Gebyar 1 Muharam 1448 H, Ribuan Santri Semarakkan Kirab Tahun Baru Islam 

Para santri dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti kirab

JEPARA | GISTARA. COM– Ribuan santri memadati kegiatan Kirab 1.000 Santri Jepara dalam rangka Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum memperingati Tahun Baru Islam sekaligus meneguhkan peran santri sebagai generasi penerus bangsa.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan santri yang hadir bukan sekadar peserta kirab, melainkan harapan besar bagi masa depan Jepara.

“Bagi saya, seribu santri yang hadir ini bukan hanya peserta kirab. Dalam pandangan saya, kalian adalah 1.000 harapan Jepara, 1.000 calon ulama, 1.000 calon pemimpin, 1.000 calon guru, pengusaha, dan profesional yang kelak akan mengabdi untuk bangsa dan daerah,” ujar Witiarso.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri

Menurutnya, masyarakat Jepara patut bangga terhadap peran santri yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Ia menegaskan perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak pernah lepas dari kontribusi para ulama dan santri.

“Kita patut bangga. Sejarah Indonesia tidak pernah lepas dari peran santri. Para ulama dan santri adalah kekuatan besar dalam perjuangan kemerdekaan,” katanya.

Para santri menampilkan berbagai karya seni

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan agar para santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta kepemimpinan.

“Maka jadilah santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan. Jadilah generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akhlak dan jati diri,” pesannya.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren dari Kekerasan, Gus Sahil: Pelaku Harus Diproses sesuai Hukum yang berlaku

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Pendidikan karakter yang selama ini menjadi kekuatan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan juga memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul.

“Tahun Baru Islam adalah momentum hijrah. Hijrahlah dari malas menjadi rajin, dari putus asa menjadi optimis, dan dari sekadar menjadi penonton menjadi generasi yang memberi manfaat,” tuturnya.

Witiarso berharap peringatan Tahun Baru Islam melalui Kirab 1.000 Santri dapat menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Jepara untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.

“Ini menjadi semangat bagi kita semuanya. Kegiatannya sangat meriah dan semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.(KA)

Related posts

Guru TPQ hingga Instruktur LKP Terima Bantuan  Program Guru Sejahtera Jepara 2026, Berikut Rinciannya

15.120 Guru di Jepara Disasar Kartu Guru Sejahtera, Terima Bantuan Rp1,4 Juta Per Tahun

Meniti Prestasi Sejak Usia Dini,  Perjalanan Nikeisha Callista Wahyu Menggapai Mimpi di Kolam Renang