Siti Qomariyah: Mengajar Al-Qur’an bukan Rutinitas tetapi Amanah yang harus Dijaga Sepanjang Hayat

Siti Qomariyah

JEPARA | GISTARA. COM – Di balik langkah tenangnya menuju ruang mengaji setiap sore, tersimpan sosok perempuan berkulit sawo matang dengan tatapan tegas yang telah menjadi bagian dari perjalanan TPQ An-Nisa Desa Dermolo  Kembang.

Dialah Siti Qomariyah, ibu rumah tangga yang mengabdikan dirinya sebagai guru mengaji sejak TPQ tersebut berdiri pada 2005. Ketegasan dan kedisiplinannya bukanlah cerminan kerasnya hati, melainkan bentuk tanggung jawab agar setiap santri benar-benar siap sebelum melangkah ke tingkat bacaan berikutnya.

Lebih dari dua puluh tahun berlalu, Bu Qom tetap setia mendampingi anak-anak mengeja ayat demi ayat Al-Qur’an.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Di tengah waktu yang terus berjalan dan banyak rekan seangkatannya telah mengakhiri masa mengajar, ia memilih bertahan dengan keyakinan bahwa setiap huruf yang berhasil dibaca dengan benar merupakan harapan yang tumbuh sekaligus amal yang akan terus mengalir.

Lahir di Jepara pada 26 April 1984, Siti Qomariyah menempuh pendidikan agama selama tujuh tahun di Pondok Pesantren Tegalsambi hingga selesai pada 2003.

Sekembalinya ke kampung halaman, ia menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Ketika TPQ An-Nisa didirikan pada 2005, ia dipercaya menjadi guru mengaji pertama. Sejak saat itu, setiap sore pukul 15.30 hingga 16.30 WIB, ia membimbing anak-anak di Desa Dermolo RT 2 RW 8 mempelajari Al-Qur’an sebagai wujud pengabdian dan pengamalan ilmu yang telah diperolehnya selama di pesantren.

BACA JUGA: Catat Tren Positif, Berikut Capaian BAZNAS Jepara Semester Pertama 2026

Perjalanan sebagai guru mengaji tidak selalu mudah. Pada masa-masa awal mengajar, Bu Qom kerap mendampingi santri yang masih terbata-bata membaca, bersuara pelan, atau merasa malu saat mengaji di hadapan teman-temannya. Kondisi tersebut tidak pernah dianggap sebagai hambatan yang harus disesali, melainkan bagian dari proses belajar setiap anak.

Dengan kesabaran, kedisiplinan, serta pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri, ia membimbing mereka hingga berkembang.

Baginya, seorang murid tidak boleh dinaikkan ke tingkat berikutnya apabila bacaan, makhraj, dan tajwidnya masih perlu dibenahi karena kualitas belajar harus selalu diutamakan.

Konsistensi itulah yang mengantarkan Bu Qom menjadi salah satu guru paling senior di TPQ An-Nisa. Meski telah berpengalaman lebih dari dua dekade, ia tetap rutin mengikuti pembinaan guru mengaji di Kecamatan Kembang untuk memperdalam metode Yanbu’a dan menjaga kualitas pengajarannya.

BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana

Dedikasinya membuat ia dipercaya masyarakat sebagai sosok yang turut membentuk generasi pembaca Al-Qur’an di Desa Dermolo. Kepada siapa pun yang ingin memulai jalan sebagai guru mengaji, ia berpesan agar tidak mudah malu ataupun putus asa.

“Semangat untuk terus belajar merupakan kunci agar ilmu yang dimiliki dapat terus diwariskan dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tegas Siti Qomariyah, (23/7/26)

Di tengah perubahan zaman, Siti Qomariyah tetap teguh menjadi sosok yang mengabdikan hidupnya di ruang mengaji sederhana TPQ An-Nisa. Lebih dari dua dekade pengabdiannya membuktikan bahwa keberhasilan seorang pendidik tidak diukur dari seberapa banyak murid yang diajar, melainkan dari kesabaran dalam membimbing setiap proses hingga ilmu benar-benar tertanam.

Bagi Bu Qom, mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi amanah yang harus dijaga sepanjang hayat. Karena itu, ia berpesan kepada siapa pun yang ingin menapaki jalan serupa, “Jangan malu, jangan putus asa, harus tetap semangat sebab nanti bisa merugikan diri sendiri.” Pungkasnya.

Penulis: Umar Sadida, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara 

Related posts

KH. M. Nur Jalal Mujtaba: Safar Momentum Mengosongkan Diri dari Keburukan dan Mengisinya dengan Amal Kebaikan

Adab Cahaya Kehidupan, Dr. Imron Choeri Ajak Jamaah Jaga Akhlak Mulia

Khoirul Muslimin Ajak Jamaah Mensyukuri Dunia, Umur, Harta, dan Ilmu