
JEPARA | GISTARA. COM – Camat Tahunan Jepara Muadz, S.Sos. MH., menghadiri wisuda pelepasan siswa kelas VI dan wisuda tahfidz Madrasah Ibti’daiyah (MI) Miftahul Huda Tegalsambi Tahunan Jepara, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kehadiran Camat yang bertugas di Tahunan sejak September 2025 ini merupakan kado terindah bagi wisudawan-wisudawati tahfidz karena sempat diuji hafalannya oleh Camat.
Hafidz-hafidzah juz 30, juz 1, 2 dan 3 ini sempat terlihat grogi karena tidak terbiasa mendapatkan pertanyaan langsung sambung ayat secara acak.
BACA JUGA: Puing-Puing Kebakaran Sisakan Duka, BAZNAS Jepara Hadir Membawa Asa untuk Mbah Kandek
“Saya sangat mengapresiasi pembelajaran di MI Miftahul Huda Tegalsambi yang memberikan dasar-dasar agama bagi anak didiknya. Prestasi akademiknya sangat bagus, rerata tes kemampuan akademik (TKA) tertinggi tingkat MI di Kecamatan Tahunan”, kata Muadz yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo.
“Pendidikan dasar sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual sangat dibutuhkan sebagai pondasi kehidupan generasi masa depan. Sekolah di MI adalah langkah yang tepat”, lanjut Muadz.
“Saya menyesal mengapa dulu tidak menghafal Al Qur’an , untuk itu saya berpesan agar anak-anak terus meningkatkan hafalannya, muraja’ah dan muthala’ah agar tidak hanya juz 30 tetapi lengkap 30 juz Al Qur’an”, pesan alumni Fisip Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto.

Siswa-siswi kelas 6 MI Miftahul Huda Tegalsambi
Sementara itu pengasuh pondok pesantren Nurul Huda Tegalsambi KH. Mahbub Junaidi dalam tausiyahnya mengatakan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak supaya shalih dan shalihah.
“Pendidikan agama dan akhlaqul karimah merupakan pondasi yang wajib ditanamkan kepada anak, sementara pendidikan umum disesuaikan dengan minat dan bakat anak agar tumbuh passion dari dalam dirinya, tidak menjalani dengan terpaksa. Saya berharap orang tua menyekolahkan di MI agar paham agama dan pengetahuan umum” ujar Pak Jun, panggilan akrab KH Mahbub Junaidi.
“Pahala orang tua dalam mendidik anak tergantung seberapa besar mereka ikut membiayai. Untuk itu, jangan menunda bayar syahriyah dan perbanyak shadakah ke Madrasah. MI adalah tempat yang tepat karena ada pendidikan umum dan agama” kata Mahbub Junaidi.
BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri
Kepala MI Miftahul Huda Tegalsambi Aminatur Rohmah menyampaikan laporan kepada wali murid bahwa lulusan tahun 2025-2026 sebanyak 31 anak sedangkan yang wisuda tahfidz sebanyak 26 anak.
“Secara kedinasan hari ini kami kembalikan anak-anak kepada wali murid, tetapi secara sosial dan kekerabatan hubungan guru dan murid adalah selamanya”, tutur Aminah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Petinggi Tegalsambi H. Agus Santoso, Pembina YTI Miftahul Huda KH. Zainuri Toha, Ketua Komite Madrasah M. Ahyauddin, pengawas Listiyono dan sejumlah pengurus YTI MH Adib Murtadlo, M. Hanif, Zakariya Anshori, Achmad Ulil Azca serta wali murid MI mulai kelas 1 sampai kelas 6. (KA)