Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Regional

Gerakan Pesantrenku Aman, Pengasuh Pesantren NU se-Pati Sepakat Minta Pemerintah Menutup Pesantren Abal Abal

by Redaksi 03/08/2026
Redaksi 03/08/2026 105 views
Halaqoh Pengasuh Pondok Pesantren NU Pati
105

PATI | GISTARA. COM – Lebih dari 80 kiai dan bu nyai pengasuh pondok pesantren NU se-Kabupaten Pati merumuskan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren. Rekomendasi tersebut mencakup pengetatan perizinan dan pengawasan pesantren termasuk menutup pesantren tidak berijin, penguatan peran Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) di berbagai tingkatan, serta penyediaan layanan psikologis dan bimbingan konseling bagi santri.

Rekomendasi itu mengemuka dalam Halaqah Masyayikh dan Pengasuh Pondok Pesantren yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA PBNU), RMI PWNU Jawa Tengah, dan RMI PCNU Pati di Pondok Pesantren Madinatul Qur’an, Pati, Ahad (2/8/2026).

Halaqah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang mendorong keterlibatan langsung para kiai, bu nyai, dan pengasuh pesantren dalam merumuskan langkah pencegahan serta penanganan kekerasan yang sesuai dengan karakter dan tradisi kepesantrenan.

Turut hadir Ketua RMI PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlulloh Tumuji, M.Pd., Rais Syuriyah PCNU Pati KH Minanurrohman, Lc., Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Dr. Yusuf Hasyim, M.Si., Ketua RMI PCNU Pati KH Muhammad Liwa’uddin Najib, M.Pd., serta para pengasuh pondok pesantren NU se-Kabupaten Pati.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlulloh Tumuji, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mencegah dan menangani persoalan kekerasan di pesantren. Menurutnya, halaqah menjadi ruang bagi para pengasuh untuk mendiskusikan persoalan yang dihadapi sekaligus mencari solusi bersama.

“Dalam kesempatan ini, kita bersama mempunyai waktu untuk saling berdiskusi dan memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris RMI PBNU, Gus Ulun Nuha, mengatakan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan pesantren akhir-akhir ini perlu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.

Ibu Nyai Pengasuh Pesantren NU Pati

“Dalam realitas yang terjadi pada pesantren akhir-akhir ini, perlu adanya evaluasi dan pembenahan dalam beberapa aspek, mulai dari sistem kepengasuhan hingga tatanan infrastruktur pesantren,” ujar Gus Ulun.

Ia mengibaratkan pembenahan tersebut seperti proses mengobati seseorang yang sedang sakit. Menurutnya, persoalan harus terlebih dahulu dikenali secara terbuka agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan akar masalah.

“Layaknya mengobati orang sakit, maka perlu minum obat. Untuk dapat meminum obat, harus diidentifikasi terlebih dahulu apa penyakitnya dan harus ada kesadaran dalam diri bahwa dia sedang sakit, sehingga dapat diberikan formula obat yang tepat,” jelasnya.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional: Momentum Perkuat Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Permata Kajen, Nyai Hj. Royannach Ahal, mengingatkan bahwa persoalan kekerasan di pesantren tidak seharusnya direspons dengan saling mencari pihak yang dapat dipersalahkan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan introspeksi bersama dengan tetap menempatkan iman dan adab sebagai pijakan.

“Terjadinya kekerasan di pesantren itu tidak menjadi kesalahan satu atau dua pihak. Daripada mencari kambing hitam, alangkah lebih bijak kalau bersama-sama introspeksi diri akan pentingnya iman dan adab dalam menghadapi permasalahan ini,” ungkapnya.

Salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam halaqah tersebut adalah perlunya pemerintah memperkuat standar perizinan sekaligus pengawasan terhadap pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Akrom, Kiai Imam Mughribi, menilai pemerintah perlu memiliki standar yang baku dan objektif dalam proses pemberian izin, serta memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar memenuhi standar yang ditentukan. (KA)

 

Pengasuh pesantrenPesantrenPesantren NU
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Pengasuh Pesantren di Jepara Dorong Pemerintah Menutup Pesantren Abal-Abal, Literasi Pencegahan Kekerasan Diperketat 
next post
Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Jepara Imbau Instansi Putar Lagu Perjuangan

You may also like

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Momentum HUT ke-81 RI, IMPI Bahas Ketahanan Ketuhanan untuk Menjaga NKRI di Era Krisis...

17/08/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here