JEPARA | GISTARA. COM – Sebanyak 323 pelamar mengikuti seleksi tertulis penerimaan tenaga medis dan nonmedis di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSINU) Cakra Medika Mayong, Rabu (4/11/2026).
Di antara ratusan peserta yang hadir, tersimpan harapan yang sama. Mendapatkan kesempatan bekerja sekaligus mengambil bagian dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Seleksi ini bukan sekadar perebutan pekerjaan, melainkan juga bagian dari upaya rumah sakit menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten menghadapi babak baru pengembangan pelayanan kesehatan.
Beragam formasi diperebutkan para pelamar, mulai dari dokter umum, perawat, apoteker, bidan, hingga tenaga kefarmasian.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Mulai November, RSINU Cakra Medika Mayong Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Kesempatan juga terbuka bagi tenaga penunjang pelayanan rumah sakit, termasuk Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS).
Komposisi formasi tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien, tetapi juga ditopang oleh tenaga teknis dan administratif yang bekerja di balik layar.
Bagi para peserta, ujian tertulis menjadi tahapan awal untuk membuktikan kemampuan dan kesiapan profesional. Di balik lembar soal yang dikerjakan, terdapat kompetisi sekaligus harapan untuk memperoleh ruang pengabdian.
Sebagian pelamar mungkin datang dengan pengalaman kerja, sementara lainnya membawa semangat untuk memulai perjalanan profesional. Namun, seluruh peserta menghadapi tantangan yang sama,menunjukkan kompetensi terbaik melalui proses seleksi yang terukur.

Peserta mengikuti tahapan seleksi interview
Perwakilan Human Resources Development (HRD) RSINU Cakra Medika Mayong, Ahmad Kholas Syihab, menegaskan bahwa rekrutmen periode ini memiliki arti strategis bagi pengembangan rumah sakit.
“Penerimaan tenaga baru dilakukan sebagai bagian dari persiapan dimulainya kemitraan antara RSINU Cakra Medika dengan BPJS Kesehatan. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga kesiapan rumah sakit membangun kapasitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Syihab
Menurut Syihab, momentum kemitraan dengan BPJS Kesehatan menuntut kesiapan kelembagaan, termasuk ketersediaan sumber daya manusia pada berbagai unit pelayanan.
BACA JUGA: RSI NU Cakra Medika Mayong Raih Akreditasi Paripurna, Mantapkan Standar Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Kehadiran tenaga profesional diharapkan mampu memperkuat operasional rumah sakit, menjaga kesinambungan pelayanan, serta meningkatkan kemampuan institusi dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, proses rekrutmen menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan rumah sakit menghadapi peningkatan kebutuhan pelayanan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kesehatan Islam Nahdlatul Ulama (Yakisnu) Mayong, Gus Mughits Nailufar, menjelaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan melalui tim tripartit. Tim tersebut melibatkan unsur RSINU, Yakisnu, dan PT. Wasaida. Pelibatan tiga unsur ini dimaksudkan untuk memastikan proses penerimaan tenaga kerja berlangsung secara objektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh peserta.
Skema tripartit tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pengelolaan rumah sakit membutuhkan tata kelola kelembagaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rekrutmen tenaga kesehatan tidak boleh hanya didasarkan pada kedekatan personal atau pertimbangan subjektif. Kompetensi, profesionalitas, dan kebutuhan organisasi harus menjadi dasar dalam menentukan siapa yang layak mengisi setiap formasi. Kepercayaan publik terhadap rumah sakit, salah satunya, dibangun sejak proses penerimaan tenaga kerjanya.
BACA JUGA: Genap Setahun, RSINU Cakra Medika Mayong Optimis Wujudkan Layanan Kesehatan yang Paripurna
Setelah menyelesaikan ujian tertulis pada Rabu, para peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahapan wawancara akhir pada Kamis (5/11/2026).
Tahapan ini menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk menggali lebih jauh kemampuan, pengalaman, integritas, serta komitmen pelayanan para kandidat. Sebab, bekerja di lingkungan rumah sakit bukan hanya persoalan kecakapan teknis, melainkan juga menyangkut empati, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memahami kebutuhan pasien.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, kesiapan tenaga medis dan nonmedis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepercayaan publik.
Bagi RSINU Cakra Medika Mayong, seleksi 323 pelamar ini menjadi salah satu langkah penting dalam menyongsong kemitraan BPJS Kesehatan sekaligus memperkuat fondasi pelayanan rumah sakit. (KA)