Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, November 7, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Selamat Hari Pahlawan

by Redaksi 12/11/2025
Redaksi 12/11/2025 381 views
381

Oleh: KH. Ansyori Ali Al Ja’fari Al Mutamakkini

Betul dan benar adanya bahwa pada tanggal 10 November 1945 telah terjadi perang akbar yang bersejarah. Perang besar ini membawa korban yang sangat banyak, berupa nyawa, raga, uang, harta benda, tenaga, doa, istigasah, gerakan laku spiritual, waktu, pekerjaan, dan lain-lain. Karena itu, Perang 10 November ini ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan dan perjuangan ini sebenarnya lahir dan dilahirkan agar hari ini bisa dijadikan sebagai data fakta sejarah, momentum sakral, fenomena yang penuh makna/hikmah, cahaya pengakuan riil, sumber motivasi, referensi inspirasi, uswah hasanah, dan lain-lain bagi siapa saja, terlebih bagi generasi penerus dan angkatan pemuda bangsa Indonesia dari masa ke masa.

BACA JUGA: Jepara Gandeng UGM, Tata Kawasan Wisata Pesisir dengan Sentuhan Sains

Para pejuang dan para pahlawan pada saat itu tidak pernah terlihat berharap balasan jasa, uang, harta benda, kekayaan, jabatan, kedudukan, pujian, popularitas, pendapatan, penghasilan, gaji, upah, bisyarah, hibah, hadiah, kompensasi, insentif, dan balasan-balasan duniawiah, kecuali hanya berharap balasan dari Allah Swt,  dan harapan agar Indonesia senantiasa tetap merdeka dan tidak dijajah kembali oleh kaum penjajah lagi.

Memang kemerdekaan itu harganya sangat mahal sekali. Tidak ada salahnya jika ada orang yang berpendapat bahwa kemerdekaan itu merupakan rahmat besar dan nikmat agung yang diberikan oleh Allah Swt, kepada bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia, apalagi Indonesia/Nusantara yang pernah dijajah oleh kaum penjajah dalam waktu yang sangat lama, sampai terhitung berabad-abad lamanya.

Indonesia pernah dijajah oleh Portugal, Spanyol, Inggris, Belanda, VOC, dan Jepang, sehingga bangsa Indonesia terpaksa harus melakukan perlawanan dan peperangan dari masa ke masa, hal ini menelan banyak korban di mana-mana.

BACA JUGA: Jelang Hari Sumpah Pemuda, YBM PLN UIK Tanjung Jati B Gelar Program “Muzakki Mengajar” di Panti Asuhan Mandiri Darul Qur’an Jepara

Untuk itu, bangsa Indonesia wajib bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Swt., kepada para pejuang, kepada para pahlawan, dan kepada siapa saja yang pernah berjuang dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh agar Indonesia bisa merdeka ila yaumil qiyamah.

​Bangsa Indonesia wajib cinta tanah airnya, bangsanya, negaranya, rakyatnya, dan taat kepada para pegawainya dan para aparatnya, bahkan kepada para pemimpin dan presidennya.

Bangsa Indonesia wajib bersyukur secara totalitas syukur, meliputi syukur secara lisan, syukur dalam hati, dan syukur secara amal perbuatan.

Bangsa Indonesia wajib merasa terpanggil dan ikut bertanggung jawab atas kelangsungan keberadaan Indonesia/NKRI, berkomitmen pada hasil-hasil konsensus nasionalnya: Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Sumpah Pemuda.

Bangsa Indonesia wajib mendatangkan kemanfaatan dan kemaslahatan untuk Indonesia.
​Bangsa Indonesia wajib menghilangkan kemudaratan dan kemafsadahan Indonesia.

BACA JUGA: Aksi Inspiratif Polwan Polres Jepara dan Warga, Gotong Royong Bersihkan Parit di Mayong

​Bangsa Indonesia wajib ikut memberikan andil dan partisipasi kepada pemerintahan dan NKRI untuk bersama-sama ikut meningkatkan kemajuan, kebahagiaan, kesejahteraan, keamanan, ketertiban, keunggulan, dan kejayaan Indonesia.
​Bangsa Indonesia dilarang keras menciptakan kerusakan, bahaya, bencana, kekacauan, kedurhakaan, pembangkangan, dan pemberontakan yang bisa mengganggu stabilitas negara dan bangsa Indonesia.

​Bangsa Indonesia wajib meningkatkan sumber daya manusianya dan memanfaatkan sumber daya alamnya untuk kemakmuran, kebaikan, dan keadilan sesuai dengan peraturan hukum perundang-undangan yang ada.

​Bangsa Indonesia wajib meningkatkan pendidikannya, keterampilannya, keahliannya, skill-nya, kapasitasnya, kompetensinya, dan profesionalitasnya agar mau dan mampu berkompetisi dan berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain dalam segala sektor hidup dan kehidupan yang ada.

Bangsa Indonesia wajib menambah ilmunya, uangnya, harta bendanya, jabatannya, pengaruhnya, kekuatannya, kemampuannya, keunggulannya, kemenangannya, kejayaannya, dan teknologinya untuk menghadapi zaman globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi.

Semoga NKRI senantiasa tetap bersatu, jaya, manfaat, maslahah, berkah, berhikmah, dan berfaedah.

Semoga NKRI dijauhkan dari peperangan, permusuhan, perpecahan, mafsadah, madarat, afat, laknat, fitnah, dan musibah.
​Amin ya rabbal alamin.

KH. Ansyori Ali Al Ja’fari Al Mutamakkini,  Rois Syuriah MWC NU Bangsri

Pahlaway
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
ASN Muda Harus Jadi Pelopor, Bukan Sekadar Pengikut Transformasi Digital
next post
Harapan Warga Terjawab, Jembatan  Sumosari – Batealit Segera Dibangun

You may also like

Datang ke TPS Pilpet dengan Riang Gembira

03/11/2026

Fathan Subchi: Perjuangan yang Tak Sempat Menyaksikan Kado Terakhir

31/10/2026

Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

28/10/2026

Menyalakan Kembali Bara Sumpah Pemuda di Era Algoritma

27/10/2026

Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

23/10/2026

Santri dan Subyek Pembangunan Jepara: Merajut Inovasi, Sains, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

21/10/2026

Terkini

  • Wujudkan Kemandirian Ekonomi, DWP Jepara luncurkan Kopi Jadul

    07/11/2026
  • OKTOFEST 2026: Momentum Perkuat Eksistensi Seni Patung dan Ukir 

    06/11/2026
  • Seragam di Persimpangan

    06/11/2026
  • FKUB Jepara Gagas Gerakan Jepara Harmoni

    06/11/2026
  • 323 Pelamar Ikuti Seleksi Pegawai RSINU Mayong, Kemitraan BPJS Kesehatan Jadi Momentum Baru Pelayanan

    05/11/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here