Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 26, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Kesempatan Bertemu Kesiapan, Kisah Taufiq Jadi Bukti Kerja Keras Tak Pernah Mengkhianati Hasil

by Redaksi 26/07/2026
Redaksi 26/07/2026 124 views
Taufiq
124

JEPARA | GISTARA. COM – Taufiq, sosok pria berusia 42 tahun yang amat murah senyum kepada masyarakat sekitar, dengan kulit sawo matang khas masyarakat pesisir. Lahir dan besar di Desa Pulodarat, Pecangaan, Jepara. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana sebagai anak ke-4 dari enam bersaudara.

Sejak lulus MTs ketika kakaknya hendak melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi, kehidupan Taufiq berubah menjadi penuh perjuangan. Demi membantu keluarga, ia mulai bekerja dan tidak melanjutkan Pendidikan di SMA sederajat.

Namun keterbatasan itu tidak memadamkan semangatnya. Dengan tekad kuat, ia melanjutkan Pendidikan Madrasah Wustho dan Ulya, hingga mengambil paket C untuk Ijazah SMA sederajat, sampai kini ia telah menjadi seorang Guru dan Pejabat Desa dan masih melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Ia menempuh pendidikan formal di MI Manbaul Ulum dan MTs Walisongo Pecangaan Namun, perjalanan pendidikannya tidak berjalan dengan mudah. Saat lulus MTs, ia harus menerima kenyataan dengan pesan dari orang tua nya bahwa ia harus mengalah tidak melanjutkan SMA agar kakaknya bisa melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam kehidupannya karena ia harus mulai bekerja sejak usia remaja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Kondisi ekonomi yang sulit tidak mematahkan semangatnya untuk menempuh Pendidikan, setelah lulus MTs, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kuli ukir kayu, ia melakukan rutinitas pekerjaan itu dari pagi hingga siang, kemudian sorenya ia gunakan untuk menempuh Pendidikan di Madrasah Wustho hingga lulus Ulya dengan selalu mendapatkan ranking 1.

Perjalanan menuju kesuksesan tidak diraihnya secara instan. Sewaktu ia menempuh Pendidikan Madrasah Ulya, malam harinya ia menjadi seorang guru ngaji untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Hingga lulus Madrasah, ia diamanahi untuk menjadi guru di Madrasah Diniyah Awwaliyah di Desa Pulodarat. Kemudian ia didaftarkan oleh kakaknya yang telah lulus kuliah untuk mengejar paket C dan ia mengikutinya hingga mendapatkan Ijazah SMA sederajat.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Di tengah kesibukan sebagai kuli dan guru, ia juga membangun keluarga yang harmonis bersama istrinya, Fina. Tak lama berselang menikah, ia mulai membangun bisnis meubel sendiri, dan anak-anak yang mengaji pun selalu bertambah saat tempat mengaji berpindah tempat ke rumah sang mertua yang masih satu desa.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Fariz, Fatin dan Fara. Kehadiran keluarga menjadi sumber semangat dan motivasi terbesar baginya untuk terus berjuang serta memberikan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang dicintainya.

Dua tahun setelah mendapatkan Ijazah SMA, tepatnya di bulan September tahun 2017 ia mendaftar sebagai calon Modin Desa, dan Diterima. Karena hasil kerjanya yang baik, ia dipindahkan jabatannya menjadi Kaur Keuangan Desa dengan tanggung jawab yang lebih besar, ia berani mengambil jabatan tersebut atas permintaan tolong dari Kepala Desa untuk membantu membangun Desa. Ia juga mendapatkan beasiswa untuk kuliah dari Negara, khusus untuk para Guru Madrasah terpilih.

Keberhasilan yang diraihnya saat ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan sikap haus akan pendidikan. Strategi yang selalu dipegangnya adalah Istiqomah dalam mencari ilmu tak peduli seberapapun besarnya rintangan yang ada, tak perlu takut kedepan akan menjadi apa, intinya teruslah belajar.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kegigihan dan semangat juang dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan dan rintangan hidup.

BACA JUGA: BAZNAS Jepara Bantu Renovasi Rumah Lansia di Kedungleper Senilai Rp20 Juta

Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang. Putus sekolah, keputusan bekerja di usia remaja, serta berbagai kesulitan ekonomi yang dihadapi tidak membuatnya menyerah pada keadaan. Sebaliknya, semua tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus bekerja keras dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.

Dari pengalaman hidup yang panjang, ia memegang teguh sebuah prinsip yang selalu menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan, yaitu bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Menurutnya, “Kita itu harus bermanfaat bagi sesama, maka belajarlah dengan giat, suatu saat ilmu akan menjadi pembeda. Dan ikutilah filosofi padi, semakin berisi maka semakin merunduk.” tuturnya pada penulis (22/7/26).

Prinsip tersebut mengajarkannya untuk selalu bersikap rendah hati, karena dari rendah hati itulah yang mengangkat derajatnya di mata masyarakat.

Kisah hidupnya memberikan pelajaran bahwa kesuksesan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan, kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan datang, tapi persiapkanlah diri kita dari sekarang, pastikan saat kesempatan itu datang kita telah siap. Dengan kerja keras, kesabaran, dan doa, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan menjadi inspirasi bagi orang lain. (KA)

Penulis, Maliki Briyan Anata, Mahasiswa KPI Unisnu Jepara

BelajarKerja kerasModin
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
KH. M. Nur Jalal Mujtaba: Safar Momentum Mengosongkan Diri dari Keburukan dan Mengisinya dengan Amal Kebaikan
next post
Jalan Keberkahan Sang Pendidik: Jejak Langkah dan Pengabdian Rohmatun Subagiyo

You may also like

Nur Hidayat Dorong Evaluasi Menyeluruh atas Wafatnya Atlet Selam Jepara

25/10/2026

Rifqi dan Khubaila Terpilih Jadi Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026, Siap Promosikan...

25/10/2026

Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

23/10/2026

HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

22/10/2026

Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

22/10/2026

Momentum Hari Santri 2026, Bupati Jepara Ajak Santri Kembangkan Ilmu Pengetahuan hingga Kewirausahaan 

22/10/2026

Terkini

  • Nur Hidayat Dorong Evaluasi Menyeluruh atas Wafatnya Atlet Selam Jepara

    25/10/2026
  • Kabar Duka, Fathan Subchi Dikabarkan Wafat di Rusia

    25/10/2026
  • Rifqi dan Khubaila Terpilih Jadi Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026, Siap Promosikan Potensi Daerah

    25/10/2026
  • Atlet Jepara Subhan Pertahankan Emas Para Bulutangkis Asian Para Games Nagoya Jepang 2026

    24/10/2026
  • IPARI dan MAN 2 Jepara Raih Juara 1 Karnaval Hari Santri 2026

    23/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here