TEGAL | GISTARA. COM – Suasana aula SMA Negeri 2 Tegal dipenuhi para kepala sekolah, guru, dan pemerhati pendidikan dalam kegiatan Jaring Aspirasi Dewan Pendidikan Jawa Tengah. Forum yang berlangsung hangat membahas berbagai persoalan pendidikan dengan fokus utama pada penguatan Gerakan Literasi Sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Tengah.
Dalam sesi pemaparan materi Jasman Indradno Wakil Ketua Dewan Pendidikan menjelaskan bahwa literasi sekolah kini tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan teknologi, kemampuan berpikir kritis, dan numerasi.
Menurutnya, tantangan global menuntut sekolah mampu membekali siswa dengan keterampilan literasi yang lebih luas agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Tantangan global menuntut sekolah mampu membekali siswa dengan keterampilan literasi yang lebih luas agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ungkapnya saat menyampaikan paparan di aula SMAN 2 Kota Tegal, Senin (11/5/2026).
BACA JUGA: Disdukcapil Minta Masyarakat Tenang Sikapi Isu Larangan Foto Kopi KTP-el
Ia menambahkan bahwa gerakan literasi perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pemerintah daerah. Pendidikan bermutu, lanjutnya, tidak dapat diwujudkan hanya oleh sekolah, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
“Pendidikan bermutu menjadi tanggung jawab bersama. Literasi harus menjadi budaya di sekolah,” katanya.
Jasman juga menjelaskan bahwa budaya membaca perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana namun konsisten, seperti membaca selama 15–20 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kebiasaan itu dinilai mampu membentuk karakter belajar siswa sekaligus meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pendidikan bermutu harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), termasuk didukung guru yang berkualifikasi minimal sarjana dan memiliki sertifikasi profesi.
BACA JUGA: Polres Jepara Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Pelaku Resmi Ditahan
Forum aspirasi turut membahas tantangan pendidikan inklusi dan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun. Meski demikian, penguatan literasi sekolah tetap menjadi perhatian utama karena dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Dalam forum itu juga muncul sejumlah rekomendasi untuk mendukung penguatan Gerakan Literasi Sekolah. Dewan Pendidikan Jawa Tengah mendorong adanya regulasi yang mendukung gerakan literasi di sekolah, penguatan literasi melalui kurikulum, serta penambahan sarana digital sebagai penunjang pembelajaran.
Peserta forum juga merekomendasikan agar praktik baik Gerakan Literasi Sekolah lebih sering dibagikan antar sekolah. Kegiatan lomba yang berkaitan dengan literasi dinilai perlu diperbanyak guna meningkatkan minat baca dan kreativitas siswa.
Selain itu, peserta menyoroti pentingnya pelatihan pustakawan sekolah serta penambahan tenaga pustakawan di sekolah-sekolah. Pemerintah daerah diharapkan lebih aktif mengampanyekan Gerakan Literasi Sekolah agar budaya membaca dan belajar dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan. (KA)