Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 22, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Tokoh

Gus Kikin: Dari Dunia Pelayaran menjadi Nahkoda PBNU

by Redaksi 06/09/2026
Redaksi 06/09/2026 105 views
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
105

GISTARA. COM – Perjalanan KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, memperlihatkan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari berbagai jalan. Ia pernah menekuni dunia pelayaran, membangun usaha, hingga akhirnya kembali ke lingkungan pesantren dan dipercaya memimpin Nahdlatul Ulama.

Pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026), Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Sebelum menerima amanah tersebut, ia dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Dilansir dari situs NU online, Tumbuh dari Keluarga Besar Pesantren Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Ia tumbuh dalam keluarga pesantren yang memiliki hubungan kekerabatan dengan sejumlah ulama besar Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA: Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan cicit Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Hubungan itu tersambung melalui Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M Hasyim Asy’ari yang menikah dengan KH Ma’shum Ali. Dari pernikahan tersebut lahir Nyai Hj Abidah Ma’shum, ibu Gus Kikin.

Sementara dari garis ayah, KH Mahfudz Anwar merupakan putra KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Dari jalur ini, Gus Kikin juga masih terhitung sebagai adik sepupu KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, jalan pendidikan dan pengabdiannya tidak hanya ditempuh melalui jalur pesantren.

Menempuh Pendidikan hingga Dunia Pelayaran
Pendidikan agama dasar Gus Kikin dijalani di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang.

Adapun pendidikan formalnya ditempuh di SDN Parimono, SMPN 1 Jombang, dan SMAN 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada 1975–1979. Pada 2013, Gus Kikin menyelesaikan pendidikan Sarjana Komunikasi di Universitas Terbuka.

BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Bupati Jepara Salurkan Kartu Sarjana Rp2,49 Miliar

Selepas pendidikan di bidang pelayaran, ia menjalani praktik selama tiga tahun sebelum bergabung dengan PT Djakarta Lloyd. Pada 1988, Gus Kikin dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya. Ia tidak hanya mengenal dunia kerja, tetapi juga mulai membangun jejaring dan pengalaman di luar lingkungan pesantren.

Merintis Usaha

Perjalanan Gus Kikin di dunia usaha mulai berkembang pada 1998 ketika ia mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya. Dua tahun kemudian, ekspansi bisnisnya berlanjut ke Jakarta.
Aktivitas usahanya berkembang di berbagai bidang, mulai dari transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas, hingga media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).

Di sektor energi, Gus Kikin mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas bumi. Perusahaan tersebut mendapat amanah mengelola South East Madura Block, dengan wilayah kerja meliputi Sumenep dan Situbondo.

Dunia usaha menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, setelah bertahun-tahun berkecimpung di dalamnya, langkah Gus Kikin kembali mengarah ke pesantren.

BACA JUGA: Heboh Pulau Menjangan Kecil Dikabarkan Dijual Rp500 Miliar, Bupati Jepara Tegaskan itu Hoaks

Kembali ke Tebuireng

Pada 2016, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah memintanya membantu sebagai Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng. Gus Kikin juga diminta mempersiapkan diri untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren.

Dalam sejumlah kesempatan, Gus Kikin menceritakan bahwa Gus Sholah telah mempersiapkan proses suksesi kepemimpinan Pesantren Tebuireng sejak 2016. Persiapan itu dilakukan melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH M Hasyim Asy’ari.

Lebih dari 200 anggota keluarga Pesantren Tebuireng dikumpulkan untuk menyampaikan pandangan mengenai sosok yang dinilai tepat meneruskan kepemimpinan pesantren. Usulan dan kriteria tersebut kemudian dibahas oleh tim khusus yang terdiri dari sembilan perwakilan keluarga keturunan KH M Hasyim Asy’ari.

Setelah Gus Sholah wafat pada 2020, Gus Kikin dipercaya meneruskan kepemimpinan sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng. Ia kemudian melanjutkan berbagai program pengembangan pendidikan dan kelembagaan pesantren yang telah dirintis pendahulunya.

Kembalinya Gus Kikin ke pesantren menjadi babak penting dalam perjalanan pengabdiannya. Pengalaman di dunia profesional berpadu dengan tradisi keilmuan dan tanggung jawab menjaga keberlanjutan pesantren.

BACA JUGA: Jepara Rolling Sabet 7 Emas di Kejurnas Sepatu Roda Gunungkidul 2026

Berproses di NU

Selain mengemban amanah di Pesantren Tebuireng, Gus Kikin aktif dalam perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.

Pada Muktamar NU 2022, ia dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU yang membidangi ekonomi. Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat wilayah.

Gus Kikin dipercaya memimpin PWNU Jawa Timur dan selanjutnya terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024–2029.

Pengalaman di lingkungan pesantren, organisasi NU, serta dunia usaha menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Ketiganya membentuk bekal yang mengantarkannya pada amanah yang lebih besar.

Amanah Baru untuk Khidmah Lima Tahun
Pada Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026), Gus Kikin mendapat amanah untuk memimpin PBNU. Ia ditetapkan oleh AHWA sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Terpilihnya Gus Kikin menandai babak baru perjalanan pengabdiannya di Nahdlatul Ulama.
Dari keluarga pesantren, ia menempuh pendidikan formal, mengenal dunia pelayaran, membangun usaha, kemudian kembali mengabdi di Pesantren Tebuireng dan aktif dalam organisasi NU.

Kini, perjalanan panjang itu membawanya pada amanah untuk memimpin PBNU. Sebuah tanggung jawab besar yang menuntut keteguhan, keluasan pengalaman, dan kesetiaan pada nilai-nilai khidmah.

Bagi Gus Kikin, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari satu jalan. Ia dapat tumbuh dari pengalaman, ditempa oleh tanggung jawab, lalu menemukan maknanya ketika kembali dipersembahkan untuk umat.(KA)

Gus KikinNahkodaPBNUTebu Ireng
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Jepara Night Jadi Ruang Promosi UMKM Jepara
next post
Pengurus Ranting NU Desa Bondo Masa Khidmah 2026–2031 Resmi Dilantik

Terkini

  • Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

    22/10/2026
  • HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

    22/10/2026
  • Dari UNISNU Jepara untuk Indonesia, Ratusan Pendidik dan Pelajar Adu Inovasi dalam Lomba Esai Nasional Hari Santri

    22/10/2026
  • Profesor Waras Kamdi: Mutu Pendidikan Harus Tumbuh dari Budaya Sekolah, Bukan Sekadar Akreditasi

    22/10/2026
  • Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

    22/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here