Perjalan Keras  Syarifuddin Maulana menuju  Panggung Pewayangan

Syarifuddin Maulana

JEPARA | GISTARA. COM – Seorang seniman asal Jepara dengan penampilan khas berambut gondrong, berkulit sawo matang, dan berbadan berisi. Pria kelahiran 21 April 1994 ini dikenal sebagai pribadi yang tegas, tidak bertele-tele, namun memiliki sisi humoris yang hangat serta sangat menyukai kucing.

Perjalanan hidupnya di dunia seni dibentuk oleh dedikasi tinggi, termasuk pengalamannya mengabdi mencari ilmu kesana kemari, salah satunya dengan ikut mengabdi kepada almarhum Mbah Kasmin di Desa Bondo. Di sela-sela kesibukannya, ia juga menyalurkan kegemarannya melalui hobi menyanyi.

Syarifuddin Maulana tumbuh dan berkembang melalui jalur pendidikan yang terstruktur di tanah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD 8 Suwawal, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan menengah di MTs Mathalibul Huda Mlonggo  dan MA Mathalibul Huda.

BACA JUGA: 38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026

Guna memperluas cakrawala berpikirnya, Syarif kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Seluruh proses akademik ini turut membentuk fondasi karakter dan kematangannya dalam berpikir serta bertindak.

Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dalam keluarganya, Syarif merupakan putra dari pasangan Bapak Masriyadi dan Ibu Rumiyati.

Sebagai anak sulung, ia memiliki tanggung jawab membimbing kedua adik perempuannya. Adik pertamanya (anak kedua di keluarga) bernama Dyah Nurcahyani, sedangkan adik bungsunya (anak ketiga) bernama Sukma Ayu Dewi Lestari. Dukungan dari keluarga besar ini menjadi pilar penting dalam perjalanannya berkarier.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Kini, Syarif mendedikasikan hidupnya di dunia seni tradisi sebagai seorang seniman dalang. Selain aktif mendalang, ia membagikan ilmunya dengan mengajar di Sanggar Marga Langit dan juga melakoni pekerjaan sampingan sebagai freelance.

Keberhasilannya menjadi seorang dalang profesional merupakan salah satu momen besar dalam hidupnya, yang diraih melalui kerja keras dan ketekunan yang luar biasa.

Perjalanan karier Syarif tidaklah mulus begitu saja. Ia sempat menghadapi hambatan besar ketika berada di titik putus asa karena materi pedalangan yang dirasa sangat sulit untuk dikuasai.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Alih-alih menyerah pada keadaan, hambatan tersebut justru ia jadikan cambuk untuk terus belajar. Berkat usaha yang keras dan tekad yang kuat, Syarif berhasil melewati masa-masa sulit tersebut hingga akhirnya mencapai titik sukses sebagai seorang dalang yang diperhitungkan.

Syarif mempunyai motto hidup, “sinau sing sregep, ojo gampang nyerah, jaman saiki gaenek ing instan,” tuturnya, (26/7/26).

Dari Syarif kita belajar tentang kegigihan dalam belajar dan meraih cita-cita dengan kerja keras, konsisten kita akan mampu menggapai apa yang kita impikan. (KA)

Penulis: Rahayu Kiswara, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara

Related posts

38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026

Belanja Masalah” Jadi Langkah Awal Mahasiswa KKN Unisnu XXI Mengabdi di Desa Keling

Berawal Ingin Jadi Guru, Sugi Menginspirasi Lewat Dunia Wayang