Pasang Surut Penyewaan Tenda Camping di Pulau Panjang

Trend ngecamp di Pulau Panjang

JEPARA | GISTARA. COM -Seperti api unggun yang perlahan menyala di tengah gelapnya malam, tren berkemah di tepi laut juga tumbuh pelan sebelum akhirnya menarik banyak perhatian. Fenomena ini terlihat di Pulau Panjang, Jepara, yang kini ramai dikunjungi wisatawan, khususnya anak muda.

Mas Ganung (35), selaku pemilik usaha penyewaan tenda di Pulau Panjang. Ia mengatakan bahwa usahanya telah berjalan sejak 2017, usaha tersebut tidak memiliki nama resmi. “Biasanya disebut saja camping Pulau Panjang,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa sistem penyewaan dapat dilakukan secara online, dengan cara menghubungi nomor Whatsapp. Kemudian customer memilih paket penyewaan tenda yang sudah tersedia di katalog, lalu customer bisa melakukan pembayaran uang muka dan mengirimkan identitas diri untuk di data.

“Harga sewa tenda dimulai dari Rp100.000 per malam, tidak ada biaya tambahan untuk lahan karena area ini ya fasilitas publik. Pengunjung hanya bayar tiket masuk sekitar Rp8.000 sesuai peraturan daerah,” katanya saat diwawancarai (03/05/2026)

BACA JUGA: Polisi Bekuk Pencuri Baterai Tower di Pakis Aji

Ia juga menambahkan, media sosial memiliki peran besar dalam menarik pengunjung, ia mengaku sering menerima tamu dari luar kota karena banyak orang mendapatkan informasi tempat tersebut dari Tiktok dan Instagram.

Waktu paling ramai pengunjung biasanya saat malam Minggu dan libur panjang, sebab pada hari tersebut pelajar dan pekerja sedang libur. Sedangkan saat hari-hari biasa, jumlah pengunjung tidak menentu.

Terkait dengan modal usaha, Ganung mengaku kurang mengetahuinya karena tidak ada hitungan secara rinci. Ia hanya memutar hasil keuntungan untuk membeli perlengkapan baru.

“Buat beli tenda lagi saja, harga satu tenda kisaran Rp600.000. Keuntungan usaha rental itu umumnya sekitar 20 hingga 30 persen saja setelah dikurangi biaya operasional,” ungkapnya

BACA JUGA: PMII Soroti Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara

Di sisi lain, ia tidak menampik adanya risiko kerusakan terhadap barang yang disewa, ia mengatakan bahwa kerusakan biasanya terjadi akibat penyewa yang barbeque. Tetapi untuk menangani kejadian seperti itu, Ganung sudah menegaskan sejak awal kepada penyewa mengenai aturan dan sanksi yang akan diberikan apabila terjadi kerusakan atupun pelanggaran.

“Saat musim hujan, baratan. Jumlah pengunjung menurun drastis karena kondisi laut yang kurang bersahabat untuk menyebrang ke Pulau Panjang,” imbuhnya

Meski begitu, ia tetap optimis menjalankan usahanya hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut semakin berkembang dan makin diminati banyak kalangan, melalui promosi digital dengan akun Tiktok (Camping Pulau Panjang ) dan memanfaatkan keindahan alam. Camping Pulau Panjang menjadi pilihan menarik untuk berlibur dengan harga murah meriah namun tetap terasa mewah. (KA/Natasya)

Related posts

Diantara Deburan Ombak Perawehan dan Pulau Panjang

Pantai Blebak Sekuro Dipadati Pengunjung Saat Libur Jumat Agung

Wisata Sawah Bengkok Tawarkan Situasi Pedesaaan, Ini Lokasinya