Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 15, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Formula Politik Muktamar NU Jombang dan Pendidikan Politik Masa Depan NKRI

by Redaksi 13/07/2026
Redaksi 13/07/2026 210 views
Oleh: M. Shohibul Itmam
210

Jajaran Syuriah PWNU Jawa dalam rapat rutinan (5/7/26)  menetapkan panitia team perumus materi muktamar PBNU di Jombang pada 27-31 Agustus mendatang.

Diantara agenda materi adalah menyiapkan materi muktamar yang berhubungan dengan komisi organisasi bahwa pengurus struktural NU tidak boleh terlibat dan merangkap jabatan di luar organisasi NU supaya fokus dalam Khidmah NU pada ummat dan masyarakat serta tidak terjebak dinamika politik yang berkelanjutan.

Eksplorasi Muktamar Jombang

Penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 menjadi fenomenal serta perhatian nasional bahkan global. Muktamar dipahami sebagai sosok figur yang pulang kampung bagi ideologi dan embrio organisasi, perhelatan di Kota Santri ini tidak hanya sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan momentum krusial dalam merajut ulang relasi antara politik kebangsaan NU dan masa depan demokrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akar Sejarah dan Politik kota Jombang

Kota Jombang memiliki tempat istimewa dalam sejarah perjuangan bangsa. Kota ini merupakan tempat lahir dan bersemayamnya para tokoh pendiri NU, termasuk Pahlawan Nasional KH. Wahab Chasbullah yang mendirikan Pesantren Tambak Beras.

Secara historis, kota ini telah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai keagamaan bertransformasi menjadi kekuatan politik kebangsaan. Muktamar di Jombang selalu menghadirkan magnet politik yang kuat bagi semua elemen NU khususnya terkait dinamika yg terjadi di NU setahun terakhir ini.

Sebagai organisasi Islam terbesar, dinamika di internal NU kerap memunculkan riak politik di tingkat lokal maupun nasional. Tarikan antara kekuatan idealisme menjaga khittah garis perjuangan NU dan pragmatisme strategi kekuasaan sering kali mewarnai panggung Muktamar.

Namun, tantangan terbesar dari politik Muktamar adalah bagaimana mengelola perbedaan tersebut agar tidak menguras energi dan mencederai marwah organisasi.

Politik Kebangsaan vs Politik Praktis

Dalam konteks masa depan NKRI, organisasi NU senantiasa dihadapkan pada tantangan untuk membedakan secara tegas antara Politik tingkat tinggi, politik kebangsaan dan politik praktis, perebutan kekuasaan pada gelanggang demokrasi Pancasila.

Politik kebangsaan NU berorientasi pada penjagaan moral umat, kesejahteraan sosial, merawat kebinekaan, dan mengawal kedaulatan NKRI.

Ketika dinamika Muktamar didominasi oleh syahwat politik praktis, NU berisiko kehilangan peran utamanya sebagai penyeimbang moral negara. Oleh karena itu, Muktamar di Jombang harus menjadi medium pemurnian orientasi Jam’iyyah terbesar di dunia ini.

Nilai-nilai musyawarah, akhlak khidmah, pengabdian, serta etika organisasi harus dikedepankan di atas ambisi kelompok yang bermanuver pada muktamar nanti.

Menatap Masa Depan Pendidikan Politik NKRI

Bagi bangsa Indonesia, Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi masyarakat, melainkan pilar penyangga stabilitas sosial dan moderasi beragama.

Dinamika yang terjadi di setiap perhelatan akbar ini memberikan efek langsung terhadap pendidikan politik masyarakat secara luas. Untuk itu, ada beberapa catatan penting pendidikan politik masa depan yang harus dilahirkan dari rahim Muktamar NU Jombang antara lain;

Pertama, Pendidikan Politik Berbasis Akhlak dan Etika. Organisasi NU harus menjadi motor penggerak transformasi politik di Indonesia yang kerap diwarnai transaksional dan polarisasi.

Melalui keteladanan para kiai dan elite pengurus, NU mencontohkan bahwa suksesi kepemimpinan dapat dicapai melalui adab yang santun, dialog yang sehat, dan menghindari ujaran kebencian.

Kedua, Penguatan Literasi Politik Nahdliyin.
Muktamar harus menjadi ajang penyadaran politik bagi jutaan warga Nahdliyin dan masyarakat secara umum.

Pendidikan politik yang ditanamkan adalah pemahaman bahwa hak suara dan peran serta dalam pemilu harus didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan umat, bukan sekadar iming-iming materi sesaat yang merusak tatanan organisasi bangunan para ulama pendiri NU.

Ketiga, Konsolidasi Demokrasi dan Toleransi. Sebagai lokomotif Islam moderat, Washatiyah, NU memikul tanggung jawab besar untuk terus membumikan narasi hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Politik masa depan NU harus berfokus pada penolakan terhadap segala bentuk politik identitas ekstrem yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.

Muktamar ke-35 di Jombang diharapkan bukan sekadar melahirkan pemenang dalam kontestasi suksesi kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini harus menjadi titik tolak konsolidai internal menuju abad kedua Nahdlatul Ulama.

Jika NU berhasil merajut kembali simpul-simpul persaudaraan dan mengembalikan politik ke dalam bingkai akhlak dan pendidikan kebangsaan, maka organisasi ini akan terus menjadi jangkar yang kokoh bagi masa depan NKRI.

Dari Jombang, NU mengirimkan pesan moral yang kuat kepada seluruh elemen bangsa dan dunia bahwa, politik sejatinya adalah alat untuk mengabdi, melayani umat, dan merawat kemajemukan Indonesia menuju bangsa yang hebat bermartabat era digital disruptif.

M. Shohibul Itmam, Wakatib Syuriah PWNU Jawa Tengah.

JombangMuktamar NUTambak Beras
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Belajar Demokrasi Sejak Dini, Santri Ponpes Nailul Muna Kalipucang Wetan Gelar Pemilihan Ketua Pondok Secara Langsung
next post
KUA Batealit–KUA Pakisaji Jepara Siap Sukseskan Gerakan Nasional Rasydul Qiblat 1448 H

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here