Meniti Prestasi Sejak Usia Dini,  Perjalanan Nikeisha Callista Wahyu Menggapai Mimpi di Kolam Renang

Nikeisha Callista Wahyu

JEPARA | GISTARA. COM – Saat sebagian anak seusianya masih terlelap dalam dinginnya malam atau baru menikmati hangatnya pagi, Nikeisha Callista Wahyu justru telah bersiap menjalani latihan.

Air kolam yang dingin, jadwal latihan hingga malam hari, bahkan sesi latihan fisik setelah fajar menyingsing menjadi bagian dari kesehariannya. Waktu bermain dan waktu istirahat kerap ia sisihkan demi menyelesaikan setiap program latihan yang diberikan pelatih.

Semangat itu tidak lahir begitu saja. Kecintaan Nikeisha terhadap air telah terlihat sejak usianya belum genap dua tahun. Ketika anak-anak lain masih belajar beradaptasi dengan air, ia justru menunjukkan keberanian yang berbeda.

Setiap kali bertemu kolam renang, ia ingin segera menceburkan diri tanpa rasa takut. Bahkan ketika sempat mengalami kejadian hampir tenggelam, hal itu tidak membuatnya menangis ataupun kehilangan minat untuk berenang.

Lahir di Kudus pada 14 Mei 2013, Nikeisha menempuh pendidikan di PAUD Taman Mutiara Kudus, TK Pertiwi Gamong Kudus, TK Al Hikmah, kemudian melanjutkan pendidikan di SD Negeri 01 Pelemkerep, Mayong, Jepara. Di balik aktivitas sekolahnya, ia tumbuh sebagai anak yang akrab dengan dunia air.

BACA JUGA: Refleksi Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah dan Hasrat Kekuasaan

Perjalanan menuju dunia olahraga tidak lepas dari peran keluarga. Sang ayah yang mewariskan nama Wahyu sebagai nama belakangnya menjadi mentor pertama yang mengenalkan renang sejak usia dini.

Ibunya yang bernama Filandasari seorang pengusaha muda bercerita, bahwa disetiap waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga sering kali dihabiskan di kolam renang.

“Bagi keluarga mereka, kolam renang bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang untuk mengenali dan mengembangkan bakat yang dimiliki Nikeisha,” ujarnya, (25/7/26).

Filanda juga berperan sangat penting dalam perjalanan karier Keisha. Ia berperan sebagai Manager yang mengaturkan jadwal kegiatan, hingga segala peluang yang bisa Keisha bisa raih dalam kejuaraan dengan terus memberikan dukungan dan bimbingan. Ia memiliki prinsip bahwa bakat itu nomer 3 setelah disiplin dan tekad yang kuat dalam meraih sesuatu.

Memasuki bangku sekolah dasar, bakat tersebut semakin terlihat dan atas saran dari salah satu guru, kedua orang tuanya mulai memberikan pendampingan yang lebih serius. Nikeisha kemudian bergabung dengan Club Tiara Park sebagai langkah awal menekuni olahraga renang secara kompetitif.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 sempat menghentikan aktivitas latihan dan kompetisi selama hampir dua tahun. Masa itu membuat proses pembinaan terhenti. Namun, setelah kondisi kembali memungkinkan, Nikeisha kembali berlatih dengan semangat yang sama.

Saat duduk di kelas empat sekolah dasar, ia kembali mengikuti kejuaraan resmi tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan di Batang. Pada kejuaraan pertamanya, ia menempati peringkat ke-30 dari sekitar 50 peserta.

Hasil tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal pembentukan mental sebagai atlet. Dari ajang itulah ia mulai mengenal aturan perlombaan resmi, teknik bertanding, serta pentingnya disiplin dan kesiapan mental.

Kerja keras yang dilakukan sedikit demi sedikit mulai membuahkan hasil. Bersama Club Tiara Park, Nikeisha terus meningkatkan kemampuan hingga akhirnya berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Jepara. Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet renang.

Keinginannya untuk berkembang membawanya bergabung dengan Club BLITZ. Selama kurang lebih enam bulan, ia kembali mengasah kemampuan melalui berbagai program latihan dan mengikuti sejumlah kejuaraan sebagai bekal menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Atlet asal kota Jepara yang saat ini melanjutkan Sekolah Menengah Pertamanya di SMPN 03 Salatiga untuk mengikuti program KKO (Kelas Khusus Olahraga) mengaku kecintaannya terhadap air ternyata tidak hanya berhenti pada olahraga renang.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Ia juga menekuni dunia mermaid. Bakat tersebut membawanya tampil sebagai Mermaid Talent di Dusun Semilir selama sekitar empat bulan. Selain itu, ia juga pernah berlatih di perairan Karimunjawa, berenang bebas menuju Pulau Panjang, dan saat ini ia aktif bergabung bersama komunitas Mermaid Solo Raya di Umbul Ponggok Klaten.

Pengalamannya semakin lengkap setelah memperoleh sertifikat Mermaid SSI dari Jakarta Aquarium. Sebelum memiliki sertifikat tersebut, usianya bahkan sempat menjadi alasan ia belum dapat mengikuti kegiatan tertentu.

Berkelana dalam perjalanan hidupnya, tak membuat ia kesulitan dalam beradaptasi di lingkungan terbarunya.

Meski lahir, tumbuh dan besar di Perumahan Mayong Raya Indah di Singorojo Mayong Jepara Jawa Tengah dan berpindah tempat tinggal di Gamong Kudus setelah perumahaan tersebut disulap menjadi “ Kost Keisha”, lalu berpetualang di Salatiga dengan berganti tempat tinggal di salah satu Perumahaan di Kota Salatiga demi mendukung impian dalam meniti kariernya, membuat ia memiliki jiwa pribadi yang tangguh yang bersemanyam di dalam tubuh mungil yang masih duduk kelas 2 SMP itu.

Managernya yang tidak lain adalah Ibunya juga menjelaskan bahwa semenjak ia berpindah di Salatiga dan masuk di sekolah khusus untuk para atlet, ia menjadi lebih fokus. Latihan dengan jadwal rutin 8x seminggu. Satu tahun yang sangat signifikan dalam perkembangannya dan membuatnya berhasil mengantarkan Keisha mendapatkan lebih banyak peluang dalam kejuaraan.

Berhasil menjadi juara pada Tahun 2022 POPDA  Kabupaten Jepara Juara 2, 50 m gaya bebas; Tahun 2023 POPDA  Kabupaten Jepara Kuara 2,.200 gaya ganti, dan juara 3 gaya bebas; Tahun 2024 POPDA  Kabupaten  Jepara Juara 1,  100 m gaya bebas; Juara 2, 50 m gaya bebas,

Dalam O2SN ( Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Juara 2 (50 m gaya dada), Juara 1 (50 m gaya bebas).

Juara umum Kejurkab Kab Jepara dengan  membawa pulang 4 medali emas: Juara 1 Krap Taruna se Jawa Tengah di Purwokerto, Juara 1 400 m gaya  bebas, Juara 1 200 m gaya  bebas, Juara 3 50 m gaya bebas.Dalam Event Bayangkara Cup di Batang Juara 1 400 m gaya  bebas, Juara 3 200 m gaya bebas

Daat ini ia dalam program peningkatan latihan ( menjadi 10x dalam seminggu ) sebab lolos dalam seleksi, sebagai perwakilan kontingen Salatiga dalam ajang POPDA Provinsi bulan September mendatang di Gor Jati Diri Semarang

Di balik sederet prestasi yang diraih, Nikeisha tetap menjalani kehidupan sebagai anak yang terus belajar dan berkembang. Baginya, latihan bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, keberanian, serta ketangguhan dalam menghadapi setiap tantangan.

Perjalanan Nikeisha menunjukkan bahwa prestasi besar tidak lahir secara instan. Dukungan keluarga, latihan yang konsisten, keberanian bangkit setelah terhenti oleh pandemi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting dalam setiap langkahnya. Kisahnya menjadi pengingat bahwa setiap impian dapat diwujudkan apabila dijalani dengan tekun, sabar, dan pantang menyerah.

“Tetaplah kuat walaupun dunia sedang tidak baik-baik saja.”

Penulis: Zuni Fahria, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara

Related posts

Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Jepara Perkuat Edukasi Publik Berbasis DBHCHT

Athaya ‘Asyatus Syifa: Jejak Sunyi dari Jepara Menuju Panggung Prestasi

Ikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pramuka Penegak MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kawal Pemilu 2029