keilmuan, akhlakul karimah, serta keutuhan bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan KH Nasaruddin dalam pidato puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Masehi NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Menurut KH Nasaruddin, pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. NU, kata dia, adalah pesantren dalam skala kebangsaan, sementara pesantren menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai ke-NU-an.

“Pondok pesantren tidak bisa dipisahkan dari Nahdlatul Ulama, karena pondok pesantren itu sendiri adalah NU besar,” ujarnya.

BACA JUGA: Peduli Penyiaran, Mas Wiwit Dapat Anugerah KPID Award 2025

Menteri Agama Republik Indonesia tersebut juga menyoroti kuatnya tradisi akhlak di lingkungan pesantren yang menjadi fondasi karakter NU. Ia mencontohkan relasi santri dan kiai yang dibangun atas dasar adab dan keteladanan, meskipun perbedaan pendapat tetap ada.

“Kita melihat bagaimana tradisi pondok. Santri begitu hormat kepada kiai. Sekalipun terdapat perbedaan pendapat, akhlakul karimah tetap menyertai sikap seorang santri,” katanya.

BACA JUGA: Polres Jepara dan Bhayangkari Gelar Baksos untuk Warga Terdampak Banjir Dan Tanah Longsor

Ia menambahkan, nilai akhlak tersebut menjadi penyangga NU dalam menghadapi dinamika internal maupun tantangan eksternal.
KH Nasaruddin juga menyebut NU sebagai keluarga besar yang hidup dengan dinamika, namun tetap terikat dalam satu ikatan kebersamaan dan bersifat inklusif.

“NU ini seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dinamika, tetapi tetap satu keluarga,” ujarnya.
Dalam konteks keindonesiaan yang majemuk, ia kembali menegaskan komitmen NU terhadap prinsip moderasi beragama yang berakar dari tradisi pesantren. Menurutnya, moderasi berarti menempatkan sesuatu secara adil, bukan menyamakan semua hal.

“Yang sama tetap kita samakan, yang berbeda kita akui berbeda,” tegasnya.

Memasuki abad kedua NU, KH Nasaruddin menekankan pentingnya NU untuk tetap menjaga jati diri pesantren yang berlandaskan akhlak, keilmuan, dan persaudaraan, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. (KA)

Harlah NU ke-100KH Nasarudin UmarNUPesantren
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Budidaya Kambing Jawa Randu Jepara, Hidupkan Ekonomi Warga
next post
Musibah Kebakaran PT Chengki, Wabup Jepara Tegaskan Bantu Hak Pendidikan dan Kesehatan Anak Korban

You may also like

Investor Dubai Bidik Jepara untuk Pembangunan Kilang Minyak, Investasi Capai 5 Triliun

17/09/2026

Purbaya Kena Resuffle, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

14/09/2026

BMKG Prediksi El Nino Bertahan sampai Awal 2027

11/09/2026

Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

31/08/2026

Sejarah Panjang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

28/08/2026

Apa itu Muktamar?

27/08/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here