JEPARA | GISTARA. COM – Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Pembinaan Bursa Kerja Khusus dan Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri bagi Aparat Kecamatan Tahun 2026 di Gedung Shima Setda Jepara, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, didampingi Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza, serta menghadirkan narasumber Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri Ditjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Devriel Sogia.
Dalam laporannya, Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas layanan antar kerja sekaligus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan ketenagakerjaan.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Masjid di Jepara Didorong Setor Dana Kurban ke BAZNAS, Berikut Alurnya
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara BKK, alumni, pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, KP2MI, serta dunia usaha dan dunia industri.
“Dapat kami laporkan, saat ini jumlah Bursa Kerja Khusus di Kabupaten Jepara sebanyak 53 BKK, terdiri dari 49 BKK SMK, 3 BKK universitas, dan 1 BKK pemerintah yaitu UPTD BLK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 BKK telah terbit tanda daftar melalui aplikasi e-BKK. Diharapkan 28 BKK lainnya segera menyusul proses pendaftaran melalui e-BKK pada tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap melalui program ini, petugas BKK dan aparatur sipil negara dapat menjadi agen edukasi dalam penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara prosedural, dengan memberikan informasi akurat terkait peluang kerja luar negeri dan tata kelola penempatan yang sesuai ketentuan.
Sementara itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menegaskan bahwa penguatan sektor ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam visi Jepara Mulus, khususnya melalui program Jepara Karya.
BACA JUGA: Dorong Seni Ukir Jepara Mendunia, Taj Yasin Soroti Regenerasi Pengukir
Menurutnya, program tersebut mencakup penyediaan informasi lowongan kerja, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga penguatan konektivitas antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Sepanjang tahun 2025 telah tersedia lebih dari 32 ribu lowongan pekerjaan. Kami juga memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi ratusan pencari kerja. Hal ini sangat berpengaruh pada penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jepara dari 3,34 persen menjadi 3,30 persen,” kata Bupati.
Bupati menekankan bahwa orientasi pemerintah bukan sekadar mengirim tenaga kerja sebanyak-banyaknya ke luar negeri, melainkan membangun sumber daya manusia Jepara yang kompeten, terampil, berkarakter, dan memiliki daya saing internasional.
“Di sini peran penting BKK dan kecamatan sangat dibutuhkan. Saya berharap BKK tidak hanya aktif saat kelulusan siswa, tetapi benar-benar melakukan penelusuran tamatan, pemetaan kompetensi lulusan, membangun jejaring dengan dunia usaha dan industri, sekaligus aktif memanfaatkan platform layanan kerja pemerintah,” pungkasnya. (KA)