Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, November 3, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Hari Santri 2025: Era Baru Pesantren Memimpin Peradaban Global

by Redaksi 22/10/2025
Redaksi 22/10/2025 264 views
264

Oleh: Dr. Jumaiyah,SE.MSi

Rabu, 22 Oktober 2025, bukan sekadar peringatan Hari Santri Nasional biasa. Tahun ini menandai lompatan paradigma besar dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”—sebuah deklarasi bahwa santri tidak lagi hanya diposisikan sebagai penjaga tradisi, melainkan aktor aktif dalam membangun masa depan bangsa yang inklusif, sejahtera, dan berperadaban.

Momentum ini semakin istimewa dengan harapan lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren pada tanggal bersejarah ini, yang akan menjadi kado terindah bagi dunia pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia.

Sebuah pengakuan negara yang telah lama dinantikan oleh 42.000 pesantren dengan 11 juta santri di seluruh Nusantara.

Dari Resolusi Jihad hingga Revolusi Peradaban
Pembukaan rangkaian Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang—tempat bersejarah di mana KH Hasyim Asy’ari menyalakan api Resolusi Jihad—bukan pilihan tanpa makna. Ini adalah pengingat bahwa santri selalu berada di garda terdepan setiap lintasan sejarah bangsa.

BACA JUGA: Wakil Bupati Jepara Wanti-Wanti Kualitas Layanan Gizi di Setiap SPPG

Dari medan pertempuran fisik di masa kemerdekaan, kini santri memasuki medan pertempuran intelektual dan peradaban global.

Yang membedakan Hari Santri 2025 dari tahun-tahun sebelumnya adalah kesadaran kolektif bahwa pesantren bukan lagi sekadar ruang pendidikan tradisional, melainkan laboratorium masa depan.

Untuk pertama kalinya, Indonesia menyelenggarakan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Internasional di Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan, yang mempertemukan santri dari berbagai negara Asia Tenggara untuk menunjukkan keunggulan mereka dalam mengkaji kitab kuning.

Ini bukan lagi kompetisi regional, melainkan panggung dunia bagi kecemerlangan intelektual santri.

Tiga Pilar Pesantren Masa Depan

Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama, menegaskan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019: pendidikan agama (tafaqquh fid-din), dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga pilar ini menjadi fondasi transformasi pesantren menuju institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berakhlak mulia, tetapi juga kompetitif di kancah global.

BACA JUGA: Lewat TATAH, IFEX, hingga INDEX Dubai 2026, Bupati Jepara: Buka Jejaring Pasar Baru dan Tarik Investor ke Jepara

Dalam era disrupsi teknologi dan krisis nilai global, pesantren menawarkan solusi yang unik: pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan sosial.

Santri masa kini tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga coding, entrepreneurship, dan diplomasi internasional.

Mereka adalah generasi yang memahami tradisi namun tidak terbelenggu olehnya; yang menghormati warisan masa lalu namun berani merancang masa depan.

Kehadiran Negara: Dari Pengakuan Menuju Penguatan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa pemerintah akan membentuk unit eselon I khusus yang menangani pesantren, sebuah lompatan dari pengelolaan di level eselon II selama ini.

Ini bukan sekadar perubahan struktur birokrasi, melainkan pernyataan politik bahwa pesantren adalah aset strategis bangsa yang memerlukan perhatian setara dengan sektor-sektor vital lainnya.

Lebih dari itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini sudah menyasar pondok pesantren, memastikan bahwa santri tidak hanya kuat ilmunya tetapi juga sehat jasmani dan tercukupi gizinya. Investasi dalam kesehatan santri adalah investasi dalam masa depan peradaban bangsa.

Pesantren sebagai Motor Ekonomi Umat

Yang sering terlupakan adalah peran ekonomi pesantren. Setiap pesantren adalah ekosistem ekonomi mikro yang menghidupi ribuan keluarga di sekitarnya—pedagang, petani, pengrajin, hingga penyedia jasa.

Dengan program Expo Kemandirian Pesantren dan berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi, pesantren membuktikan bahwa kesalehan spiritual dan kemakmuran material bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi.

BACA JUGA: PLN UIK Tanjung Jati B melalui YBM Salurkan Santunan untuk Guru Ngaji di Desa Petekeyan

Pesantren mengajarkan ekonomi berbasis keberkahan, di mana kesuksesan tidak diukur hanya dari akumulasi materi, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Inilah model ekonomi alternatif yang sangat relevan di tengah krisis kapitalisme global dan ketimpangan yang semakin melebar.

Santri: Duta Perdamaian di Panggung Dunia

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa negara berkepentingan memastikan pemahaman keagamaan mayoritas warganya tetap moderat, dan salah satu ruh pesantren adalah nasionalisme.

Di era polarisasi global yang semakin tajam, pesantren menjadi benteng moderasi yang sangat dibutuhkan dunia.

Santri Indonesia memiliki keunikan: mereka menguasai tradisi klasik Islam namun terbuka terhadap modernitas; mereka teguh pada prinsip namun toleran terhadap perbedaan; mereka cinta tanah air namun berwawasan global. Kombinasi ini menjadikan santri sebagai duta perdamaian yang kredibel di mata dunia.

Mengukir Masa Depan dari Pesantren

Hari Santri 22 Oktober 2025 adalah titik balik sejarah. Peringatan ini bukan hanya perayaan, tetapi gerakan moral, intelektual, sosial, dan ekonomi untuk meneguhkan kembali posisi santri sebagai pilar bangsa yang otentik dan kontributif.

Dari Sabang sampai Merauke, jutaan santri bersiap menulis ulang narasi peradaban Indonesia.
Ketika dunia dilanda krisis identitas, krisis moral, dan krisis kemanusiaan, pesantren menawarkan jalan tengah yang bijaksana.

Ketika teknologi mengancam menghilangkan sentuhan kemanusiaan, pesantren mengajarkan bahwa kemajuan sejati adalah yang memanusiakan manusia.

Mari kita sambut era baru ini dengan penuh optimisme. Era di mana pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi rujukan dunia dalam membangun peradaban yang adil, damai, dan bermartabat. Selamat Hari Santri 2025—dari pesantren, untuk Indonesia, menuju peradaban dunia.

Dr. Jumaiyah,SE.MSi, Dosen Unisnu Jepara

Hari SantriPeradabanPesantren
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Sigap Atasi Kemacetan Akibat Banjir, Satlantas Polres Jepara Wujudkan Pelayanan Prima untuk Masyarakat
next post
Apel HSN MWC NU Tahunan, Camat Tahunan Dorong Santri Cakap Teknologi dan Media

You may also like

Fathan Subchi: Perjuangan yang Tak Sempat Menyaksikan Kado Terakhir

31/10/2026

Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

28/10/2026

Menyalakan Kembali Bara Sumpah Pemuda di Era Algoritma

27/10/2026

Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

23/10/2026

Santri dan Subyek Pembangunan Jepara: Merajut Inovasi, Sains, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

21/10/2026

Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

20/10/2026

Terkini

  • Octofest 2026, Pelaku Industri Mebel Jepara Didorong Pahami Prosedur Ekspor

    02/11/2026
  • Soroti Penggeledahan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, H. Rif’an Tekankan Perlindungan Santriwati

    02/11/2026
  • Wujudkan Karimunjawa yang Bersih dan Sehat, Ratusan Kucing Liar Mendapatkan Perawatan Ramah Hewan dan Vaksinasi Rabies

    02/11/2026
  • Pemkab Jepara Dorong Promosi Mebel dan Seni Ukir ke Pasar Internasional melalui Octofest 2026

    01/11/2026
  • Rektor IPMAFA Dorong Wisudawan Mandiri di Tengah Ekosistem yang Tak Baik-baik Saja

    01/11/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here