Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, September 26, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Semarangan

Widyaiswara Bapelkum Semarang Dorong ASN Muda Kemensetneg Kembangkan Layanan Berbasis HAM

by Alena Kiasata 10/02/2026
Alena Kiasata 10/02/2026 285 views
285

SEMARANG | GISTARA.COM – Pelayanan publik kerap terdengar teknokratis, dipenuhi istilah prosedur, indikator, dan target kinerja. Namun di ruang Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Sekretariat Negara, Selasa, 10 Pebruari 2026, diskursus itu diarahkan ke akar yang lebih mendasar, yaitu hak asasi manusia (HAM). Sebanyak 42 peserta diajak meninjau ulang makna pelayanan negara melalui penguatan nilai dasar PNS BerAKHLAK.

Materi tersebut disampaikan widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Dr. Muh Khamdan, yang menempatkan pelayanan publik sebagai instrumen pemenuhan hak warga negara. “Pelayanan bukan kemurahan hati negara, melainkan kewajiban konstitusional,” ujarnya. Dalam perspektif ini, negara dinilai bukan dari janji, melainkan dari cara melayani warganya.

Khamdan menekankan pengarusutamaan human rights–based approach dalam pelayanan publik. ASN, menurutnya, harus memahami bahwa setiap layanan menyangkut martabat manusia, terutama bagi kelompok rentan, penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan kelompok sosial yang kerap tersisih dari sistem birokrasi.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Gandeng Perbankan, Wujudkan UMKM Naik Kelas

Isu Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) menjadi penekanan utama. Khamdan menyebut, tanpa afirmasi yang jelas, pelayanan publik justru berpotensi mereproduksi ketimpangan. “Kesetaraan tidak lahir dari perlakuan seragam, tetapi dari kebijakan yang sadar ketidaksetaraan,” katanya.

Dalam konteks ini, diskriminasi layanan, baik yang bersifat struktural maupun kultural, dinilai sebagai pelanggaran hak asasi. Hambatan akses bagi penyandang disabilitas, bahasa layanan yang tidak ramah, hingga sikap aparat yang abai pada kondisi warga, adalah contoh nyata kegagalan negara hadir secara adil.

Pengalaman lapangan peserta memperkuat refleksi tersebut. Ayda Miccelle Dityaningrum, CPNS di lingkungan Sekretariat Kabinet, menuturkan pengalamannya dalam program Setneg ke Sekolah (SKS). Interaksi dengan masyarakat di wilayah yang beragam membuka matanya bahwa pelayanan negara kerap gagal membaca konteks sosial.

“Perbedaan karakter wilayah menuntut cara melayani yang berbeda. Kalau tidak peka, pelayanan justru melukai,” ujar Ayda. Baginya, pendekatan berbasis HAM menuntut ASN untuk lebih banyak mendengar dan memahami realitas warga sebelum menerapkan kebijakan.

Pandangan normatif juga disampaikan Muttaqoh Khoirun Nisa, ASN muda Sekretariat Negara. Ia menilai kebermanfaatan pelayanan sebagai ukuran etik ASN. “Ketika layanan memberi dampak bagi yang paling membutuhkan, di situlah nilai pengabdian menemukan maknanya,” kata Muti.

Sementara itu, Aulia Tiara Hanifa menyoroti pentingnya afirmasi kebijakan bagi kelompok rentan dan disabilitas. Menurutnya, pemenuhan hak tidak cukup dengan regulasi umum, tetapi membutuhkan desain layanan yang inklusif sejak perencanaan. “Tanpa afirmasi, kelompok rentan selalu tertinggal,” ujarnya.

Diskusi tersebut memperlihatkan kegelisahan sekaligus harapan generasi ASN baru. Mereka menyadari bahwa birokrasi kerap terjebak pada kepatuhan administratif, sementara substansi hak warga terpinggirkan. Pengarusutamaan GEDSI dipandang sebagai koreksi atas praktik pelayanan yang selama ini terlalu netral secara semu.

Pelatihan ini menandai upaya menanamkan kesadaran bahwa pelayanan publik adalah arena penegakan HAM sehari-hari. Ketika ASN memahami layanan sebagai hak, bukan belas kasihan, negara bergerak dari sekadar hadir secara simbolik menuju hadir secara bermakna, terutama bagi mereka yang paling rentan. (AD)

Balpekum Semaranghak asasi manusiaLatsar CPNS
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Alena Kiasata

previous post
Penguatan Ekonomi Umat, Baznas Jateng Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada 148 Mustahik
next post
Musam Ambalan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, Tetapkan Fikron dan Salvalita Jadi Pradana

You may also like

Kunjungi Pos Pengamanan, Kapolda Jateng Tekankan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

16/03/2026

ASN Muda Setneg Ciptakan Inovasi Digital untuk Protokol hingga Arsip Kepresidenan

13/03/2026

Dari Bapelkum Semarang, Coaching ASN Muda Bappenas Tajamkan Inovasi Kebijakan

05/03/2026

Kisah Inspiratif Polwan Hafizah Ditpolairud Polda Jateng, Dalami Qirā’ah Sab’ah di Bulan Ramadhan

03/03/2026

Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Al Hikmah Jepara Perkuat Pembangunan Daerah Berbasis...

23/02/2026

Kelas Virtual Latsar Setneg 2026, Dorong Smart Governonanve dan Kerja Adaptif

19/02/2026

Terkini

  • Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial

    25/09/2026
  • Jaga Lahan Pertanian Tetap Produktif, Pemkab Jepara Siapkan Embung dan Sumur Dalam

    25/09/2026
  • Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

    25/09/2026
  • Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah

    25/09/2026
  • PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

    24/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here