Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 9, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Kekuatan Transformatif: Mengupas Pemikiran Paulo Freire

by Redaksi 13/10/2024
Redaksi 13/10/2024 372 views
372

Oleh: Agung K*

Dalam lanskap pendidikan global yang sering kali konvensional, Paulo Freire muncul sebagai sosok revolusioner dengan bukunya yang mengguncang, ‘Pedagogy of the Oppressed‘.

Ditulis dengan latar belakang sosial-politik di Brasil dan Amerika Latin pada pertengahan abad ke-20, Freire menantang paradigma lama dengan cara yang menggugah.

Freire menegaskan bahwa manusia tidak hanya menjadi subjek pasif dalam pusaran perubahan. Sebaliknya, manusia adalah agen transformatif yang mampu mengubah dunia.

Di era yang ditandai dengan perubahan cepat ini, Freire melihat pendidikan sebagai alat untuk menyadarkan individu—atau dalam istilahnya, conscientização—dan membebaskan mereka dari belenggu ketidakadilan.

Pendidikan, menurut Freire, tidak boleh dibatasi sebagai sarana adaptasi. Dia menolak konsep pendidikan sebagai alat pencetak pekerja bagi pabrik dan perusahaan.

BACA JUGA: Waspada Cuaca Terik di Masa Peralihan Musim

Sebaliknya, pendidikan harus menjadi obor yang menerangi jiwa, menginspirasi keberanian untuk menantang status quo dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dalam konteks saat ini, di mana ketidakadilan sosial masih marak, visi Freire tersebut menjadi sangat relevan.

Ia mendorong pendidikan yang memberdayakan kaum tertindas agar tidak hanya pasrah menerima nasib, tetapi aktif merombak struktur yang menindas mereka.

Freire juga menantang institusi agama untuk mengambil peran lebih aktif. Gereja dan tempat ibadah, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi tempat kontemplasi tetapi juga arena pembebasan.

Ini adalah tempat di mana iman tidak hanya dipelajari tetapi juga diterapkan untuk melawan ketidakadilan.

Dalam ranah politik, Freire menekankan pentingnya demokrasi sejati, di mana setiap individu tidak hanya hadir secara pasif tetapi turut serta aktif dalam proses perubahan.

BACA JUGA: Seminar Nasional di Unisnu Jepara, Inayah Wachid: Inklusivitas dengan Kolaborasi

Dalam menghadapi tantangan seperti populisme dan otoritarianisme, institusi agama harus menjadi suara moral yang membangkitkan keberanian untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Freire juga menyoroti pentingnya merangkul keragaman sebagai keniscayaan. Institusi agama, dalam pandangannya, harus menjadi ruang inklusif yang menghormati dan mengakomodasi suara dari semua lapisan masyarakat.

Dalam menutup pandangannya, Freire percaya bahwa sinergi antara pendidikan dan agama yang kritis serta inklusif adalah kekuatan transformatif.

Kekuatan ini mampu membebaskan, menginspirasi setiap individu untuk melawan ketidakadilan, dan membangun dunia yang lebih adil, penuh kasih, dan harapan.

Dengan demikian, kita diajak untuk tidak hanya menyesuaikan diri dengan dunia tetapi juga berperan aktif dalam membentuknya.

Agung K, Pegiat media dan sosial

0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Warga Jepara Apresiasi Kinerja Tim Patroli Siraju Cegah Balap Liar dengan Persuasif dan Dialogis
next post
Catat! Polres Jepara Akan Gelar Operasi Zebra Candi Selama 14 Hari

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Panggung Utama Festival Literasi Jepara Semarak dengan Aksi Dongeng Edukatif TBM Capung

    09/10/2026
  • Kolaborasi Lintas TBM Semarakkan Festival Literasi Jepara 2026 lewat Dongeng, Seni Kriya hingga Melukis Kaos

    09/10/2026
  • DPC PKB Jepara 2026-2031 Dikukuhkan, Targetkan Tambah Kursi DPRD

    09/10/2026
  • Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar Monitoring Ujicoba MBG Prasmanan, Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan

    08/10/2026
  • Dosen PAI FTIK UNISNU Jepara Go International, Berbagi Ilmu Pendidikan hingga Malaysia

    08/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here