Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Sunday, October 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Hari Bela Negara: Meneguhkan Komitmen Kejuangan Nasional

by Redaksi 19/12/2024
Redaksi 19/12/2024 198 views
198

Oleh: Dr. Muh Khamdan

Tanggal 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara. Hal itu menjadi momentum penting untuk refleksi bagi setiap warga negara Indonesia dalam meneguhkan komitmen terhadap kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Peringatan tahun ini terjadi di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks, mulai dari konflik di Timur Tengah, dinamika di Laut China Selatan, hingga persaingan teknologi yang melibatkan negara-negara besar.

Situasi global saat ini diwarnai oleh ketegangan antarblok, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang tidak hanya memengaruhi stabilitas regional tetapi juga berdampak langsung pada Indonesia. Sebagai negara yang terletak di jantung Indo-Pasifik, Indonesia menghadapi tekanan untuk mengambil posisi strategis dalam berbagai isu, mulai dari keamanan maritim hingga kerjasama ekonomi.

BACA JUGA: Intip Aksi Polwan Cantik Polres Jepara Saat Pengaturan Lalu Lintas

Selain itu, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah membawa dampak domino terhadap stabilitas energi dunia. Indonesia, sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, harus waspada terhadap fluktuasi harga yang dapat memengaruhi ketahanan ekonominya.

Di dalam negeri, ancaman tidak hanya datang dari luar tetapi juga dari dalam, seperti radikalisme, penyebaran berita palsu, dan perpecahan sosial akibat politik identitas. Tantangan ini membutuhkan pendekatan bela negara yang lebih adaptif dan relevan dengan kondisi zaman.

Di era digital, bela negara bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga menjaga keamanan informasi, melindungi infrastruktur vital dari serangan siber, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi digital.

BACA JUGA: M. Latifun Usulkan Peningkatan Jalan Jepara-Keling kepada Menteri Pekerjaan Umum

Jepara, sebuah kota yang telah memberikan teladan bela negara secara langsung melalui sosok pahlawan perempuannya, Ratu Kalinyamat. Pada 1550, Ratu Kalinyamat mengirimkan bantuan 40 kapal dengan sekitar 5.000 pasukan perang untuk bersama-sama dalam ekspedisi jihad dengan Kesultanan Johor dan Aceh mengepung Malaka yang telah dikuasai Portugis. Kekalahan dialami pasukan gabungan kesultanan muslim, sehingga dilanjutkan kembali untuk menyerang Portugis di Malaka 1573.

Ekspedisi jihad inipun menjadi armada maritim Demak yang terakhir melawan Portugis dengan mengirimkan 300 kapal dan 15.000 personil. Meski penyerangan di Portugis mengalami kekalahan, namun pengepungan terhadap Portugis selama 3 bulan berdampak pada bebasnya Kesultanan Islam Ternate yang dipimpin Sultan Baabullah dari Portugis.

Generasi muda memegang peranan kunci dalam membangun ketahanan nasional. Di tengah arus globalisasi, mereka harus dibekali dengan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan keterampilan teknologi untuk bersaing di tingkat global.

Program bela negara harus diarahkan untuk mencetak individu yang tidak hanya cinta tanah air tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang, baik itu ekonomi, sosial, maupun teknologi.

Momentum Hari Bela Negara ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mendukung pertahanan nasional, seperti modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), penguatan diplomasi pertahanan, dan optimalisasi cadangan logistik strategis. Di sisi lain, masyarakat perlu didorong untuk lebih aktif berpartisipasi dalam upaya bela negara, baik melalui pendidikan, pengabdian sosial, maupun inovasi teknologi.

Hari Bela Negara adalah pengingat bahwa kedaulatan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat persatuan dan kesadaran kolektif, Indonesia dapat berdiri tegak di tengah dinamika global yang terus berubah.

Mari jadikan momen ini sebagai pijakan untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, demi Indonesia yang lebih tangguh dan bermartabat di panggung dunia. Dan, leluhur Jepara sudah memberikan teladan baik dalam semangat kepahlawanan.

Dr. Muh Khamdan, Doktor Studi Agama dan Perdamaian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dan Widyaiswara Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah

0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Kepala BKD: Tidak Ada Pelantikan dan Mutasi Pejabat Struktural sampai Pelantikan Bupati Baru
next post
Dosen Unisnu Praktek Faraid dengan Metode Cepat 1 Jam Bisa

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Terpikat Tenun Troso, Ayu Heni Rosan Roeslani Dorong UMKM Jepara Mendunia

    18/10/2026
  • MI Mathalibul Huda Mlonggo Buka Program International School, Perkuat Penguasaan Bahasa Asing

    17/10/2026
  • SNT 14 Jepara Kenalkan Pembelajaran Berbasis Teknologi

    17/10/2026
  • Perkuat Konektivitas antar  Kawasan, Ruas Jalan  Keling-Bumiharjo Dimuluskan

    17/10/2026
  • Musran NU Srobyong, Ketua MWC NU Mlonggo Ajak Pengurus  Perkuat Peran Jam’iyah dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat

    16/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here