
JEPARA | GISTARA. COM – Semangat gotong royong warga RW 6 Dukuh Tendoksari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Jepara, kembali membuahkan hasil membanggakan. Dalam pengajian umum dan santunan yatim piatu serta dhuafa (24 /6/26) yang digelar di RT 1 RW 6 Tendoksari, total donasi yang berhasil dihimpun pada tahun 1448 H/2026 M mencapai Rp118.725.000. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang pelaksanaan santunan tahunan di lingkungan tersebut.
Ketua RW 6 Tendoksari, Suhartono, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya kepedulian masyarakat. Menurutnya, capaian tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2025 yang berhasil menghimpun Rp93.900.000.
Ia menilai tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat Tendoksari dan Gerjensari.
BACA JUGA: Gandeng KADIN, BAZNAS Jepara Bidik Zakat dari Sektor Swasta
“Alhamdulillah, ini adalah rekor baru. Semangat warga dari tahun ke tahun semakin luar biasa. Semua ini merupakan hasil kerja sama panitia, para donatur, dan seluruh warga yang mempunyai kepedulian terhadap anak yatim piatu dan kaum dhuafa,” ujar Suhartono saat memberikan sambutan.
Suhartono menjelaskan, dana santunan dihimpun dari enam wilayah, yakni RT 1 sampai RT 5 RW 6 Dukuh Tendoksari serta RT 5 RW 4 Dukuh Gerjensari. Selain itu, terdapat pula donasi dari berbagai lembaga, jamaah, dan para dermawan dari luar wilayah yang turut mendukung program santunan tahunan tersebut.
Berdasarkan laporan panitia, RT 1 RW 6 menjadi penyumbang terbesar dengan perolehan Rp35.792.000. Di antaranya berasal dari berbagai donatur, kelompok bapak-bapak, PKK, serta sejumlah perusahaan dan masyarakat yang ikut berpartisipasi.

Suhartono Ketua RW 6 Tendoksari Tahunan
Sementara itu, RT 2 RW 6 berhasil menghimpun dana sebesar Rp16.750.000, disusul RT 3 RW 6 sebesar Rp15.890.000. Kedua wilayah tersebut menunjukkan kekompakan warga melalui kegiatan kelompok ibu-ibu, bapak-bapak, serta berbagai donasi perseorangan yang diberikan dengan penuh keikhlasan.
RT 4 RW 6 mengumpulkan dana santunan sebesar Rp8.150.000, sedangkan RT 5 RW 6 memperoleh Rp7.421.500. Adapun RT 5 RW 4 Dukuh Gerjensari menyumbang Rp20.130.000, menjadikannya perolehan terbesar kedua setelah RT 1 RW 6 Tendoksari.
Petinggi Desa Tahunan H. Muhadi mengapresiasi semangat warga Tendoksari dan Gerjensari yang berhasil menggalang dana dalam jumlah besar. Menurutnya, budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang dibangun masyarakat layak menjadi contoh bagi wilayah lain.
BACA JUGA: 850 Pekerja Kantongi Kartu Mebel Jepara, Hadirkan Perlindungan Kesehatan hingga Akses Kuliah
Ia juga mengapresiasi sistem pelaporan yang dilakukan secara terbuka dan transparan melalui tautan yang dibagikan oleh panitia kepada masyarakat.
Dalam tausiyahnya, KH Solikhin mengingatkan bahwa memuliakan anak yatim merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa orang yang peduli terhadap anak yatim akan berada di surga bersama Nabi Muhammad SAW seperti dekatnya dua jari.
Menurutnya, santunan kepada anak yatim bukan semata-mata kebutuhan mereka, melainkan kebutuhan seluruh umat untuk memperoleh rahmat Allah SWT serta sebagai ikhtiar menolak bala dengan memperbanyak sedekah dan kepedulian kepada sesama.(KA)