JEPARA | GISTARA. COM – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid menyerap aspirasi dan temu konsultasi layanan produk halal makanan dan minuman bagi pelaku UMKM masyarakat Desa Suwawal. Pelaku usaha yang hadir nampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dilaksanakan di Balai Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo, Sabtu (25/4/2026).
Upaya jemput bola ini untuk memudahkan para pelaku usaha di Jepara dalam memperoleh sertifikasi halal. Kerjasama tersebut menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta Pemerintah Kabupaten Jepara.
H. Abdul Wachid menegaskan, bahwa sertifikasi produk halal bagi pelaku UMKM di Jepara wajib hukumnya. Kolaborasi luar biasa ini diharapkan mampu membangun ekosistem percepatan sertifikasi halal nasional yang terus berkelanjutan di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Jepara.
BACA JUGA: Harlah ke-80 Muslimat NU: Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban
Ia mengingatkan bahwa sertifikat jaminan produk halal ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk bisa meningkatkan citra positif tentang penjaminan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan memperkuat branding makanan khas Jepara.
Selain itu, program bantuan tambahan modal bagi pelaku usaha yang membutuhkan juga digenjot, sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan, selain untuk mendorong UMKM naik kelas.
“Ini adalah upaya kami jemput bola untuk memudahkan para pelaku usaha, khususnya UMKM di Desa Suwawal. Tidak hanya layanan informasi, namun juga pendampingan sertifikasi produk halal,”jelas Abdul Wachid.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) mengatakan, kegiatan ini sangat strategis, tidak hanya dalam rangka memperkuat sinergi pusat dan daerah serta mempercepat implementasi kebijakan Wajib Halal 2026. Lebih dari itu, juga sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Jepara.
BACA JUGA: Pencanangan Hardiknas 2026 di Jepara, Fokus Inovasi Pendidikan
Kabupaten Jepara memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor industri pengolahan, UMKM, perikanan, hingga ekonomi kreatif. Maka penguatan ekosistem halal menjadi sangat relevan untuk meningkatkan daya saing daerah.
Dalam rentang waktu itu, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,22 persen menjadi 5,91 persen, tingkat kemiskinan turun dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 74,90
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jepara berjalan pada arah yang tepat, termasuk dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat,”Pungkas Mas Wiwit. (KA)