JEPARA | GISTARA. COM – Madrasah di Kabupaten Jepara didorong tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Dorongan tersebut disampaikan oleh H. Ahsan Muhyiddin, SE, MM, Kepala Kantor Kemenag (Kankemenag) Jepara dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama H. Abdul Wahid, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, dengan tema “Mewujudkan Madrasah Berdaya Saing melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Digital” di Gedung PGRI Jepara, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti pengurus LP Ma’arif, Pergunu dan para Kepala dibawah naungan KKMI 02, KKMTS 02, dan KKMA 02 Jepara,
Dalam sesi penyampaian materi, Kepala Kantor Kemenag Jepara H. Ahsan Muhyiddin menekankan pentingnya madrasah memikirkan eksistensinya di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
BACA JUGA: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wahid Komitmen Perjuangkan PIP Murid Madrasah dan Kesejahteraan Guru
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan sekaligus peluang bagi madrasah. Karena itu, madrasah dituntut terus melakukan inovasi dan transformasi agar tidak tertinggal.
“Tantangan ke depan adalah eksistensinya harus kita pikirkan. Di era digital, madrasah harus selalu berinovasi dan bertransformasi,” ujarnya dalam sesi yang dipandu Ketua Pergunu Jepara H. Ahmad Makhali.
Ahsan juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru madrasah. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia pun mendorong LP Ma’arif dan Pergunu untuk lebih aktif menggelar pelatihan maupun kegiatan pengembangan kompetensi guru secara berkala.
“Kompetensi guru madrasah harus ditingkatkan. LP Ma’arif dan Pergunu saya dorong untuk sering-sering membuat pelatihan atau kegiatan sejenis,” katanya.
BACA JUGA: Pameran “TATAH” Resmi Dibuka, Menteri Kebudayaan Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Ukir
Ahsan menilai, guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kemampuan madrasah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pendidikan.
Kegiatan Ngopi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing pendidikan, yang menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman antara pengelola madrasah, guru, organisasi pendidikan, dan pemangku kepentingan.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua LP Ma’arif H. Mualimin, Katib Syuriyah PCNU Jepara H. Nasrullah Huda, Ketua Pergunu H. Ahmad Makhali, Ketua KKMI 02 Jepara H. Mustofa, Ketua KKMA 02 Jepara H. Nur Khandir, serta Wakil Dekan FTIK Sunan Kudus Dr. Yusuf Falah.
Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat kualitas madrasah di Jepara. (KA)