JEPARA | GISTARA. COM – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Malam Penganugerahan Pameran Seni Ukir TATAH 2026 di Pendopo Kartini Jepara, Senin (27/7/2026) malam.
Acara tersebut menjadi puncak rangkaian pameran TATAH yang digelar di Museum Nasional Indonesia dan mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Acara dihadiri Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta para seniman dan pelaku seni ukir.
BACA JUGA: Stop Kebocoran, E-Parkir Resmi Diluncurkan
Dalam sambutan Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan TATAH 2026. Tercatat per hari ini total 68.242 pengunjung telah mengunjungi pameran yang akan ditutup pada 2 Agustus mendatang. Hal ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni ukir Jepara.
Mas Wiwit menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar produk ekonomi, tetapi merupakan warisan budaya yang lahir dari kerja sama banyak pihak dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Pada malam itu, Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan penghargaan kepada 38 penerima, mulai dari maestro, seniman, artisan, asisten pengukir, pelestari, akademisi, komunitas, hingga mitra yang telah berkontribusi dalam menjaga ekosistem seni ukir Jepara. Selain itu Bupati juga menyerahkan bantuan program Kartu Mebel Jepara (KMJ) bagi para pekerja mebel dan ukir.
BACA JUGA: Teguhkan Nilai Toleransi, PAC GP Ansor Mlonggo Gelar Ngaji Budaya Lintas Iman
Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian seni ukir melalui penguatan ekosistem, regenerasi perajin, pengembangan riset, serta pemberdayaan pelaku seni.
“Pameran Tatah yang pertama ini menjadi pondasi untuk pameran yang selanjutnya, jadi wajar apabila perlu banyak evaluasi. Nanti yang kedua kami harap dapat berdampak kepada para seniman ukir yang lebih banyak lagi,” tandasnya.
Mas Wiwit mengaku siap mendukung Trilogi Pameran “TATAH”, menurutnya hal ini juga dapat menambah literasi terhadap seni ukir khususnya memperkenalkan maestro ukir yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.
Lebih lanjut, dirinya berharap keterlibatan seniman ukir generasi muda dan seniman yang belum dilirik seperti di desa-desa dapat ditingkatkan. Harapannya pameran ini dapat menjadi panggung bagi para seniman ini untuk tampil dan dikenal. (KA)