JEPARA | GISTARA. COM – Lantunan doa usai salat Zuhur masih menggema di dalam Masjid Ar-Robbaniyyin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Jamaah tampak tetap duduk rapi dalam saf, sementara suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh ruangan.
Di tengah keheningan itu, perhatian sivitas akademika dan para jamaah tertuju kepada Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara, Arif Mustofa, yang menyampaikan kultum bertema Menjaga Perairan untuk Kehidupan di Masa Depan, Senin (27/7/2026).
Melalui tausiah tersebut, ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat air sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
“Izinkanlah pada kesempatan ini saya menyampaikan risalah dengan tema Menjaga Perairan untuk Kehidupan di Masa Depan. Kita semua memahami bahwa seluruh makhluk hidup di muka bumi memerlukan air untuk kehidupannya,” ujar Arif Mustofa.
BACA JUGA: Stop Kebocoran, E-Parkir Resmi Diluncurkan
Ia menjelaskan bahwa air merupakan komponen vital bagi seluruh makhluk hidup. Menurutnya, fungsi air tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi media transportasi antar sel dan komponen terbesar penyusun sel. Tanpa air, sel-sel akan mati sehingga kehidupan tidak dapat berlangsung.
“Jika tidak ada air maka sel akan mati, dan jika sel mati maka makhluk hidup akan mati pula,” tegasnya.
Arif Mustofa menerangkan bahwa sekitar 70 persen tubuh manusia tersusun atas air. Air berfungsi mengontrol suhu tubuh, mengangkut nutrisi, membantu proses metabolisme, mengencerkan lemak, serta berperan sebagai antioksidan dan antitoksik yang tidak dapat digantikan oleh zat lain.
Namun demikian, ia menilai masyarakat mulai mengabaikan pentingnya mengonsumsi air putih. Banyak orang, khususnya anak-anak dan remaja, lebih memilih minuman tinggi gula yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan di masa mendatang.

Arif Mustofa, Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara
“Anak-anak kita sering nongkrong di kafe dan memilih minuman yang tinggi gula serta kalori. Kebiasaan ini dapat membahayakan kesehatan mereka di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Mustofa juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini memasuki awal musim kemarau yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air, meskipun secara ilmiah jumlah air di bumi tetap konstan karena mengalami siklus hidrologi, mulai dari proses penguapan, pembentukan awan, hingga kembali turun sebagai hujan.
Ia kemudian mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 68–70 yang mengingatkan manusia untuk mensyukuri nikmat air yang diturunkan Allah dan tidak menyia-nyiakannya.
Mengakhiri kultumnya, Arif Mustofa mengajak seluruh jemaah untuk memiliki kepedulian terhadap kelestarian sumber daya air agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Pada masa depan, kita harus menjaga kualitas air yang turun ke bumi agar tetap bisa diminum. Menjaga perairan untuk masa depan sangat penting dilakukan bersama-sama,” katanya.
BACA JUGA: Teguhkan Nilai Toleransi, PAC GP Ansor Mlonggo Gelar Ngaji Budaya Lintas Iman
Menurutnya, menjaga kualitas air tidak dapat dilakukan oleh segelintir orang saja, tetapi memerlukan kesadaran kolektif seluruh masyarakat untuk mencegah pencemaran lingkungan.
“Tidak ada orang lain yang menjaga sekuat tenaga sementara sebagian orang lain justru merusaknya. Kondisi ini membutuhkan kesadaran bersama untuk bekerja sama saling membantu dalam menjaga kelestarian perairan,” pungkas Arif Mustofa.
Melalui kultum tersebut, Arif Mustofa berharap sivitas akademika UNISNU Jepara dan masyarakat dapat meningkatkan rasa syukur atas nikmat air sekaligus mengimplementasikan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, menjaga perairan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan kehidupan yang sehat, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi generasi masa depan. (KA)