Saat Doa Iringi Langkah Terakhir di Bangku Madrasah

Dewan Guru MTs Tsamrotul Huda Kecapi

JEPARA | GISTARA. COM – Langit pagi di halaman MTs Tsamrotul Huda pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi saksi pertemuan antara haru dan bahagia dalam acara Haflah Muwada’ah pelepasan wisudawan wisudawati kelas IX. Setelah tiga tahun menimba ilmu, para siswa akhirnya berdiri di penghujung perjalanan mereka di bangku madrasah dengan mata berkaca-kaca dan senyum yang tidak dapat disembunyikan.

‎Acara berlangsung khidmat sejak pembacaan kalam ayat suci Al-Qur’an menggema di halaman sekolah.Untaian kata yang berisi ucapan terima kasih kepada guru dan orang tua mengalun penuh makna satu per satu dari sambutan perwakilan kelas VII dan VIII, serta IX .

Beberapa siswa tampak menundukkan kepala menahan tangis, sementara para wali murid menyeka air mata haru melihat anak-anak mereka tumbuh dan bersiap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

BACA JUGA: Festival Memeden Gadhu 2026: Ruang Budaya, Literasi, dan Solidaritas Warga

‎Falqi Al Fareza, siswa kelas IX A yang menjadi perwakilan sambutan kelas IX, mengaku bangga sekaligus sedih dalam momen tersebut. Ia mengatakan meski sedih karena tahun depan tidak dapat berkumpul lagi bersama teman-temannya. Namun, ia tetap bahagia karena bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

‎“Saya juga ingin menyampaikan pesan kepada para guru agar tetap semangat membimbing para siswa meskipun sering menghadapi berbagai sikap dari anak didiknya. Menurut saya, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga sosok yang menanamkan sikap dan nilai kehidupan selama tiga tahun terakhir.” Ujarnya.

‎Laukhah Dhaimatul Aviyah, siswa kelas XI C menyampaikan Kemegahan acara semakin terasa melalui persiapan yang dilakukan. Beragam tema dihadirkan setiap kelas untuk mempercantik suasana Haflah Muwada’ah. Tidak hanya mempersiapkan penampilan terbaik, kami para siswa juga mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menghadapi momen perpisahan ini.

‎”Semoga MTs dapat terus maju dan siswa-siswinya tetap berprestasi dan saya berterima kasih atas semua pengajaran dan sikap baik yang telah diberikan kepada saya. Semoga bapak dan ibu guru tidak melupakan saya,” tuturnya penuh haru.

BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Masjid di Jepara Didorong Setor Dana Kurban ke BAZNAS, Berikut Alurnya

Dalam sambutannya, Halimatus Sa’diyyah  kepala madrasah menyampaikan bahwa Haflah Muwada’ah bukan sekadar perpisahan, melainkan momen mengantarkan kembali para siswa kepada orang tua setelah tiga tahun dibina dengan ilmu dan akhlak. Ia berpesan, agar lulusan tetap menjaga kebiasaan baik yang telah ditanamkan di madrasah.

‎“Jangan lupa selalu shalat, tetap disiplin di mana pun berada, jaga nama baik almamater, dan doakan bapak ibu guru dalam setiap doa kalian,” pesannya.

‎Di penghujung acara, suasana halaman madrasah dipenuhi pelukan, senyum, dan air mata. Haflah Muwada’ah tersebut menjadi penanda bahwa setiap pertemuan memiliki akhir, tetapi kenangan, doa, dan pelajaran yang tumbuh selama tiga tahun di MTs Tsamrotul Huda akan selalu tinggal di hati para siswa. (KA)

Related posts

Penutupan TMMD Tahap II, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi: Desa sebagai Fondasi Pembangunan Nasional.

Perkuat Toleransi dan Keberagaman, 16 Bhikkhu Tempuh Perjalanan Spiritual Menuju Candi Sewu

Pembinaan BKK dan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri,  SDM Jepara  Didorong Berkompeten dan Berdaya Saing Internasional