Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 9, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Religi

Haul Hj. Siti Aminah Jadi Momentum Muhasabah, KH. Akmal Salim Ajak Jamaah  Perbanyak Amal Saleh

by Redaksi 15/06/2026
Redaksi 15/06/2026 165 views
KH. Akmal Salim memberikan mauidzoh khasanah
165

JEPARA | GISTARA. COM  – Suasana religius dan penuh kekeluargaan mewarnai Pengajian Umum dalam rangka Haul Almarhumah Hj. Siti Aminah ke-19 yang digelar di kediaman H. Sayuti, RT 21 RW 05 Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara. Hadir pula tokoh masyarakat, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sekuro, Ahad (14/6/26).

Mewakili keluarga, Wawan Wahyudi menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan almarhumah Hj. Siti Aminah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan kepada para tamu.

“Semoga amal baik seluruh jamaah yang telah mendukung dan menghadiri pengajian ini mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan,” ujar Wawan dalam sambutannya.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri

Sebelum kedatangan penceramah utama, KH. Akmal Salim dari Mantingan, pengajian terlebih dahulu diisi oleh K. Nurul Taufiq, putra H. Sayuti. Dalam tausiyahnya, ia mengutip keterangan dalam Kitab Kifayatul Atqiya’ mengenai empat tujuan penciptaan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Pertama, Allah SWT menciptakan dunia agar manusia dapat mengambil pelajaran darinya, bukan menjadikannya sebagai tujuan utama kehidupan. Karena itu, ia mengingatkan jamaah untuk hidup sederhana sesuai kemampuan dan tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain hanya demi gengsi sosial.

Kedua, Allah SWT memberikan umur kepada manusia untuk digunakan dalam beribadah dan memperbanyak amal saleh. Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan yang sangat berharga sehingga tidak semestinya dihabiskan hanya untuk mengejar kesenangan duniawi.

“Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak lain kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu, umur yang diberikan hendaknya digunakan untuk memperbanyak kebaikan,” tuturnya.

Ketiga, Allah SWT menciptakan harta sebagai sarana berbagi dan membantu sesama. Harta yang dimiliki manusia bukan sekadar untuk ditimbun, melainkan untuk dimanfaatkan melalui infak, sedekah, dan berbagai bentuk kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa sifat dermawan merupakan akhlak yang dicintai Allah SWT dan disenangi masyarakat.

Keempat, Allah SWT memberikan ilmu agar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu, menurutnya, bukan untuk diperdebatkan atau dijadikan sarana mencari keunggulan atas orang lain, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku dan amal nyata yang bermanfaat bagi sesama.

“Jika memiliki ilmu, maka ilmu itu harus diamalkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” pesannya.
Setelah itu, pengajian dilanjutkan oleh KH. Akmal Salim sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk selalu mengingat kematian sebagai pengingat agar manusia terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.

Para jamaah dengan khidmat mengikuti pengajian

Menurutnya, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia, melainkan awal dari pertanggungjawaban atas seluruh amal yang dilakukan selama hidup di dunia.

KH. Akmal Salim menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang mampu berubah dari perilaku yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara yang harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Beruntunglah orang yang selalu mengingat Allah SWT dan merugilah orang yang melupakan-Nya,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa kesibukan mencari nafkah tidak boleh membuat seseorang melalaikan kewajiban beribadah. Menurutnya, keberuntungan sejati bukan terletak pada banyaknya harta yang dimiliki, melainkan pada kedekatan seseorang dengan Allah SWT.

Lebih lanjut, KH. Akmal Salim mengajak jamaah untuk senantiasa mendoakan orang tua yang telah wafat. Menurutnya, doa anak saleh merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir kepada kedua orang tua meskipun telah meninggal dunia.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk tidak mudah berputus asa terhadap orang lain. Mereka yang masih jauh dari kebaikan, katanya, tetap perlu didoakan agar memperoleh hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.

Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang tetap menjadi teladan meskipun lahir dari lingkungan keluarga yang belum sepenuhnya beriman kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren dari Kekerasan, Gus Sahil: Pelaku Harus Diproses sesuai Hukum yang berlaku

Dalam ceramah yang diselingi lantunan shalawat tersebut, KH. Akmal Salim menegaskan bahwa harta dan anak merupakan perhiasan kehidupan dunia. Namun, yang paling bernilai di sisi Allah SWT adalah amal saleh dan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya sehingga pahala kebaikannya terus mengalir.

Menjelang akhir pengajian, ia mengajak jamaah memperbanyak istigfar, membaca shalawat, bertahlil, serta membuka pintu tobat seluas-luasnya. Menurutnya, sebesar apa pun dosa seseorang, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang bersungguh-sungguh kembali ke jalan yang benar.

Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan momentum bulan Muharam dengan memperbanyak berbagai amalan sunnah. Dalam ceramahnya, KH. Akmal Salim menyebut salah satu amalan yang dikenal dalam tradisi ulama, yaitu melaksanakan salat sunnah empat rakaat pada malam bulan Muharam. Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 50 kali.

Menurut penjelasan yang disampaikannya, amalan tersebut Allah swt akan mengampuni dosa-dosa manusia selama 50 tahun. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Akmal Salim. Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhumah Hj. Siti Amin. (KA/KM)

HaulIngat KematianKH. Akmal SalimPerbanyak amal Sholeh
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Menyongsong Fajar Baru 1448 H: Meneguhkan Spiritualitas dan Memacu Etos Kerja Berbasis Muhasabah
next post
MBG, Demokrasi dan Demonstrasi

You may also like

Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

04/10/2026

Menjaga Diri dengan Wira’i dan Iffah

29/09/2026

Salat Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

28/09/2026

Kiai Fathur Rohman Serukan Kesalehan Total: Ritual, Sosial, dan Ekologis

21/09/2026

Kiai Ali Rohmat: Beruntung Orang yang Ditakdirkan Belajar Agama

14/09/2026

Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

14/09/2026

Terkini

  • DPC PKB Jepara 2026-2031 Dikukuhkan, Targetkan Tambah Kursi DPRD

    09/10/2026
  • Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar Monitoring Ujicoba MBG Prasmanan, Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan

    08/10/2026
  • Dosen PAI FTIK UNISNU Jepara Go International, Berbagi Ilmu Pendidikan hingga Malaysia

    08/10/2026
  • TBM dan KB Isykarima Banjaragung Gelar Parenting Education, Kaji Pola Asuh Disiplin Positif

    08/10/2026
  • Festival Literasi Jepara 2026: Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita

    08/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here