JEPARA | GISTARA. COM – Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar pelatihan bertajuk Penggunaan AI dalam Menulis (Literasi Digital dan Teknologi) Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa penerima BCB angkatan 2 dan 3, serta berlangsung di Gedung FKD Lantai 4 Unisnu Jepara, Rabu (27/04/2026).
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi digital mahasiswa, khususnya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kegiatan tulis-menulis. Materi yang disampaikan meliputi teknik menghasilkan ide, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan paragraf, hingga mengedit dan memperbaiki bahasa dengan bantuan AI.
BACA JUGA: Resmi, Pimpinan BAZNAS Jepara 2026–2031 Dilantik
Koordinator Panitia BCB, Hendar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab di tengah arus digital yang semakin masif. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen penyebar informasi yang edukatif di masyarakat.
Dalam sesi materi, mentor BCB Unisnu, Khoirul Muslimin, memperkenalkan pemanfaatan AI dalam proses penulisan. Ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan dalam empat tahap utama, yaitu menemukan ide, menyusun kerangka, mengembangkan paragraf, serta melakukan penyuntingan bahasa.

Mahasiswa BCB Unisnu Jepara
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap diimbangi dengan pemikiran kritis penulis.
“AI itu bisa digunakan, tetapi kontribusi pemikiran kita harus lebih dominan. Jangan sampai kita hanya mengikuti hasil AI tanpa melakukan pengecekan isi konten,” ujarnya.
Selain itu, Khoirul juga memaparkan teknik penyusunan paragraf menggunakan metode PREC (Point, Reason, Example, Conclusion), serta cara membuat prompt yang efektif, mulai dari menentukan tujuan penulisan, gaya bahasa, jumlah paragraf, hingga sasaran pembaca.
BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana
Ia juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, di antaranya menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti, melakukan verifikasi fakta, menghindari plagiasi, serta mencantumkan referensi secara tepat.
Isna, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Ia mengatakan bahwa penguasaan teknik menulis berbantuan AI dapat membantu mahasiswa menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Dengan memahami teknik menulis menggunakan AI, mahasiswa dapat memberikan informasi yang akurat sehingga masyarakat terhindar dari berita-berita hoaks,” ujar Isna. (KA/KM)