JEPARA | GISTARA. COM – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tahunan mulai mencanangkan program 100 hari kerja pasca pelantikan. Organisasi NU tingkat desa tersebut terlihat lebih memprioritaskan program kemandirian ekonomi dengan membuat Badan Usaha Milik NU (BUMNU) serta pendampingan masyarakat.
Menurut Rais Syuriyah PRNU Ahmad Hasanudin, salah satu program kerja yang akan segera dilaksanakan yakni pendataan masjid dan musholla di Desa Tahunan untuk dibantu dalam pengurusan pembuatan sertifikat wakaf.
“Pendampingan dalam pengurusan sertifikat wakaf masjid dan musholla di Desa Tahunan menjadi salah satu program prioritas kami”, ujarnya saat memimpin rapat bersama tim Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU).
BACA JUGA: Soroti Penggeledahan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, H. Rif’an Tekankan Perlindungan Santriwati
Masih menurut pria yang akrab disapa Gus Hasan, meskipun tidak mengabaikan program lembaga lain, namun di Desa Tahunan saat ini ternyata masih banyak masjid dan musholla yang belum bersertifikat wakaf.
“Koordinasi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sudah kami lakukan sebagai otoritas yang membidangi pengurusan sertifikat wakaf”, lanjut pengasuh pondok pesantren Al-Falah Tahunan tersebut.
“Bukan hanya pihak KUA, kami juga akan melibatkan nazdir wakaf Majelis Wakil Cabang Tahunan (MWCNU), pemerintah desa dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN)”, tandasnya.
BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Bupati Jepara Salurkan Kartu Sarjana Rp2,49 Miliar
Dari informasi yang Gistara terima, organisasi yang dipimpin oleh Ahmad Hasanuddin sebagai Rais Syuriyah dan Ulil Abshor sebagai Ketua Tanfizdiyah ini juga akan mengakomodir kebutuhan modin perempuan dalam hal mengurusi jenazah berjenis kelamin perempuan.
“Kebutuhan modin perempuan di desa Tahunan kami rasa sangat urgent, mengingat hanya ada modin laki-laki”, ungkap Ketua Tanfizdiyah.
“Sehingga sambungnya, ketika ada jenazah perempuan, modin laki-laki dibatasi dalam mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan tata cara mengurus jenazah perempuan”, tandasnya.
Ranting NU Tahunan mempunyai setidaknya lima lembaga yang akan bekerja sesuai dengan program masing-masing. Di antaranya Lembaga Perekonomian NU (LPNU), Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU), Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU), Lembaga Ta’lif Wa Nasyr NU (LTNU) dan Lembaga Amil Zakat Sodaqoh dan Infaq NU (LAZISNU). (KA)