Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, September 24, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Regional

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

by Redaksi 20/08/2026
Redaksi 20/08/2026 140 views
Supervisi dan Kunjungan Lapangan KKN Kolaboratif di Karimunjawa
140

JEPARA | GISTARA. COM– Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, dan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) Ungaran memperkuat sinergi melalui supervisi dan kunjungan lapangan KKN Kolaborasi di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, 19–21 Agustus 2026.

KKN Kolaborasi mengusung tema “Peran Kader Aswaja dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keunggulan Lokal yang Berkelanjutan dan Berdampak.”

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah monitoring dan evaluasi (monev) yang dipusatkan di Balai Desa Kemujan. Selain mengevaluasi program mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang temu antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat untuk melihat peluang keberlanjutan program setelah KKN berakhir.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III UNISNU Jepara Dr. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I.; Kabid Pengabdian kepada Masyarakat UNISNU R. Hadapinengprojo Kusumodestoni; Kabid Penelitian, Publikasi, dan Penerbitan UNISNU Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd.I.; Wakil Rektor II UNWAHAS Dr. Hj. Khanifah, S.E., M.Si., Ak., CA. beserta tim; Ketua LPPM UNDARIS Dr. Sri Rahayu beserta tim; Tim Penelitian dan Pengabdian Konsorsium UNISNU–UNWAHAS–UNDARIS; peserta KKN Kolaborasi; mitra KKN; serta Pemerintah Desa Kemujan.

Rangkaian supervisi dan kunjungan lapangan diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari ziarah ke Makam Sunan Nyamplungan, monev KKN, pemeriksaan kesehatan gratis, penelitian dan pengabdian konsorsium, pendampingan mitra pengolah dodol rumput laut (Dorula), demonstrasi produk hasil KKN, hingga penguatan kerja sama melalui MoU kolaborasi.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81

Wakil Rektor II UNWAHAS Dr. Hj. Khanifah, S.E., M.Si., Ak., CA. berharap berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa bersama mitra tidak berhenti sebagai program sesaat. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Semoga inovasi yang dilakukan peserta KKN Kolaborasi yang bermitra dengan masyarakat Kemujan bermanfaat dan berdampak positif,” ujar Khanifah.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III UNISNU Jepara Dr. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I. menegaskan bahwa KKN tidak semestinya dipahami sebatas kewajiban akademik mahasiswa. KKN merupakan proses pengabdian sekaligus pemberdayaan yang keberhasilannya perlu dilihat dari dampak dan keberlanjutan program di tengah masyarakat.

“KKN adalah proses pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang harus berdampak dan berkelanjutan. KKN juga menjadi proses belajar hidup bermasyarakat, karena secara kultur boleh jadi kehidupan masyarakat berbeda dengan latar belakang mahasiswa,” kata Abdul Wahab.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan membangun komunikasi dengan warga merupakan bagian penting dari proses belajar mahasiswa selama KKN.

Ia mengapresiasi peserta KKN Kolaborasi yang sejak awal telah bersilaturahmi dan sowan kepada para tokoh di desa, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Pimpinan UNISNU, UNWAHAS dan UNWAHAS bersama peserta KKN Kolaboratif

Abdul Wahab juga menekankan pentingnya kolaborasi antar kampus NU yang tidak terbatas pada pelaksanaan KKN. Perguruan tinggi NU perlu saling berbagi kekuatan dan sumber daya agar dapat tumbuh bersama.

“Kita selalu berkolaborasi sesama kampus NU supaya besar bersama. Bahkan, jika satu kampus NU belum memiliki fasilitas laboratorium tertentu, bisa memanfaatkan laboratorium yang dimiliki kampus NU lainnya,” ujarnya.

Ketua LPPM UNDARIS Dr. Sri Rahayu melihat pelaksanaan KKN di Karimunjawa memiliki tantangan yang khas dibandingkan wilayah daratan. Kondisi geografis kepulauan membuat mahasiswa harus memiliki kesiapan lebih dalam menjalankan pengabdian, termasuk menghadapi perjalanan laut dan kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat.

“KKN di Karimunjawa itu ‘uji nyali’ karena harus melawan ombak. Apalagi bulan-bulan ini cuaca cukup ekstrem,” tutur Sri Rahayu.

Namun, di balik tantangan tersebut, ia menilai kolaborasi tiga perguruan tinggi memiliki makna penting bagi penguatan eksistensi kampus sekaligus perluasan manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat. Sejumlah persoalan masyarakat dapat disentuh melalui kepakaran yang dimiliki masing-masing kampus.

BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., Anggota DPR RI Fraksi PKB Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

“Salah satu kegiatan yang kita dampingi adalah pengabdian mengenai pendataan kemampuan numerik siswa SD di Kemujan. Selain itu, ada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai regulasi tata pemerintahan desa,” jelasnya.

Pemerintah Desa Kemujan menyambut baik kehadiran mahasiswa dan tim dosen dari ketiga perguruan tinggi. Carik Kemujan Abdul Rozaq, mewakili Petinggi Desa Kemujan, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kemujan sebagai salah satu lokasi KKN Kolaborasi. Pemerintah desa, kata dia, siap mendukung mahasiswa agar program yang dirancang dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.

“Terima kasih dan selamat datang kepada Bapak dan Ibu dosen dari tiga kampus. Kami siap membantu adik-adik mahasiswa KKN agar program bisa berjalan dan berdampak bagi masyarakat Kemujan. Semoga betah hidup di hamparan gelombang,” kata Abdul Rozaq.

Rozaq menjelaskan, Kemujan menyimpan beragam potensi yang masih membutuhkan pendampingan. Potensi pariwisata, misalnya, masih terbuka untuk dikembangkan. Di sisi lain, pemahaman masyarakat mengenai hukum dan regulasi juga perlu diperkuat. Generasi muda dan anak-anak di Kemujan pun membutuhkan ruang pendampingan yang lebih luas.

“Kemujan banyak potensi. Masalah hukum kami masih awam. Potensi wisata perlu sentuhan. Generasi muda dan anak-anak juga perlu pendampingan,” ungkapnya.

Kemujan juga memiliki modal sosial berupa kehidupan masyarakat yang majemuk. Warganya berasal dari beragam latar belakang suku, tetapi perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antar etnis. Kehidupan bersama justru dibangun melalui rasa memiliki sebagai satu masyarakat Kemujan.

“Meskipun banyak suku di Desa Kemujan, kami tidak pernah terlibat konflik etnisitas. Kami merasa satu rasa,” tutur Rozaq.

Karena itu, Pemerintah Desa Kemujan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi tidak berhenti setelah periode KKN tahun ini berakhir. Kehadiran mahasiswa dan dosen dinilai penting untuk memberikan perspektif, pengetahuan, dan gagasan baru yang dapat dikembangkan bersama masyarakat. “Semoga KKN terus berlanjut supaya kami mendapatkan input dari luar,” harapnya.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Potensi lokal juga mendapat perhatian melalui kegiatan penelitian dan pengabdian Tim Konsorsium UNISNU, UNWAHAS, dan UNDARIS. Salah satunya dilakukan bersama mitra pengolah rumput laut melalui produk Dorula atau Dodol Rumput Laut. Pendampingan diarahkan untuk mendorong sumber daya lokal agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Selain itu, mahasiswa mendemonstrasikan sejumlah produk hasil pelaksanaan KKN. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil perjumpaan antara pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dengan potensi dan kebutuhan nyata masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan pendidikan, serta program yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan desa.

Supervisi lapangan sekaligus dimanfaatkan pimpinan perguruan tinggi dan tim konsorsium untuk mendengar secara langsung pengalaman mahasiswa, masukan pemerintah desa, serta kebutuhan mitra. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan program lanjutan sehingga kegiatan pemberdayaan tidak terputus ketika mahasiswa menyelesaikan KKN.

Rangkaian kunjungan diperkuat melalui MoU kolaborasi yang membuka ruang kerja sama lebih luas antara UNISNU Jepara, UNWAHAS, dan UNDARIS. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada KKN, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran kepakaran, pemanfaatan fasilitas akademik, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.(KA)

KKNKKN KolaboratifUNDARISUnisnuUnwahas
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Sinergi Jasa Pengiriman, Bea Cukai dan Aparat Penegak Hukum, Putus Mata Rantai Rokok Ilegal
next post
Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Momentum HUT ke-81 RI, IMPI Bahas Ketahanan Ketuhanan untuk Menjaga NKRI di Era Krisis...

17/08/2026

Terkini

  • Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

    23/09/2026
  • Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

    23/09/2026
  • Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

    22/09/2026
  • Bentengi Desa dari Narkoba, Satresnarkoba Polres Jepara Sisir Warga  Lewat Penyuluhan Hukum

    22/09/2026
  • PD Forum TBM Jepara Susun Profil, Perkuat Jejaring dan Gerakan Literasi

    22/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here