Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 5, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Hadapi Muktamar NU ke-35 di Jombang, NU Tetap “Keramat”

by Redaksi 18/08/2026
Redaksi 18/08/2026 196 views
Oleh: H. M. Shohibul Itmam (Anggota Komisi Pendidikan, Pesantren dan Kaderisasi Ulama, Majlis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Dosen UIN Sunan Kudus)
196
Menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang sepuluh hari kedepan, berbagai isu miring terkait NU tidak bisa dipungkiri di kalangan ummat, Masyarakat-para kyai khususnya jajaran Pengurus Syuriah baik PCNU maupun PWNU se-Indonesia terutama isu politik uang (money politic) dan politik transaksional menjadi sorotan paling hangat serta memicu terjadinya reaksi sekaligus respon tegas dari berbagai pihak baik eksternal maupun internal tentang marwah dan “Keramat” Nahdlatul Ulama yang diyakini banyak pihak.

Dalam kondisi demikian banyak kalangan yang prihatin seperti jajaran syuriah PWNU Jawa Tengah pada rapat harian, Senin 17 Agustus 2026 di kantor PWNU Jawa Tengah dengan menganalisis berbagai persoalan NU dan menyayangkan dugaan rapuhnya organisasi NU sebagai organisasi terbesar di dunia yang melibatkan para ulama sehingga memunculkan keraguan tentang “Keramat” yang selama ini dimiliki oleh NU dan ulama serta pondok pesantren sebagai basis kekuatan NU.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Prediksi Muktamar Jombang

Di tengah dinamika Muktamar-35 Jombang yang dikhawatirkan banyak pihak terutama terjadinya adu kekuatan para pihak dengan konstelasi politik yang lazimnya terjadi pada partai politik yang bisa bisa menciderai marwah dan ulama NU, maka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang diperkirakan tetap memiliki peluang besar untuk berjalan dengan teduh, khidmat, dan kondusif karena dekat sesepuh dan muassis yang mayoritas dari Jombang.

Muktamar Jombang sebagai ujia keramat NU dan pendukungnya yang selama ini diterpa berbagai ujian baik ujian sosial, material hingga spiritual yang selama ini menjadi kebanggaan dan terjaga dengan apik sebagai kekuatan NU yang diakui dunia. Jombang sebagai kota santri tentu punya cara sendiri dengan budaya yang tumbuh berkembang sejak zaman para pendiri NU hingga sekarang pengaruhnya terhadap dunia yang telah melahirnya PCINU pada hampir semua negara.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81

NU Tetap “Keramat” Hadapi Muktamar Jombang

Muktamar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang informasinya akan melibatkan pengawalan ketat dari banyak pihak, baik dari pihak negara, TNI-POLRI maupun swasta, masyarakat barisan serba guna (BANSER).

Di tengah dinamika politik dan perbedaan arus pemikiran yang terus berjalan, NU diyakini tetap memiliki “Keramat” atau marwah batiniah yang kuat—yakni keberkahan dari keikhlasan para pendirinya NU sehingga selalu mampu menyelamatkan organisasi dari perpecahan besar yang diprediksi terjadi saat muktamar nanti.

Keramat yang ada pada NU dan Ulama terletak pada beberapa point penting; pertama, restu para kiai sebagai kekuatan utama yang terletak pada doa dan garis komando para kiai sepuh yang tidak mudah luntur oleh ambisi politik tertentu pada saat pendirian NU hingga sekarang. Kedua, akar pesantren yang kuat yang dimiliki kota Jombang sebagai tempat bersejarah mengingatkan seluruh warga NU pada nilai keteladanan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari berserta jajaran ulama pendiri NU. Dan ketiga, kemampuan menjaga keutuhan bangsa yang senantiasa menjadi perekat sosial dan penyejuk di tengah perbedaan pandangan politik yang terjadi baik dari pengaruh internal maupun eksternal NU.

Selain lanskap demikian, untuk menjaga “Keramat” NU pada muktamar Jombang juga dibutuhkan tiga hal sekaligus menjadi tekad para peserta muktamar untuk; pertama, menjaga rekonsiliasi internal, dengan menjadikan muktamar bukan sekedar ajang perebutan posisi, melainkan titik balik penyatuan energi umat menyongsong abad kedua NU. Kedua, menjunjung tinggi akhlakul Karimah saat terjadi perpedaan pendapat, disikapi dengan biasa dengan semangat harus diselesaikan melalui kepala dingin dan etika pesantren dan ulama. Ketiga, “Keramat” NU terletak pada focus membangun peradaban zaman ini yang menuntut NU supaya lebih fokus pada kemandirian ekonomi, pendidikan, dan pelayanan umat untuk kemanusiaan dan dunia.

Dengan dinamika yang terjadi sebelum saat hingga menjelang bahkan selesainya muktamar Jombang nanti, NU akan tetap “Keramat” dan semakin diakui eksistensinya serta disegani oleh semua organiasi Masyarakat pada belahan dunia. (KA)

 

MuktamarOpiniPWNU Jateng
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Gelar Pembinaan Penguatan Bahasa Asing, Mahasiswa BCB UNISNU Jepara Siap Hadapi Tantangan Global
next post
Senja di Beranda Tua

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

    04/10/2026
  • Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

    04/10/2026
  • MES Jateng Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan UMKM

    04/10/2026
  • Keren! Dua Atlet Sepak Takraw Jepara Sumbang Empat Medali untuk Indonesia  di Asian Games 2026

    03/10/2026
  • Bangun Budaya Literasi, Dosen Unisnu Jepara Kenalkan ADe di SDN 3 Ujung Batu

    03/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here