JEPARA | GISTARA. COM – Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Bangsri bekerja sama dengan Puskesmas Bangsri I menggelar kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 22 Mei 2026 ini ditempatkan di Gedung MWC NU Bangsri dan dihadiri oleh jajaran pengurus Anak Cabang serta Pimpinan dan anggota Muslimat NU dari berbagai Ranting di Kecamatan Bangsri.
Wakil Ketua PAC Muslimat NU Bangsri, Hj. Nur Mamlukah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang harus dilaksanakan ke semua Ranting bekerja sama dengan Puskesmas di wilayah masing-masing.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Masjid di Jepara Didorong Setor Dana Kurban ke BAZNAS, Berikut Alurnya
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya angka kasus kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) pada kaum perempuan. Hj. Nur Mamlukah menegaskan bahwa banyak perempuan yang masih takut atau enggan memeriksakan diri karena minimnya informasi. Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin mengedukasi ibu-ibu Muslimat bahwa deteksi dini adalah kunci keselamatan dan meminta mereka untuk tidak menunggu sampai kondisi parah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Bangsri I, Nur Daim, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa kanker leher rahim dan kanker payudara memang banyak menyerang perempuan, namun fatalitasnya masih bisa dicegah dengan deteksi dini. Mengingat kegiatan ini merupakan program nasional yang harus tersampaikan kepada semua lapisan masyarakat.
Kepala Puskesmas Bangsri 1 bersama Anggota Muslimat
“Kaum perempuan harus berani menghilangkan rasa takut dan malu untuk melakukan pemeriksaan medis,” ajak Nur Daim.
Memasuki acara inti, materi sosialisasi disampaikan secara detail oleh Any Anita, S.Keb., bidan dari Puskesmas Bangsri I sekaligus pemegang Program IVA. Dalam paparannya, beliau menjelaskan mengenai faktor risiko, gejala awal, hingga metode deteksi dini yang mudah dan efektif.
BACA JUGA: Pameran “TATAH” Resmi Dibuka, Menteri Kebudayaan Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Ukir
Para peserta diajak untuk memahami dua metode utama, yaitu SADARI (Periksa Payudara Sendiri) yang dilakukan secara mandiri di rumah setiap bulan setelah masa haid, serta Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Pap Smear sebagai metode skrining medis untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.
Acara berlangsung sangat interaktif dengan adanya sesi tanya jawab yang dinamis, di mana banyak peserta aktif berkonsultasi mengenai gejala dan tindakan penanganan seputar kanker payudara serta kanker serviks.
Melalui sosialisasi ini, para anggota Muslimat NU diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen informasi atau kader yang mampu menyebarluaskan edukasi ini kepada keluarga dan lingkungan tetangga masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen dalam mewujudkan perempuan yang sehat, mandiri, dan berdaya. (KA/Muhibbatun)