JEPARA | GISTARA. COM — Transformasi digital kini semakin dekat dengan masyarakat desa. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melaksanakan kegiatan bertajuk “Transformasi Digital melalui Litera Smart (LiSa) dalam Mewujudkan Perpustakaan Desa Tegalsambi Jepara sebagai Community Literacy Hub” di Balai Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Kamis (1/10/2026).
Salah satu wujud nyata program tersebut adalah penyerahan dan pengenalan website khusus Perpustakaan Desa Barokah Ilmu. Website Barokah Ilmu dikembangkan untuk mendukung digitalisasi layanan perpustakaan agar lebih modern, mudah diakses, dan mampu menjangkau kebutuhan literasi masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian UNISNU Jepara, Dr. Santi Andriyani, M.Pd. Dalam sambutannya, Santi menekankan bahwa perpustakaan desa perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai ruang belajar masyarakat. Digitalisasi, menurutnya, dapat memperluas peran perpustakaan dari tempat membaca dan meminjam buku menjadi pusat informasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA: Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah
Program tersebut mendapat dukungan dari Petinggi Desa Tegalsambi, H. Agus Santoso, S.E. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi atas kolaborasi UNISNU Jepara dengan Pemerintah Desa Tegalsambi. Ia berharap website Barokah Ilmu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola perpustakaan dan menjadi sarana yang semakin mendekatkan masyarakat dengan kegiatan literasi.
Kehadiran website Barokah Ilmu tidak berdiri sendiri. Tim pengabdian juga memberikan penguatan mengenai manajemen perpustakaan desa berbasis digital, pemanfaatan website untuk mendukung layanan perpustakaan, serta pengembangan konten literasi digital yang mengangkat potensi lokal Desa Tegalsambi.
Melalui sistem digital tersebut, pengelolaan perpustakaan diarahkan agar lebih terintegrasi, mulai dari pendataan koleksi dan anggota, layanan peminjaman, akses bahan bacaan digital, dokumentasi kegiatan, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat. Pengelola juga didorong untuk semakin mandiri dalam mengembangkan dan memperbarui konten perpustakaan sesuai kebutuhan warga.
Pengembangan konten lokal menjadi salah satu bagian penting dalam program ini. Tegalsambi memiliki kekayaan budaya, wisata, dan ekonomi kreatif, termasuk tradisi Perang Obor, kerajinan, kuliner, dan berbagai aktivitas UMKM. Potensi tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk konten digital sehingga perpustakaan tidak hanya menyediakan bacaan umum, tetapi juga menjadi ruang penyimpanan dan penyebarluasan pengetahuan lokal.
BACA JUGA: Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial
Perpustakaan Desa Barokah Ilmu sendiri telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung, seperti ruang baca, akses internet, koleksi buku, komputer layanan masyarakat, fasilitas buku digital, serta aula untuk kegiatan literasi. Melalui kolaborasi dengan UNISNU Jepara, fasilitas yang telah tersedia tersebut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan kapasitas pengelolanya.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Santi Andriyani, M.Pd., Murniati, S.Sos.I., M.S.I., dan Nadia Annisa Maori, S.Kom., M.Kom., serta melibatkan mahasiswa Muhammad Fitriyan Mubarok dan Nelis Yunia. Kolaborasi keilmuan pendidikan, komunikasi, dan teknologi informasi menjadi kekuatan dalam mendukung proses transformasi Perpusdes Barokah Ilmu.
Program juga diarahkan untuk memperkuat jejaring kolaborasi perpustakaan dengan berbagai unsur masyarakat, seperti PKK, Karang Taruna, sekolah, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lainnya. Keterlibatan lintas pihak tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Perpusdes Barokah Ilmu sebagai Community Literacy Hub.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar
Konsep Community Literacy Hub menempatkan perpustakaan bukan sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai ruang belajar bersama, pusat informasi desa, ruang kreasi pengetahuan lokal, dan sarana pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan website Barokah Ilmu, layanan literasi diharapkan semakin dekat, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, tim pengabdian berharap pengelola Perpusdes Barokah Ilmu mampu mengoperasikan dan mengembangkan website secara mandiri. Dengan demikian, teknologi yang diberikan tidak berhenti sebagai produk kegiatan pengabdian, tetapi menjadi bagian dari ekosistem literasi Desa Tegalsambi yang terus tumbuh.
Website Barokah Ilmu diharapkan menjadi pintu masuk transformasi Perpusdes Tegalsambi—dari perpustakaan konvensional menuju pusat literasi masyarakat yang modern, kreatif, inklusif, dan berbasis digital. (KA)